Setiap orang pasti ingin didengar.

Itu sudah menjadi sebuah kebutuhan penting.

Tentu Anda ingin juga suara Anda diperhitungkan dan dimengerti oleh orang lain.

Selama ini Anda merasa sudah mendengarkan orang lain, lalu mengapa mereka tidak mendengarkan Anda?

Beberapa orang, sepertinya mampu menarik perhatian orang saat ia bicara di depan muka banyak orang meski isi omongannya tak terlalu penting.

Tetapi mengapa, ketika Anda bicara hal yang penting, tak ada yang mendengarkan Anda?

Menurut John Gray, PhD, pengarang Why Mars and Venus Collide mengatakan, ada sebuah keahlian tertentu agar bisa didengarkan oleh orang lain.

Semuanya dimulai dengan mencoba mengerti bagaimana orang lain bereaksi terhadap Anda.

Berikut beberapa tipsnya:

1. Saat Anda sedang berada dalam sebuah debat atau diskusi, dan Anda ingin menyampaikan isi pikiran Anda, perhatikanlah apa reaksi orang lain.

Apakah mereka mencoba mengalihkan pandangan mereka? Apakah mereka menginterupsi atau tidak menunjukkan antusias saat mendengarkan pendapat Anda.

Jangan langsung menghakimi bahwa mereka bukan pendengar yang baik. Bisa saja masalahnya adalah cara Anda.

Coba tilik dulu diri Anda, apakah ini karena Anda sering dinilai sebagai orang yang “merasa paling tahu segalanya”, atau saran Anda terdengar seperti kritik.

Jika masalahnya pada Anda, jelas saja lama kelamaan orang lelah mendengarkan Anda bicara.

Sebelum Anda bicara dan lawan bicara tidak menanyakan pandangan Anda coba tanyakan, “Apakah Anda ingin mengetahui apa pandangan saya?” atau “Saya punya pandangan berbeda, mau tahu enggak?”

2. Saat Anda berbicara, perhatikan respon lawan bicara,

apakah mereka langsung mengecek Blackberry mereka dan membuat Anda merasa sedang menghabiskan waktu mereka?

Penting untuk Anda bisa mengikuti kecepatan bicara orang lain. Ada sebagian orang yang bisa tahan dengan gaya bicara yang panjang, kronologis, dan penuh canda, tetapi ada pula yang tak tahan dan hanya bisa menerima pesan dalam bentuk singkat alias langsung ke inti.

Perhatikanlah kecepatan seseorang berbicara dan coba ikuti, jika Anda bicara terlalu lambat dengan orang yang biasanya bicara cepat, pikirannya akan berkelana. Begitu pun sebaliknya.

3. Apakah teman-teman Anda bias pendapat dari apa yang Anda bicarakan?

Menurut Gray, kebanyakan wanita suka melampiaskan isi hatinya tanpa bermaksud begitu.

Wanita seringkali ber-“curhat” hanya untuk mengeluarkan unek-uneknya, bukan berarti minta pendapat atau masukan.

Ini seringkali dilakukan untuk mengurangi stres dan penat.

Namun, beberapa orang, khususnya pria, menganggapnya sebagai sebuah lemparan beban yang harus diatasi segera.

Karena itu, jika Anda memang ingin menumpahkan isi hati yang bukan berarti permintaan bantuan, katakan sejak awal. Katakan bahwa ia tak perlu menawarkan solusi, cukup mendengarkan saja.

4.  Bagaimanapun, Anda tak akan salah dengan menunjukkan ketertarikan saat seseorang sedang bicara kepada Anda supaya mereka merasa dianggap penting.

Artinya, semakin Anda mendengarkan, makin tinggi kemungkinan Anda untuk didengarkan.

Salam

Referensi : psychologinet

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

48 responses »

Comment navigation

  1. iya bund kaya istri saya, dia suka kesel kalao dia lagi cerita terus sayanya cuek aja malah ngelamun g respon paling dia ngambek hahaha

    duh, jgn dicuekin gitu dong akh !
    salam

  2. wi3nd says:

    yah menjadi pendengar yang baik🙂

  3. Yes!
    Setuju aku, Bun!
    Belajar menjadi pendengar yg baik!

    Pelajaran pertama yg kita peroleh dari dunia ini adalah belajar mendengar. Mendengar degup jantung dan desir darah Bunda ketika dalam kandungan. Mendengar monolog dan lagu solo Bunda ketika menjelang tidur. Mendengar suara halilintar, rantang jatuh, pring pecah dll ketika Bunda dlm tragedi rumah tangga. Jadi, sampai sekarang pun kita kerap mendengar banyak suara di dalam kepala, walau telinga kita tutup rapt-rapat.
    Cek deh!

    Giranglah mendengar hati-hati bicara.
    Lidah mudah keseleo walau tak bertulang
    Keseleo tulang, kita yg sakit dan mudah diobati
    Keseleo lidah, orang lain yg sakit, sulit obatnya.

    Aku punya tiga artikel menarik ttg telinga dan mata. Cek deh!
    http://tertiga.wordpress.com/2009/11/12/berpikir-lintas-mata-telinga-1/

    Salam Damai Bun!

    ya Maren, kita hrs belajar mendengarkan dulu kalau ingin didengarkan ya🙂
    ok, nanti bunda sempatkan mampir kesana
    salam

  4. Bening says:

    kalau wawancara atau dialog di TV kayaknya banyak yang gak mau dengerin, semua pengin ngomong sampai presenternya senyum2.

    Salam hangat dari Surabaya

    kayaknya semuanya pingin ngomong,
    lantas siapa yang mendengarkan ya😦
    salam

  5. smoga bhasil ku aplikasikan, amin…

    bunda ikut urun doa saja ya🙂
    salam

  6. tunsa says:

    saya malu menatap langsung…hehe

    agar ada kontak mata , yg menandakan kita mendengarkan mereka yg bicara Ari🙂
    salam

  7. Pakde Cholik says:

    1. Dalam berkomunikasi dengan orang lain ada saat menerima dan saat berbagi. Kalau kita hanya ngomong panjang lebar dan tak mau mendengarkan orang lain maka orang itu akan sebel juga. Apalgi jika yang kita omongkan itu menyangkut :

    – keluhan2 kita
    -kehebatan2 kita
    -kejelekan2 orang lain
    Gak akan lama, pasti orang akan bosan dengan omongan kita yang hanya itu-itu saja.

    2. Penting bagi kita untuk menyesuaikan kelas omongan kita dengan lawan bicara kita. Jika berhadapan dengan Cak Ngaderi ya gak usah ngomongin soal global warming atau Asian Free Trade atau ZEE Cak Ngaderi pasti akan pamitan ” Saya tak mengairi sawah dulu ya mas, sudah 3 jam nih ngobrolnya ”

    3. Demikian pula jika kita berceramah atau khutbah. Jangan bertele-tele karena mereka akan berangkat ke sorga rame-rame…alias molor.

    Terima kasih tipnya yang bermanfaat.

    salam hangat dari Surabaya

    harus tau kapan mendengarkan dan didengarkan,
    juga maklum dengan khalayak audience nya ya Dhe 🙂

    ngomong2 sampai 3 jam ngobrol sama Cak Ngaderi , ngomongin opo tho Dhe ? xixiixix…..
    salam

  8. wardoyo says:

    Pembicara yang baik sebelumnya pasti pendengar yang baik..
    Salam bunda.

    karena telah tau , bagaimana rasanya didengarkan ya Mas🙂
    salam

  9. Kakaakin says:

    Saya juga sering “mendengarkan” teman dan sering kali sok2an ngasih saran. Padahal mungkin saja mereka hanya perlu didengarkan saja ya, Bunda…

    bener Kak, bunda jg suka kayak gitu,
    padahal mungkin mereka hanya ingin didengarkan saja ,
    tanpa perlu diberi saran😦
    salam

  10. alamendah says:

    Sering kali kita terlalu egois untuk bicara tanpa melihat lawan bicara kita sudah siap atau belum, mau atau tidak, tertarik atau tidak…

    bener banget, kita hanya memikirkan diri sendiri😦
    salam

  11. andinoeg says:

    dengarkan, pahami baru utarakan apa yang ada dalam pikiran kita entah itu pertanyaan, sanggahan atau pendapat

    setuju sekali ,Andi.
    dengan demikian komunikasinya jd nyambung ya🙂
    salam

  12. dedekusn says:

    Tips nya hebat2 bunda… terima kasih.
    Mudah2an kedepannya kualitas pembiacaraan kita lebih bagus & bisa bermanfaat bagi orang lain & kita juga.
    Semoga juga kita bisa menjadi pendengar yang baik disaat orang lain menyampaikan pendapatnya.

    pingin banget kayak tips2 ini ,Mas Dedekusn🙂
    bunda msh belajar jadi pendengar yg baik nih🙂
    salam

  13. tapi saya agak gak bisa menjadi pendengar yg baik, sebenarnya saya mendengarkan dg baik, hny saja mata saya olengkan, gak melihat si pembicara,,,

    Waktu persiapan lomba karya tulis sampai dinasihati sama sang pembimbing akan hal itu. Tp ya mau gimana lagi. Saya plg gak bisa menatap mata orang. Hehehe. Nanti pikiran saya jadi macam2.

    ^^

    hahaha…kenapa sih , gak mau natap lawan bicara?
    padahal khan yg ditatap ketika bicara jadi tau, bahwa kita memang mendengarkan, bumi🙂
    salam

  14. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    ——

    Kalau di kelas bund, kalau aya maju ke depan. Semua mata dan teliga terarah padaku. (sombong.com)
    Terutama jika subjek pelajaranya PKN, bahasa Indoneisa, English, debat,,haduh..semua lgsg terarah..
    ^^
    Tp, jika saya prsentasi masalh bisnis, dulu, semuanya pada mainan hpe..
    ——
    bunda mau juga dong dengerin kalau Bumi lagi ngomongin English….🙂
    salam

    صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد – صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

  15. Lozz akbar says:

    Mendengarkan juga bisa nambah ilmu loh Bun…

    bener banget ,Akbar🙂
    salam

  16. an says:

    Bagus bunda!
    Tetapi dalam sebuah forum ada hal lain yg menyebabkan pendapat kita tidak di dengar.
    Salah satunya adalah ketika seseorang menganggap pendapatnya yang paling benar.
    *pengalaman pribadi :mrgreen: *

    wah, kalau udah kayak gitu sih, sulit juga ya An,
    masalahnya dia mengganggap dirinya paling benar,
    repot jadinya,
    apapun gak akan ditanggapi😦
    salam

  17. saidiblogger says:

    hmm.. nambah satu lagi.. keraskan suara.. suara yang keras bisa berpengaruh terhadap perhatian orang2..😀

    betul juga sih, tp mosok sih mesti teriak terus🙂
    salam

  18. isil says:

    yups bener banget bunda..itulah wanita,mereka cukup untk d dengarkan.stlah itu plong..
    Mksh postnganya bund..
    Sil jd introspeksi diri,apakah sudah menjadi pendengar yg baik?
    Ataukah sering bcra,yg membuat org tidak nyaman?
    Salam kangen bunda..

    yuk………….kita belajar jadi pendengar yg baik .Sil🙂
    salam kangen juga Sil sayang………….
    (peluk rindu)
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s