Anda pikir, bersosialisasi di kantor gampang? Pikir lagi.
Terlebih dengan beragamnya kepribadian rekan kerja Anda
Berikut 5 tipe paling umum dan cara menghadapi mereka:

1. Si Cerewet
Pada dasarnya orang yang senantiasa bicara tiada henti punya niat baik. Dia begitu bersahabat dan ingin berbagi segala pendapatnya dengan Anda.
Namun, walau tak berniat buruk, obrolnya bisa mengganggu konsentrasi kerja Anda

Hadapi dengan: daripada beresiko menyinggung sang kolega, salahkan diri sendiri. Katakan padanya, Anda tengah kesulitan berkonsentrasi saat mendengarkan kisah-kisah serunya. Bilang saja Anda ingin mendengar cerita lengkapnya nanti, saat tidak bekerja. Bila memang menyukai kepribadiannya, ajak saja dia makan siang bersama.

2. Si Tukang Gosip
Ini dia tipe kolega yang tampak selalu tahu segalanya tentang semua orang dan ingin berbagi informasi tersebut dengan Anda.

Apakah Anda perlu mendengarkan semua kata-katanya? Ya, Anda perlu menyimak karena ini cara yang bagus untuk mengetahui kabar yang bisa jadi tidak akan Anda dapati lewat media yang lebih formal.
Masalahnya, tidak semua yang ia utarakan selalu benar.

Hadapi dengan: berdayakan pandangan sinis Anda. Dengarkan kolega yang gemar bergosip tersebut dengan tenang, tanpa perlu ikut menambahkan. Bila kabar yang ia sebarkan sudah mengarah ke sisi pribadi orang, dan Anda merasa tak nyaman, utarakan hal tersebut padanya.

3. Si Hobby Mengeluh
Selalu saja ada satu orang dalam kelompok manapun yang tak pernah bisa senang. Bila tidak mengeluh soal kesehatannya atau keluarga, dia akan berkeluh kesah soal pekerjaannya, perusahaan atau atasan.
Memang, komplainnya itu bisa diterima oleh akal. Tapi, lama-lama Anda bisa muak juga.
Hadapi dengan: tak perlu repot-repot memberikan saran, sebaiknya ganti topik saja setiap kali ajang mengeluh dimulai. Bila dilakukan secara konsisten, ia juga pasti akan sadar diri kalau Anda tak ingin mendengarkan aneka keluhan dari mulutnya.

4. Si Delegator
Hampir setiap tempat kerja, Anda pasti menemukan kolega yang ingin berbagi jatah pekerjaannya dengan rekan yang lain. Bukan, bukan yang punya hak resmi untuk mendelegasikan pekerjaannya seperti atasan.
Melainkan orang yang tak bisa menyelesaikan pekerjaannya sendiri atau justru malas melakukannya.
Hadapi dengan: jika kerja team sangat diutamakan dalam perusahaan Anda, silahkan bantu dia. Namun, bila para manajer saja yang berhak mendelegasikan tugas dan pekerjaan Anda sendiri sudah menggunung, silahkan tolak permintaannya.

5. Si Pencuri Kredit
Sementara yang ini paling sering mengakui kepada dunia bahwa, ia melakukan semua pekerjaan sendirian, tanpa memberikan kredit terhadap kerja keras rekan yang lain, termasuk Anda.
Hadapi dengan: bila baru terjadi sekali, anggap saja sebagai suatu kesalahan dan minta dia memberitahu yang lain soal partisipasi Anda.
Bila ia tak melakukannya, pastikan Anda menginformasikan kepada yang lain, soal peran Anda dalam penyelesaian suatu proyek, lalu, kecuali Anda memang diharuskan bekerja sama dengan rekan tersebut, tak ada salahnya menolak memberi bantuan.

Mungkin ada masukan yang lain dari para sahabat2? silakan membaginya disini, terimakasih  banyak atas kesediaannya………….

Salam

Gambar diambil dari sini

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

46 responses »

Comment navigation

  1. Rumah dijual says:

    Orang cerewet terkadang malah memberikan masukan yang baik,

  2. rumah dijual says:

    Kalo saya yang termasuk nomer 1 gimana bun?berarti mengganggu yg lain yah?

  3. Paling sebel kalo da orang yang tukang gosip!

  4. rumah dijual says:

    Dikantor saya alhamdulillah bunnn ga da seperti yg diatas bunda sebutin

  5. Necky says:

    bunda…saya pernah menjadi si complaint dan si pengeluh, apa hasilnya? tidak ada ……bahkan mudharat aja.
    Alhamdulillah, menghadapi tukang pencuri kredit …saya lebih suka mendoakan dia bisa lebih bermanfaat ketika pimpinan memberikan penghargaan kepada dia. Bagi saya, penghargaan dari Allah lebih mulia dari pada atasan. Penghargaan ….. bagi saya sama aja rizqi. Kalau belum diberikan rizqi hari ini atau besok, someday Allah will give it to me…bun…..

  6. susisetya says:

    Jadi inget jaman kerja dulu aku punya 1 rekan kerja yang ama anak-anak kantor di panggil Public Enemy, gawatnya dia tuch supervisior kita, orangnya sok kuasa, bikin aturan aneh seenaknya, tukang ngadu ama atasan, dan sok cari muka, kalo ada masalah bukan dipecahin bersama tapi nyalahin bawahan terus lepas tangan, gak ada satu orang pun yang suka & alhamdulillahnya Manager kita pun gak suka ama kinerjanya, akhirnya dia pun di pindah jadi sekretaris direksi, wah kita satu bagian syukuran ampe makan-makan…hehehe…

  7. arik says:

    bersosialisasi memang gampang – gampang susah………..salah pilih temen nanti jadi tersesat dah kita jalan!!

    jadi, memang kudu bijak dan jeli dlm pertemanan🙂
    salam

  8. […] Cerewet Pada dasarnya orang yang senantiasa bicara tiada henti punya niat baik. Dia begitu … Continue reading → Source : https://bundadontworry.wordpress.com/2011/04/14/mereka-yang-bikin-tambah-sulit/ Baca […]

  9. Darwis says:

    kalo jadi pegawai harus pinter – pinter jaga diri. kalo ngak bisa ikutan arus.

    Makasih loh infonya, bisa buat pertimbangan , soalnya istri kerja. teman2nya seperti diatas semua.

  10. Prima says:

    Bunda, ada lho temenku dulu, staff juga… si gak nyambung… lha dia bahasa melayu gak lancar, english apalagi, cuma chinese bisanya, akhirnya aku sama temen filipin suka kehilangan waktu hanya buat negejlasin ke dia yang gak beda kaya anak2… masalahnya cuma satu: bahasa!

  11. wien says:

    paling sebel dengan tukang gosip di kantor bun…soalnya suatu ketika nanti kita juga pasti akan jadi korbannya…

  12. jumialely says:

    menyimak aja bun…. saya anteng aja kalo kerja soalnya, ga terlalu suka ngurusin pribadi orang, mengerjakan apa yang menjadi bagian saya, dan membantu jika saya mampu.

    kerenn bun cara menghadapinya

    love you bunda sayang

  13. fitrimelinda says:

    alhamdulillah sih bun, ditempatku ga ada yg kaya diatas..🙂

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s