Etiket di meja makan tak hanya bicara soal tata krama Anda selama jamuan makan atau cara menggunakan alat makan yang tepat.

Table manner juga menyangkut soal pemahaman Anda tentang jenis penyajian makan dan aturan waktunya.

Standar penyajian makan misalnya, terbagi menjadi tiga yakni buffet style, ala carte, dan set menu.

Memahami perbedaan penyajian makan ini akan memudahkan Anda menyesuaikan diri dan tetap menjaga etiket saat makan.

Penyajian makan
* Buffet style
Istilah awamnya adalah prasmanan. Etiket makan untuk model penyajian ini cenderung lebih mudah dijalani.

Pasalnya, Anda bebas memilih dan mengambil makanan yang tersedia di meja prasmanan.

Umumnya, tamu undangan akan makan sambil berdiri.

Nah, karena Anda makan berdiri, biasanya penggunaan alat makan juga lebih sederhana.

Cukup menggunakan sendok saja sudah beretiket.

Justru agak sulit jika Anda menggunakan peralatan makan lengkap, seperti pisau atau garpu jika makan berdiri.

Etiket makan untuk jamuan prasmanan juga tak kaku.

Anda boleh saja memulai makan dengan makanan penutup seperti buah, lalu kembali lagi ke buffet untuk mengambil makanan utama atau appetizer.

“Etiket makan dalam jamuan buffet ini berlaku untuk semua jenis acara, baik dalam resepsi pernikahan, undangan dari klien bisnis, atau jamuan makan bersama teman,”

* Ala carte
Karakter utama penyajian ala carte adalah price per dish atau terdapat harga dari setiap satu menu yang di pesan.

Karakter lainnya adalah makanan dimasak setelah dipesan dan tidak memerlukan menu komplit.

Porsi satu jenis makanan yang Anda pesan cukup besar, jadi tak perlu memesan atau makan lebih dari satu menu.

“Menu dalam penyajian makan ala carte menyebutkan satu jenis makanan beserta harganya. Jadi cukup memesan satu menu saja”

Penggunaan alat makan juga praktis, karena tak banyak menu yang disajikan.

Semakin banyak menu semakin bervariasi alat makan yang disediakan, ini kuncinya

* Table D’hote atau set menu

Penyajian set menu terdiri atas 4-6 menu dan disajikan berurutan dengan jeda.

Etiketnya, Anda tak bisa memilih makanan atau hanya memakan apa yang dihidangkan. Yang juga tak kalah penting adalah penggunaan alat makan harus sesuai.

Set menu lengkap terdiri atas appetizer, soup, entree, sorbet, main course, dessert, dan ditutup dengan coffee & tea.

Atau secara umum, set menu juga bisa saja hanya terdiri atas makanan pembuka, sup, hidangan utama, makanan penutup, dan kopi atau teh.

Nah, biasanya ciri paling mudah dikenali dari penyajian set menu ini adalah meja Anda sudah disediakan peralatan makan lengkap yang tertata rapi, dengan serbet dan sebuah menu yang bertuliskan makanan yang akan dihidangkan dalam jamuan makan set menu tersebut.

“Jika ternyata dalam menu dituliskan makanan yang tidak Anda makan, misalnya saja Anda vegetarian, sementara hidangan yang disajikan adalah daging, maka diamkan saja dan tak usah dimakan. Anda tak bisa memilih makan dengan model penyajian set menu”.

Waktu makan
Waktu makan terbagi menjadi tujuh bagian, mengikuti standar internasional, yakni:
Breakfast, 06.00 – 10.00
Brunch, 10.00 – 14.00
Lunch, 11.00 – 14.00
Hours de Vours atau tea time, 15.00 – 18.00
Pre Dinner atau cocktail, 18.15 – 19.00
Dinner, 19.00 – 22.00
Supper (seperti sahur), 24.00 – 02.00

“Pada beberapa waktu makan terdapat selisih waktu yang sangat dekat, seperti brunch dengan lunch. Inilah standar waktu makan yang berlaku yang juga perlu diketahui terkait table manner.”

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

26 responses »

  1. Rika Riana says:

    wah pencerahan banget ini… dari dulu penasaran bgt sama a la carte style itu apa hehe

  2. Bunda….uwenaaak…nyam-nyam-nyam

    hehehe….yuk, makan yuk Ani sayang🙂
    salam

  3. Sukaaaaaaaaa sekali sama artikelnya…..
    Bunda emang T-O-P deh…..

    terimakasih ,Rika utk apresiasinya pd tulisan ini🙂
    bunda jg sukaaaaa deh dgn kunjunganmu,Rika🙂
    salam

  4. didot says:

    kalau di indonesia ada ala rame2 ya bunda??😀

    iya Mas Didot, si prasmanan itu🙂
    salam

  5. nh18 says:

    Artikel yang seperti ini ….
    Tidak ada yang mengalahkan Bunda Ly …
    Artikel seperti inilah yang selalu saya pujikan selain artikel lainnya tentu …

    Artikel ini cuma Bunda Ly yang punya … tak ada yang lain …

    Salam saya Bunda Ly

    😳 terimakasih Mas Enha utk apresiasinya pd tulisan ini🙂
    salam

  6. Kakaakin says:

    Ooo… ternyata beda-beda ya… Saya baru paham nih.
    Taunya cuma set menu yang sering saya lihat di drama Korea, semua makanan dikeluarkan dalam waktu yang bersamaan. Jadi mirip warung padang😀

    korea dgn padang memang gak beda jauh Kak,
    sama2 suka makanan penuh bumbu🙂
    salam

  7. Asop says:

    Bagi mahasiswa, kalo gaya buffet dan gratisan, pasti langsung diembat.😆

    gak usah mahasiswa ,Sop
    bunda juga mau tuh …hehehe…😀😀
    salam

  8. Waduh terima kasih banyak infonya.
    Info ini sangat bermanfaat, apalagi buat saya yang udik ini. Pegang garpu saja saya tidak becus di tambah embel-embel lainnya. Kalau boleh di buat postingan bagaimana menggunakan peralatan makanan serta tata cara table manner dan lainnya. Terima kasih sebelumnya.

    duh, Mas Dahrun….🙂
    untuk kita sih, yg terbiasa makan dgn tangan, gak masalah kok🙂
    namun, memang perlu juga sih tau sedikit saja ,
    gak perlu terlalu dikhawatirkan, kalau gak becus.🙂
    toh, masing2 negara memang punya ciri budaya sendiri2

  9. Wah saya belom pernah bun…baru prasmanan doang…kapan2 traktir saya ya biar saya juga pernah, dan sekalian bunda ngajarin saya jadi saya ga perlu malu…***ditunggu undangannya ya bun***

    Peluk sayang….

    Devi

    yuk …yak…yuk… 😛
    kapan nih, kita bisa pergi makannya sama2 , Devi🙂
    (peluk sayang )
    salam

  10. TuSuda says:

    kalau waktu makan tersebut bisa terjadwal dengan baik dan teratur, rasanya tubuh kita terasa lebih segar dan bugar ya..
    Salam …

    pinginya kan kayak gitu ya Bli,
    serba teratur , namun kadang kesibulan bikin kita suka makan terlambat😦
    salam

  11. zico says:

    jadi inget dulu waktu saya masih sekolah di SMKN 3 Bogor bagian tata boga ada istilah ala carte, buffet… terus sebagai tambahan ada russian service dan american service dari segi pelayanannya…..

    iya memang benar hal2 seperti ini bisa dipelajari dlm bidang tata boga
    atau food and beverage ya Zico🙂
    salam

  12. Pakde Cholik says:

    Alhamdulillah saya sudah mengalami semuanya. Yag penting harus dipahami alat apa dipakai kapan ya bund.

    Salam hangat dari Surabaya

    ya, kalau Pakdhe, mesti dah tau ya🙂
    salam

  13. Ann says:

    Jadi dapet ide nih, kapan2 saya jadiin bahan tulisan saya.
    Ma kasih Bunda

    alhamdulillah, bunda tunggu tulisanmu, Ann🙂
    salam

  14. IndahJuli says:

    pernah makan ala set menu, tapi lebih sering buffet, lebih murah😀


    selain lebih murah, juga lebih banyak pilihannya ,
    dan kitapun bisa mengatur selera makan kita, sesuai dgn yg dibutuhkan ya InJul🙂
    salam

  15. Yang Ala Carte belum pernah Bund, belum ada yang ajakin soalnya he he he he
    (ngarepin gratis mulu, sih :D)

    Paling suka yang Buffet, maklum doyan makan, he he he

    kalau buffet, kita bisa menakar makanan sesuai dgn kebutuhan kita ya Hani🙂
    (peluk sayang)
    salam

    • Seringnya yang set menu, tapi selalu udah kenyang di akhir apalagi kalau penutupnya haris pake wine segala, cuma melotot aja “makasih banget” he he he

      hehehe…………..wine??, biar gratis pun………”no, thank you” …………..
      salam

  16. fitrimelinda says:

    waahh..aq belom prnh nyoba set menu neh bun..biasa makan di rumah mkn padang sih..hehehe..

    Makasi bunda buat infonya,semoga berguna dkemudian hari..🙂

    jangan keseringan makan nasi padang ,Fitri
    nanti kolesterol lho:mrgreen:
    salam

  17. marsudiyanto says:

    Saya bagian yang mencicipi aja Bun…
    Yang belajar teorinya biar asisten saya saja.
    Saya ikutan yang lainnya😀

    selesai mencicipi, kasih tau bunda yg mana yg paling enak ya Pak Guru😛
    salam

  18. selain itu di tempat saya kalo hajatan nikah selain model buffet, ada lagi model “piring terbang” apa itu yg dimaksud ala carte?

    ‘piring terbang’ tuh maksudnya , gimana ya Hafid ?
    salam

  19. Masbro says:

    Saya jarang2 ada di tempat yang maemnya pake model gitu Bunda. Sama kayak si Lozz Akbar, seringnya di lesehan, hehe..

    ya , lesehan di negeri kita itu paling nimat ya ,Aim:)
    salam

  20. biasanya kita cuman kenal buffet & ala carte doang deh , jarang sih nemu yang set menu mah. paling cuma ada di jamuan khusus, hotel ama di fine dining restaurant aja … pernah dulu makan pake set menu, ribet aah .. hehehe, mending juga lesehan …. makan nasi timbel ..*yummy*

    hehehe…memang makanan indonesia paling simple ya Fey🙂
    salam

  21. muhammad says:

    thank infonya…
    jadi bisa nyenangin istri nih…

    maksudnya mau mengajak istri makan ala fine dining ya ?
    salam

  22. alamendah says:

    (Maaf) izin mengamankan KEEMPAX dulu. Boleh, kan?!
    Tipsnya tentang makan sip banget, Bunda. Meskipun saya lebih sering makannya di Warteg dan sejenisnya.

  23. lidya says:

    sepertinya bunda sudah ahli ya,saya perlu byk belajar

    ahli sih gak kok, Lidya
    cuma kebetulan pernah mempelajari hal ini🙂
    salam

  24. Lozz akbar says:

    wah gagal lagi deh jadi yang pertama komen disini.. kalau saya penganut tipe lesehan Bunda….

    hahaha……lesehan memang enak ya Akbar……….
    tradisi indonesia banget ………🙂
    salam

  25. Mood says:

    Saya taunya cuma makan ala prasmanan / buffet style, itupun cuma ditempat hajatan😀
    Thank infonya Bund, jadi tau lebih setelah membaca disini.
    Salam saya.. .

    benar sekali, bayak hajatan yang memakai bufet style ini ya Mood🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s