Seorang ibu yang memasuki usia lanjut menjadi sangat kurus dan sakit-sakitan memikirkan anak-anaknya yang belum menikah di usia matang dan juga anak lain yang mengalami perceraian.

Sarah  menyerang ibunya dengan kata-kata tajam karena ibunya banyak sekali menolak keinginannya.

Semua persoalan di atas bermuara dari adanya keinginan.

Si ibu berkeinginan agar anak-anaknya hidup bahagia dalam perkawinan.

Sungguh, keinginan dapat membuat kita merasa menderita bila tidak tercapai.

Karena suatu keinginan tidak tercapai, ada kalanya seseorang putus asa.
Ada juga yang merespon dengan meniadakan keinginan yang menyebabkannya kecewa.

Dapat diambil contoh, Bapak A, hingga lanjut usia  ia memilih hidup lajang karena keinginannya untuk menyunting kekasihnya tidak tercapai.

Bila keinginan tidak terpenuhi, kita dapat merasa kecewa, sedih, marah, dan merasa menderita. Bahkan seseorang dapat menderita (sakit fisik atau psikis) karena terlalu mengejar sesuatu hal dalam hidupnya.

Namun, meniadakan keinginan seperti Bapak A meniadakan keinginan untuk menyunting wanita juga tidak menjamin kebahagiaan.

Yang penting adalah mengelola keinginan.

Keinginan yang kuat tetapi terkendali dan tidak egoistis, sangat dibutuhkan agar kita mengalami kemajuan serta hidup tenteram bersama orang lain. Keinginan yang terkendali disebut sebagai kehendak.

Hidup dan Keinginan

Sepanjang hidup, selalu ada keinginan dalam diri manusia. Keinginan atau motivasi merupakan penggerak perilaku.
Untuk dapat berjalan, kita tidak hanya membutuhkan kaki sehat, tetapi juga perlu keinginan untuk berjalan.
Untuk bicara, kita tidak hanya memerlukan alat-alat tubuh untuk bicara, melainkan juga mensyaratkan adanya keinginan bicara.

Untuk hidup kita bukan hanya butuh makanan dan pakaian, tetapi diperlukan juga keinginan untuk hidup.

Kehidupan yang nyaman, kehidupan yang sejahtera, karya-karya agung umat manusia, perwujudan-perwujudan cinta dan kasih sayang antarmanusia, dsb, semuanya dapat terwujud karena adanya keinginan atau kehendak.

Tidak dipungkiri bahwa kerusakan dalam hidup manusia (bencana, perang, penyakit) terjadinya juga tidak lepas dari adanya keinginan-keinginan.

Keinginan menguasai pihak lain menghasilkan perang; keinginan mengeksploitasi lingkungan alam menghasilkan bencana; dan keinginan untuk hidup bebas tanpa aturan dapat mendatangkan penyakit.
Dengan demikian, keinginan dapat dibedakan atas keinginan yang luhur dan yang merusak (destruktif).
Keinginan luhur, dalam jangka panjang menghasilkan hal-hal yang menyenangkan.

Sementara itu, keinginan destruktif (biasanya merupakan keinginan egoistis dari individu atau kelompok) dalam jangka panjang menghasilkan hal-hal yang merusak dan menimbulkan kesengsaraan bagi diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, keinginan dapat dibedakan dari terkendali atau tidaknya.

Keinginan yang tidak terkendali menyeruak tanpa mempedulikan situasi lingkungan ataupun diri sendiri, dan bila tidak tercapai kita akan merasa sangat menderita (frustrasi).

Sementara keinginan yang terkendali, meskipun mungkin kuat, perwujudannya dalam tindakan tetap menimbang situasi lingkungan dan diri sendiri, dan bila tidak tercapai kita tidak sampai sangat menderita.

Memaksakan keinginan atau kehendak adalah tindakan yang tidak bijaksana.

Hal ini menunjukkan tiadanya pengendalian. Namun, orang yang bijaksana tetapi tanpa kehendak (tanpa keinginan kuat), sama payahnya dengan orang yang memaksakan keinginan. Ia tidak akan membawa kemajuan apa-apa.

Antara keinginan dan kebijaksanaan, keduanya perlu berjalan bersama dan selaras. Tidak perlu ada salah satu yang didahulukan. Sumber kebijaksanaan adalah ketenangan pikiran.

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

36 responses »

Comment navigation

  1. susisetya says:

    Aku setuju sama tulisan bunda diatas, keinginan itu harus dibarengi dengan kebijaksanaan agar tidak salah kaprah, aku cuman ingin menambahkan dengan ke-ikhlasan ketika keinginan tidak terwujud agar kita tidak terpuruk dalam kehidupan yang semu….

    bener banget , Susi
    kita tak perlu terpuruk, ketika kita tau yg terbaik hanya dari NYA utk kita🙂
    dan selalu mensyukuri🙂
    salam

  2. Tenang…tenang…tenang….horeee dapat deh jawabnya, mana dulu yg kudu dikerjain🙂

    Makasih bundaku sayang…pagi2 dapet pncerahan baru…yihaaaaaa

    peluk erat bun….

    hahaha….. suka banget kalau Devi kesini🙂
    peluk2 erat Devi juga😀😀
    salam

  3. Prima says:

    Ya Tuhan, semoga orang yang paling berkuasa di negeri ini keinginannya benar-benar keinginan yang “benar”, soalnya bahaya bunda, keinginan satu orang itu, bisa aja membunuh ribuah rakyat… *ngomong apa sih prim…😛

    mbuh………bunda jg gak tau tuh Pim lg ngomongin apaan tuh😀😀
    salam

  4. advertiyha says:

    Bunda memang super..🙂
    butuh kebijaksanaan dalam memenuhi keinginan ya bun, dan kelapangan hati, bila keinginan tak dapat tercapai..🙂

    yang pasti, keinginan harus juga sejalan dengan semangat melaksanakannya..

    salam sayang bunda.. mmuahh…
    trims buat pencerahannya..

    kalau Mbak Iyha sih pastilah udah super banget mengenai hal ini ya🙂
    salam sayang dan mwuah2 juga sejuta kali😛
    salam

  5. irfanandi says:

    butuh ketenangan pikiran ya bunda,, akan saya coba, mohon doanya ya bund,,😀

    benar sekali, ketika kita tau apa yg kita inginkan, kita yakin pula dgn yg dilakukan .
    Semoga Allah swt selalu memberikan hanya yg terbaik utkmu, Irfan ,amin
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s