Berurusan dengan seseorang yang hobi berbuat salah. Bagaimana ini?

Ada pro dan kontra tentang hal ini. Saya hanya akan membeberkannya, Anda pribadilah yang menilai mana yang lebih baik.

Jangan bertengkar dengan siapapun tentang hal ini. Janji?!

Kerap kali manusia berbuat salah. Ada yang hanya sekali, itu tidak masalah.

Namun bagaimana jadinya jika mau tidak mau, suka tidak suka, dalam hidup, Anda harus berurusan dengan seseorang yang hobi berbuat salah.

Atau malah bisa jadi Anda sendirilah yang terkenal dengan citra ini, hobi berbuat salah.

Mungkin bukan kesalahan-kesalahan fatal yang Anda (atau orang lain) perbuat.

Mungkin hanya berupa hal yang lagi-lagi ‘lupa’: lupa tepat waktu, lupa kalau ada janji, lupa membawa file-file bahan rapat, lupa tempat menaruh hasil meeting, lupa melunasi utang, dan lupa-lupa lain yang tampaknya sepele namun menjengkelkan.

Ternyata hal yang sepele dan tak berarti menurut kita, bisa jadi sangat penting dan berarti bagi orang lain.

Standar kita tentang suatu hal berbeda dengan standar orang lain.

Mungkin sebuah gambar corat-coret tidaklah terlalu penting bagi Anda, namun bisa jadi hal itu sangat berarti bagi buah hati Anda karena mereka menggoreskannya dengan susah payah.

Jika Anda adalah orang yang hobi berbuat salah, ceroboh, lalai atau apapun namanya, maka apa yang akan Anda lakukan?!

Sekali, dua kali, tiga, bahkan sudah berkali-kali Anda minta maaf.

Anda tahu itu salah, dan Anda jelas ingin berubah, namun kenapa rasanya sulit sekali untuk memperbaiki diri dan berhenti berbuat ‘onar’?!

Atau bisa jadi Anda menghadapi orang yang demikian.

Sudah dimaafkan, eh diulangi lagi, begitu lagi, lupa lagi, bohong lagi, moody lagi, dan sebagainya.

Seseorang yang pasti membuat Anda kesal abis.

Sekarang, semuanya tergantung pada keputusan Anda.

Jika Anda adalah pihak yang selalu dirugikan oleh kecerobohan orang lain ini, memang hanya ada dua pilihan yang bisa Anda putuskan.

Tetap memaafkannya (walau mungkin Anda tahu, dia akan begitu lagi) atau mengakhiri hubungan dengannya.

Semuanya memang tergantung kemurahan dan keputusan Anda.

Anda tidak akan disalahkan atas keputusan yang Anda ambil.

Namun, sebelum mengambil keputusan yang salah, ingatlah satu hal ini, bahwa tanpa sadar, Andapun mungkin juga sering berbuat salah dan menjengkelkan hati orang lain.

Jika Anda berada pada posisi bersalah seperti itu, maka apa yang Anda harapkan?! Maaf dan kesempatan lagi (dan lagi…dan lagi….dan lagi).

Sebuah maaf diberikan lagi dan lagi atau tidak itu tergantung dari seberapa penting seseorang bagi kita.

Kalau seseorang itu penting dan membawa pengaruh dalam hidup kita, maka kita mungkin mau memberinya kesempatan lagi.

Namun, jika seseorang itu tidaklah terlalu penting bagi Anda, maka kebanyakan manusia akan mengakhiri hubungan seperti itu.

Jadi, bagaimana menurut Anda?!

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

39 responses »

Comment navigation

  1. widya says:

    assalamualaikum bunda 🙂

    iya aku juga pernah malah sering ngerasa kaya begitu …. emang sih kadang suka menjengkelkan banget kalau harus dihadapkan sama situasi seperti itu…tapi dengan memaafkan, membuat saya merasa lebih damai dan tentram 🙂

    nice post bunda 🙂

  2. ekaraharja says:

    Ini yang sering saya rasakan..dan saya sadari bahwa hal itu salah…tapi tetap aja hal itu saya perbuat kembali…
    ternyata setelah saya pelajari…
    pertama…bahwa suatu hal yang dianggap salah oleh orang lain adalah karena saya belum bisa memandang hal itu sebagai hal yang penting…sehingga walaupun dengan sepenuh hati bahwa saya tidak akan melakukan kesalahan bagi orang lain dan juga bagi saya, tapi entah kenapa secara default saya melakukannya lagi dan lagi…
    kedua…ketika kesalahan yang dilakukan secara tidak sengaja dan berulang ulang, maka sebenarnya yang salah adalah orang yang mengarahkan orang tersebut kedalam hal yang ternyata bukan hal yang penting baginya..
    sebagai contoh, saya sering mendapati karyawan yang sering berbuat salah ketika mengerjakan editing foto, tetapi ketika Ia disuruh untuk setting komputer, hasilnya lebih dari sempurna…
    Begitu juga dengan saya, keadaan komputer warnet saya kata orang terbilang hebat..tetapi tidak untuk unsur estetikanya…seperti kabel-kabel yang nylonong kemana mana dll…
    Kesimpulannya kita tidak harus membesar-besarkan kesalahan orang lain, karena pada hakikatnya dibalik kesalahan-kesalahannya bisa jadi orang itu mempunyai kelebihan yang akan bermanfaat bagi kita…sehingga kita bisa bersinergi untuk masa depan yang lebih baik…
    Salam kenal Bunda…

  3. Pakde Cholik says:

    1.Dari segi hukum, jika orang melakukan berkali-kali tindak pidana maka dia disebut residivis, bisa-bisa hukuman akan menjafdi semakin berat dan dalam pertimbangan hakim akan disebutkan sebagai hal-hal yang memberatkan ” terdakwa telah berkali-kali melakukan tindak pidana ”

    2. Dari segi agama kesalahan2 itu tentu juga akan dicatat oleh malaikat untuk bahan hisab kelak jika tiba waktunya. Dosa-dosa kecil jangan dianggap remeh lho.

    3. Dalam hubungan dengan manusia, memang ” manusia tak sepi dari salah dan lupa “. Tetapi hendaklah diingat bahwa manusia itu tidaklah sama perangainya. Ada yang mudah memaafkan ada yang memaafkan tetapi tetap mengingatnya, ada yang memaafkan lalu menghindar dari si pembuat kesalahan, dll.
    Selalu memberi maaf itu memang sifat terpuji, namun manusia ya tetap manusia yang sedikit-banyak tentu ” ada yang mengganjal dihatinya”, bukan. Makanya ada orang bilang ” kesabaran itu ada batasnya “, walau kita senantiasa dianjurkan untuk berbuat sabar.

    Salam hangat dati Jombang

    ya Dhe, kalau aneka cara memaafkan diantara manusia sama semua,
    maka hidup malah monoton , gak ada warna warninya🙂
    makanya , alangkah lebih baiknya, jika sudah dimaafkan, ya meningkatkan diri juga, agar gak berkali2 mengulang kesalahan yg sama 🙂
    keledai aja gak mau kejeblos dilubang yg sama berkali2😦
    salam

  4. Oyen says:

    berhadapan dengan orang seperti memang serba salah Bun (Ah, semoga Oyen gak termasuk yang seperti itu), dan buat Oyen, tak akan mengakhiri hubungan, hanya pada hal-hal yang buat Oyen sudah diluar kewajaran, maka itu tak bisa ditolerir lagi, artinya tak akan memberi kepercayaan pada hal-hal yang memungkinkan ia membuat ketelodoran … lebih mencari partner yang lain, karena gak nyaman juga jika sudah berkaitan dengan amanah, yang sudah selayaknya diserahkan pada orang yang layak untuk diandalkan, jika gak mau berantakan… tapi untuk hal yang sepele nurut Oyen, ya gak masalah kita tetep berhubungan… sambil mengingatkan tentunya…

    hehehehehehe… itu pendapat Oyen, yang lain boleh tak sependapat😀

    bunda sependapat dgn Mbak Oyen,
    memaafkan namun tetap memilih yg terbaik bagi diri kita juga ya
    utk kedepannya
    salam

  5. nitnot says:

    salah dan khilaf itu wajar bund… kalo aq akan aq maafkan deh bund…heheheee…

    iya, memaafkan itu mudah kok ya Nitnot🙂
    dan, semoga yg dimaafkan juga mau belajar dr kekhilafannya ..
    salam

  6. TuSuda says:

    karena kesempatan tidak pernah datang lagi yang kedua kalinya..kalau kesalahannya fatal, hal itu hanya bisa dimaklumi, namun tidak bisa lagi diberikan kepercayaan yang sama… 🙂
    Terimakasih bunda…salam…

    setuju,Bli dokter…………….kepercayaan utk dijaga,
    dan hal itu tdk mudah
    salam

  7. tapi kalo saya pribadi bun…saya memahami, mencoba mengerti, mencoba berbicara adakah kesulitannya hingga salah berkali2…jika dalam taraf belajar salah itu biasa ,,,
    jika sudah mahir itu br luar biasa..
    tp setiap manusia tak luput dari kesalahan bun..^^

    orang kayak Putri gini,,besar sekali rasa empatinya🙂
    namun, sayangnya , gak semua orang kayak kita(baca:putri) ,
    ada yg bisa menerima sekali, dua kali bahkan ketiga kali kesalahan,
    namun ada jg yg baru bikin kesalahan sekali, dah gak bisa nerima😦
    mungkin perlu belajar empati ,Put🙂
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s