Michele Moore by wikipedia

Mungkin kita merasa kesal, muak, dan marah membaca berita-berita di koran: penggelapan pajak, mafia hukum, bentrokan berkekerasan, pemerkosaan, dan banyak lainnya.
Semua seperti menambahi frustrasi dan kesulitan pribadi kita dalam menjalani hidup.
Semua penyelewengan dan persoalan di atas tentu tidak dapat dibiarkan.
Tetapi, secara pribadi kita tetap perlu mempertahankan suasana hati positif bagaimanapun kondisi sosial yang melingkupi kita.

Saya meminjam usulan praktis dari Michele Moore (1999) dan ”the Happiness Habit Team”.
Berdasarkan wawancaranya, Moore menemukan keterampilan dan strategi-strategi dari pribadi-pribadi yang menghadapi banyak kesulitan tetapi tetap dapat mempertahankan suasana hati positif.
Semoga kita dapat memanfaatkan temuan Moore agar dapat tetap memaksimalkan perasaan nyaman di tengah gonjang-ganjing persoalan.

Sikap positif

Yang pertama adalah mengakui perasaan negatif kita, entah itu kesedihan dan kemarahan, lalu menunjukkan kepedulian pada diri sendiri.
(”Pasti marah kalau aku selalu jujur dan—jangan-jangan semua pejabat tinggi—ternyata korupsi. Ya, sudah, tenangkan hati. Dengar musik dulu deh….”)
Kita perlu berupaya untuk tidak ditenggelamkan oleh energi negatif.
Kita menetapkan sendiri bagaimana akan berpikir, merasa dan mengambil tindakan, serta bertanggung jawab penuh atas keputusan kita.

Penilaian negatif sebisa mungkin ditransformasikan dalam tindakan-tindakan positif.
(”Dia menganggap aku seburuk itu, dan dia keliru. Jadi, aku akan tetap dengan sikapku dan tidak perlu dipengaruhi oleh penilaian negatifnya.”)
Atau, kita memfokuskan waktu, energi, dan perhatian pada hal-hal lain yang konstruktif.

Visi positif ke depan

Ini sering kita lakukan, tetapi sesungguhnya kurang konstruktif: mengeluh, mengevaluasi dan ”mencari-cari kesalahan”.

Yang terjadi sudah terjadi dan lebih penting untuk memperbaiki ke depan dengan memfokuskan diri pada visi positif, bukan terpaku pada kesalahan-kesalahan pada masa lalu.

Lebih baik berfokus pada apa yang ingin kita capai dengan memperjelas sasaran dan strategi mencapainya.

Dalam berbagai keterbatasan dan kesulitan, kita tetap perlu punya waktu yang dapat kita nikmati untuk bersenang-senang.
Hal ini sekaligus untuk mengisi kembali energi.
Tidak perlu dengan biaya mahal: bertemu sahabat lama, nonton film dengan anak, naik sepeda, atau bila memungkinkan, mengubah pekerjaan menjadi suatu hal yang dapat dinikmati
(”Ya sudah deh, anggap saja latihan supaya saya lebih mampu melobi”. Atau ”Lihat saja sisi positifnya jadi aku bisa belajar dari dia yang rendah hati sekaligus sangat hebat’.”)

Memperjelas aksi dan capaian

Agar tidak merasa sesak dan tak berdaya, kita perlu merencanakan rangkaian langkah spesifik, yang dirumuskan dengan jelas, dan mensyukuri keberhasilannya.

Membuat daftar tugas dan mengecek capaiannya akan banyak membantu meningkatkan kepercayaan diri dan suasana hati.

Kesulitan dan kekacauan hidup menjadi tanda bahwa kita harus bergerak, mungkin harus mengubah suatu hal atau malahan banyak hal.

Mungkin kita harus mengubah cara kita berpikir, cara kita merasa, cara kita bertindak.

Bukan menyalahkan diri, tetapi demi keterarahan diri pada visi dan capaian ke depan.

(”Kita sudah kerja keras sekali, tetapi ternyata strategi lembaga kita kurang efektif. Kita harus jujur mengakui dan berani mengubah diri.”)

Manfaat dari rasa marah

Kita perlu menemukan manfaat dari rasa marah kita, menyalurkan emosi dan rasa marah menjadi tujuan-tujuan positif.

Kemarahan perlu dipindahkan menjadi energi positif untuk mencari cara yang lebih efektif, memindahkan fokus, mengeksplorasi pendekatan-pendekatan baru, mengembangkan keterampilan berbeda, mengubah strategi bekerja sama dengan lingkungan dan seterusnya.

Kita juga tetap perlu menjadi diri sendiri, hidup dengan nilai-nilai pribadi yang menurut kita baik, dan melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan.

Ketika kita melakukan yang terbaik dan tidak berkompromi dengan kebohongan atau sikap masa bodoh, suara hati kita akan tetap jelas memandu langkah kita pada waktu-waktu selanjutnya.

Orang yang paling dapat mempertahankan rasa nyaman dan bahagia adalah orang yang ”paling peduli dan paling memiliki cinta”.

Cinta di sini bukan dalam arti sempit, cinta romantis atau cinta pada perorangan, tetapi cinta dan kepedulian pada sesama, pada yang lain.

”The happiest people are the most loving people. To be happy, love what you do, love the people around you, love your work and love yourself.”

Berserah

Pada akhirnya kita berserah. Berserah bukan berarti menyerah atau mengambil posisi kalah.

Berserah hanya dapat terjadi ketika kita telah melakukan langkah dan upaya yang terbaik, lalu menyerahkan hasilnya pada yang memiliki kekuasaan jauh lebih besar daripada kita (ikhtiar dan tawakal).

Bila kita hanya mengeluh dan mempersalahkan pihak lain, tanpa melakukan sesuatu yang konstruktif, mungkin kita tidak berbeda dengan pihak yang kita kritik itu.

Berserah dapat dimaknai sebagai tetap mempertahankan tujuan dan nilai hidup kita, tetapi mencapainya melalui jalan dan sarana berbeda.

Kalau kita tidak bisa mengubah negara karena kita bukan penguasa, ya kita dapat menularkan nilai yang kita anggap baik pada keluarga, teman-teman dan lingkungan dekat.

Menyisihkan sebagian penghasilan atau waktu kita untuk mengejawantahkan nilai-nilai positif kita dan memastikan kebermanfaatannya bagi orang lain, sudah pasti akan sangat berguna sekaligus membuat diri sendiri bahagia.

 

 

 

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

33 responses »

Comment navigation

  1. apoirot says:

    luar biasa sekali apa yang dikatakan bunda, saya juga jadi terinspirasi utk menulis blog yang inspiratif, saya baru saja coba melakukannya, mohon dilihat dan diberi komentar ya, terima kasih…(blog saya dalam bahasa inggris)

    di blog ini saya coba mengupas pandangan saya tentang hidup, check it out😀

    http://21offtherecord28.blogspot.com/2011/03/it-owes-you-nothing.html

  2. Masih belajar mengendalikan emosi Bund…dan yang terpenting gak pernah berhenti belajar positive thinking🙂

    Seperti biasa…artikel Bunda sangat inspirative…

  3. Wah, tulisannya sangat inspiratif sekali Bunda. Saya kadang2 masih susah dalam mengendalikan emosi. Semoga dengan membaca artikel2 Bunda, saya bisa berubah dan bisa mengendalikan emosi. Sukses selalu Bunda.

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s