Apakah tidak adanya pengakuan dari dunia membuat ciut hati kita?

Saat sebuah ruangan diterangi oleh cahaya lampu atau sinar matahari di siang hari, maka cahaya dari sebuah api kecil tentu tak banyak memberi arti.
Malahan sinar api kecil tersebut jadi ‘tenggelam’ dan tak kelihatan semaraknya di tengah gemerlapnya lampu-lampu besar lainnya.
Akan tetapi saat listrik padam terjadi, di mana semuanya jadi gelap, nyala kecil api tiba-tiba menjadi sangat berarti.
Keadaan pun berbalik 180 derajat.

Apakah ada di antara kita saat ini yang merasa bahwa dirinya bernasib sama dengan api kecil tersebut?
Tak berarti, tak dipandang, bahkan hanya sedikit saja yang “tahu siapa saya”.

Apakah tidak adanya pengakuan dari dunia membuat ciut hati kita?
Kenyataannya (untungnya), nilai seseorang tak dinilai dari pengakuan dunia.

Tak berkurang saat dunia meremehkan, tak juga bertambah oleh sanjungan mereka karena yang membuat nilai itu berubah hanyalah pribadi orang tersebut.

Jika kita selalu memegang prinsip ini, maka apapun kata dunia, kita tetap memiliki keyakinan dan percaya diri yang tak mudah digoyahkan.

Sama juga dengan api kecil yang mungkin tak berarti di saat terang, namun sangat berjasa di tengah kegelapan, sesungguhnya masing-masing kita mempunyai peran penting dalam dunia ini.

Setiap kita diciptakan untuk sebuah tujuan dan tugas khusus, di mana (asyiknya), hanya kita yang bisa menyelesaikan tugas itu dengan baik.

Tak ada orang lain…yang bisa menggantikannya.
Jadi, jangan lagi berani bilang Anda tak berarti ya.
Temukan tujuan itu dan genapilah!

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

27 responses »

  1. irfanandi says:

    mencerahkan bunda,, terkadang sy jg merasa seperti si api kecil..
    terimakasih bunda..^_^

  2. lilin.retak says:

    seperti yg q alami, aq seperti lilin yg slalu diremehkn di tengah binar lampu-lampu kota….

  3. Arbesdj says:

    pencerahan yang menyejukkan bunda,terkadang saya merasa seperti itu,tapi artikelnya benar2 membuka mata saya..

  4. ysalma says:

    Iya Bund,, penciptaan setiap makhluk itu ada tujuannya,,
    makasih udah mengingatkan ini Bunda sayang..

  5. Sip, sip….. Cocok sekale, Bunda. Semua orang punya unik dan punya arti. Salam hangat!

  6. Buuunnnn, ya, saya sungguh berarti, buat 3 anak saya🙂
    itulah semangat saya dalam segala hal….
    meski kadang orang mencibir pilihan saya ^_*
    tapi biarlah….tiap orang punya definisi penting sendiri2…
    ya kan bun?

    Tulisan bunda selalu mencerahkan hariku…

  7. Iya, Bunda….terkadang untuk seseorang hani hanya seperti api lilin kecil…menyalah saat dibutuhkan kalau nggak ya ditinggalkan…tapi tak apa, karena setidaknya dia tetap membutuhkan Hani….

  8. Sya says:

    Pujian, cacian, penilaian dunia terhadap kita tidak akan mempengaruhi siapa kita sebenarnya. Semoga kita masih terus diberi kesempatan untuk melakukan yang terbaik meskipun terkadang dianggap remeh.

  9. elmoudy says:

    hmm…pesannya ngena dan dalem bunda..
    semoga..aku pun bisa menjadi yakin bahwa aku cukup berarti..setidaknya buat diri sendiri ataupun buat keluarga🙂

  10. gandiwor says:

    Sekedar Info Buat kawan2 sesama blogger,
    Posting juga artikelnya di http://www.sekilasinfo.net, dapatkan vote, link, dan trafict balik keblog kawan. trims

  11. bunda …. kangen dengan bunda,,, masih seperti dulu …. produktif menulis,,, sehat2 ya bunda

  12. Lidya says:

    thanks sudah diingatkan bunda,kadang2 merasa seperti itu🙂

  13. mandor tempe says:

    ah bener banget bunda
    Saya seringkali merasa seperti itu, tidak dianggap dengan apa-apa yang telah saya lakukan. Ternyata saya harus menemukan di ranah mana saya sangat berarti itu

  14. Prima says:

    Buat apa ya bunda terlihat wah di luar, tetapi di dalam kita malah sedih dan kesepian… pengakuan orang tidak akan membahagiakan hati selamanya, semoga saya tidak terjebak pada pengakuan saja ya bunda.. tetapi lebih kepada kebahagiaan diri dan manfaat… amin…

  15. MeyBengkulen says:

    kita ada krn Dia & tak kan prnah ada karyaNya yg sia2.

  16. jumialely says:

    aku tahu aku sangat berarti makanya aku tetap diberi kesempatan menikmati nafas ini

    salam sayang bun

  17. 'Ne says:

    Bunda.. saya suka banget nih tulisan ini..
    kadang kita sebagai manusia memang ada rasa ingin di akui,
    ketika hal itu tidak didapati merasa tak berarti
    nyatanya kita semua memiliki peran dan tujuan masing2 di lahirkan ke dunia ini ya Bunda?
    akan selalu saya ingat ketika merasa tidak berarti, karena saya juga adalah nyala api kecil🙂

    salam hangat di pagi hari😀

  18. Necky says:

    kita semua adalah api-api kecil di tengah hutan belantara yang lebat dengan pepohonan liar. apabila bergabung makaapi-api kecilitupun mampu menerangi lebih banyak orang. blogger adalah api kecil yang tetap konsisten dengan hati nuraninya….

    • Abi Sabila says:

      setuju Pak. sekecil apapun kontribusi yang kita berikan, bila diawali dengan niat yang lurus dan keikhlasan, maka bukan mustahil akan mampu merubah kegelapan menuju terang benderang. Insya Allah.

  19. Tulisan2 Bunda betul2 seperti api kecil itu. Meskipun nyala apinya kecil, tapi melalui tulisan2 Bunda bisa menerangi semua orang. Salam sukses Bunda.

  20. Nchie says:

    Bundaa..hatiku ga pernah ciut..
    Hidupku selalu berarti bagi diriku sendiri..
    Untuk keluarga kecilku..
    Untuk sahabat2 di sekelilingku..
    *semoga*

  21. Masbro says:

    Saya selalu suka dengan filosofi api, meskipun emoh sama panasnya, hehe.. Api kecil di sudut hati bisa menciptakan cahaya, dan memberi banyak warna dalam hidup kita.

  22. dPoer Nchie says:

    Malem bunda..

    Aku pengen jadi api kecilnya..
    biar bisa menerangi rumah bunda yang mati lampu ..

  23. riez says:

    “Tak berkurang saat dunia meremehkan, tak juga bertambah oleh sanjungan mereka karena yang membuat nilai itu berubah hanyalah pribadi orang tersebut.”

    setuju bgt 100%….jangan pernah merasa kecil walau tak diakui karena pengakuan tidak hadir serta merta butuh proses yg lama untuk mendapat pengakuan

  24. mylitleusagi says:

    Bundaaaaaaaaa
    mengunjungi mu di tengah lelah…
    love you bunda…
    aku api keci bunda yakkk
    *ge er sebelum di puji..:P*

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s