The definition of insanity is doing the same thing over and over and expecting different results. (Benjamin Franklin)

Benjamin menggambarkan insanity (kebodohan atau kegilaan) dengan begitu akuratnya. Kita semua pernah terjebak dalam kebodohan semacam ini.

Kita melakukan hal yang sama berulang kali, lalu mengharapkan hasil yang berbeda. Kalau bukan bodoh, lalu apa namanya?!
Sebagai contoh adalah saat kita menghadapi suami yang tidak disiplin. Selalu menaruh gelas bekas minum di atas meja, sehingga semut-semut berdatangan.
Awalnya Anda menoleransi sikapnya dengan harapan bahwa suatu hari nanti, dia akan berubah dan mulai meletakkan gelas itu di dapur.

Namun, menurut hemat Anda, akankah dia berubah? Jawabnya dapat dipastikan tidak.
Jika begitu mengapa kita terus saja melakukan hal-hal yang nantinya akan merugikan kita.
Toleransi seperti contoh di atas jelas bukan merupakan toleransi yang sehat.

Anda malah mendukung suami untuk menjadi ‘pemalas’ jika Anda membiarkan dia tetap seperti itu.

Oleh karena itu, sebelum suami atau orang lain berubah, maka Anda harus mau berubah dulu.

Sebelum terlambat, maka ada baiknya jika kita mulai peka dan mengoreksi apa-apa yang kita lakukan.

Kadang kita mendongkol kepada orang lain, padahal sebenarnya segala hal yang kita alami juga tidak lepas dari akibat perbuatan kita sendiri.
Jika Anda tidak suka dengan cara seseorang memperlakukan Anda, maka Anda harus mengatakannya dari awal.
Prinsip ini juga berlaku ketika Anda mendidik anak-anak Anda.
Jika pada awalnya, anak-anak Anda tidak menaruh hormat, maka Anda harus segera mendisiplin mereka.

Ubahlah pola tingkah laku Anda yang dapat merugikan Anda sendiri, itu intinya…..Mau???

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

23 responses »

  1. bayu hidayat says:

    iya nih bunda. aku suka bangun telat, suka mendongkol. hmmm harus berubah nih. entar malah rugi sendiri

    berubah pelan2, nanti jg
    jd terbiasa kok Bayu🙂
    salam

  2. ysalma says:

    naroh apa2 sembarangan,, itu benar2 bikin uring-uringan bund,,
    ambang batas bodoh dan kegilaan sepertinya memang tipis,,
    harus bersikap dan merespon secepatnya ya Bund,,

    ya, kebiasaan yg kita buat sendiri,
    dan malah menyusahkan diri sendiri juga ya Salma😦
    salam

  3. Eh, Bunda… itu kutipan Benjamin Franklin atau Albert Einstein ya? Daku pernah menulis kutipan ini, tapi daku kutip dari Albert Einstein.

    http://dewo.wordpress.com/2010/07/27/gilakah-kita/

    Mohon maaf jika daku salah.

    Salam hangat dari Makassar

    oh gituh ya Mas ?
    xixiixxi……… kebetulan bunda habis baca sebuah buku, kok disana dibilangnya
    oleh si Benyamin ini yah🙄
    mungkin kita berdua gak salah,
    yg salah tulisan di buku itu😀😀😀
    (pembenaran maksa)😛

    wuih, dah di Makasar aja lagi nih Mas dewo ?😛
    salam

  4. Meninggalkan kebodohan ini berarti mencerdaskan pola fikir. Betul kan Bun..?
    Pola pikir kita lah yang menyebabkan kebodohan ini. Saya jadi ingat salah satu buku yang mengupas tentang kebodohan kita dalam hal pola pikir dan paradigma, judulnya Melacak Kekafiran Berfikir

    duh, pingin baca bukunya jadinya ,Yori🙂
    pasti bagus banget ya
    salam

  5. Multibrand says:

    Benjamin Franklin memberikan definisi yang tepat tentang kebodohan atau kegilaan.

    bener Mas, jd bisa utk renungan kita juga ya🙂
    salam

  6. lozz akbar says:

    cukup satu kali kehilangan tongkat.. cukup satu kali tet teret..tet.. teret

    yupz sebisa mungkin jangan mengulangu kesalahan dalam hal yang sama ya Bun..

    setuju sangat , Akbar
    kesalahan yg lalu, biar jd pelajaran saja ya,
    krn selalu ada hikmah disana, yg bisa membuat kita lebih bijak🙂
    salam

  7. Necky says:

    mengubah kebiasaan orang…tidak semudah membalikkan telapak tangan namun dengan niat yang baik…tidak ada yang sulit untuk merubahnya

    setuju Necky
    kitapun kalau melakukan perubahan dgn niat yg tulus dan lurus,
    insyaallah bisa ya🙂
    salam

  8. wi3nd says:

    mauu bund🙂

    berawal dari diri sendiri dulu yah bund..

    apa kabar bund ?

    ya, Wi3nd cay , bunda jg mau🙂
    alhamdulillah, berkat doa anakku ini,
    bundamu selalu sehat🙂
    Wi3nd nya juga selalu sehat ya nak🙂
    (peluk2 rindu)
    salam

  9. masndol says:

    berkunjung lagi bunda
    ternyata sudah banyak yang berubah disini yah..

    wah, apa kabar Masndol ?
    kemana aja? semoga selalu sehat Masndol🙂
    semoga berubah lebih baik ya Mas🙂
    salam

  10. Kakaakin says:

    Hehe.. jadi ingat curhatan para teman2 saya yang sudah berkeluarga😀

    hehhe…rupanya Kakaakin tmpt curhat nih ya😛
    salam

  11. satu hal yg sering lupa…mau menasehati tapi dri kita belum melakukannya, dengan tulisan ini kita jadi introspeksi diri….
    terima kasih ya bun….

    salam hangat sll.

    ya bener, Mas.
    bunda jg menuliskan ini, sekalian utk mengingatkan diri sendiri🙂
    salam

  12. Iksa says:

    Berubah ya jangan nungguin orang atau waktu, lakukan saja … mau jadi apa, nah itu yang harus dipikirkan dulu …

    Mengharap orang berubah, ya berbuat dulu yang sesuai…. he he he …begitu bukan Bunda

    setuju sangat denganmu, Pak Iksa🙂
    salam

  13. Masbro says:

    Yang saya suka dari tulisan tulisan Bunda, sederhana namun sarat makna. Tengkyu Bunda;

    alhamdulillah, terimakasih banyak, Aim sayang🙂
    semoga bunda jg bisa mengingatkan diri sendiri🙂
    salam

  14. Arif Bayu says:

    wak tergugah saya bunda,,,,,

    kok tergugah sih ?
    semoga bermanfaat ya Arif🙂
    salam

  15. advertiyha says:

    Maksih udah ngingetin bun..🙂
    kadang2 yang sepele2 gitu aja masih sering kelewat, yg bikin diri jadi nampak bodoh…😦

    salam sayang bun…

    terimakasih juga, Mbak Iyha sayang🙂
    sekalian mengingatkan diri sendiri juga🙂
    (peluk sayang)
    salam

  16. alamendah says:

    yang sering kali terjadi memang kita menginginkan orang lain berubah mengikuti selera kita tanpa mau mengerti kelakuan kita sendiri.

    sebaiknya kita sering2 koreksi diri ya Mas Alam🙂
    salam

  17. tukangpoto says:

    Perubahan menuju kebaikan, atau kepada hasil yang diharapkan sepertinya harus dilakukan melalui proses, yang mana proses itulah pembelajaran yang sangat berharga untuk kita alami dan rasakan.

    setuju, Mas Didit
    dengan proses , kita banyak mendpatkan pelajaran berharga,
    agar bisa lebih baik kedepannya🙂
    salam

  18. Lyliana Tia says:

    oh ya artikel ini berguna bgt nih, ntar aku kirim ke e-mail suami ah… hahaha.. *ngerasa diri paling suci aja, padahal perilaku jelek bejibun*

    hahaha….biasalah, itu manusiawi kok,Tia🙂
    bunda jg msh hrs banyak belajar agar diri ini lebih baik lagi🙂
    salam

  19. Lyliana Tia says:

    Assalamualaikum Bunda,

    pertanyaan Bunda pd komen saya di posting sebelumnya, saya jawab disini aja deh. nggak Bunda, saya nggak bisa kasih saran apapun nih, pengetahuan masih minim banget..

    Jujur aja nih Bunda, sekali dua kali saya baca beberapa posting Bunda, saya sempet antipati, dalam hati saya berkata, “kok kata2 nya sama kayak dimajalah ya?” Karena beberapa mnrt aku “mirip”.. walau mungkin kalau disimak bener, ya beda. Mungkin saya nya aja kali yg kurang nyimak.,.

    Maka dari itu, daripada su’udzon, lebih baik saya tanya langsung ke orangnya. makasih Bun, udah dijawab pertanyaan saya…

    Kenapa saya bertanya begitu, karena kebanyakan orang suka copy-paste, dan seringkali nggak mencantumkan dia ambil kata2 itu darimana, padahal udah jelas copy-paste. Ini kadang bikin saya dongkol.

    Kalo semua yg Bunda tulis adalah kombinasi dari hasil baca banyak referensi dan pengalaman hidup Bunda sendiri, saya salut Bunda.. Karena nggak semua orang punya kemampuan untuk merangkai sedemikian rupa, apa yang sudah ia lihat, raba, baca, rasa, kedalam suatu tulisan.

    Oh ya Bun, boleh nggak saya request? hehe… Saya kalo salut sama seseorang inginnya mengenal orang itu lebih dalam, seperti apa kehidupannya, dll. Saya tau gaya penulisan Bunda memang “agak formal” nih, tapi ingin deh seandainya tulisan2 Bunda lebih ke arah .. hmmm.. apa ya? bercerita mungkin? what’s going on in your life right now, dll.. seakan2 Bunda dan para pembacanya adalah sahabat lama yang sedang ngobrol? lebih homey dan lebih cozy…

    Makasih Bun karena udah mewakafkan waktu dan pikiran Bunda untuk kebaikan, ditunggu posting selanjutnya ya…

    duh, bunda merasa tersanjung dan terhormat sekali dgn atensi yg Tia berikan🙂
    itulah Tia, bunda memang hrs banyak belajar lagi, bagaimana cara menulis yg baik, agar yg membaca mampu menangkap apa yg bunda maksud🙂
    ini tdk mudah tentu saja, krn bunda punya gaya tulisan yg ‘agak formal’
    namun demikian, semoga dgn gaya tulisan bunda yg seperti ini, bisa membedakan bunda dgn yg lain, krn bunda percaya tiap orang itu itu punya gaya sendiri, dan itu adalah keunikan yg membuat dunia blog ini lebih berwarna , bukan Tia ?
    insyaallah, ketika bunda mengutip atau mengambilan tulisan di manapun, akan bunda sebutkan sumbernya.🙂
    yuk, kita saling berbagi utk kebaikan bersama🙂
    terimaksih ya Tia sudah berkunjung ke blog yg sederhana dan apa adanya ini🙂
    salam

  20. Pencerah says:

    maksih bunda atas pencerahannya…
    betul2 mengena

    alhamdulillah, terimakasih Andre🙂
    salam

  21. ceritabudi says:

    Jadi malu nich Bunda…saya sering meninggalkan gelas habis minum kopi…😦 maaf ya Bunda, salam hangat dari Jembrana , Bali

    oooh, jadi ini tho blog barunya anakku ?🙂
    besok2 gelasnya cuci sendiri ya nak😛
    salam

  22. giewahyudi says:

    Sebaiknya semua dikomunikasikan dengan baik, kalau tidak pernah dikomunikasikan bisa-bisa semakin parah..

    pastinya selalu terjadi mispersepsi Gie🙂
    salam

  23. Lidya says:

    ubah diri sendiri dulu ya bun, intinya. thanks banget ya sudah diingatkan

    bener Lidya, jgn mengharapkan orang lain berubah lebih dulu🙂
    salam sayang utk CalVin ya Lidya🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s