Sebuah keset mengeluh pada temannya yang adalah sekuntum bunga mawar segar.

Berikut percakapan mereka:

Keset: “Aku iri padamu. Setiap pagi kamu dipetik, diberi air, kadang dicium oleh para wanita cantik karena keharumanmu. Setiap orang mengagumi warna merahmu yang indah. Sedangkan aku? Aku diinjak-injak setiap hari. Tak ada seorang pun yang memandang, apalagi menghargaiku. Mereka hanya menggunakan aku untuk membersihkan alas sepatu mereka yang kotor.”

Bunga Mawar: “Keset, kamu dan aku memang berbeda. Kamu memiliki fungsimu sendiri, demikian juga dengan aku. Kalau aku dipilih untuk mempercantik dan mengharumkan ruangan, maka para manusia itu memilih kamu untuk tujuan lain.”

Keset: “Aku tak melihat ada kegunaan baik dari diriku. Lihat saja diriku! Penuh dengan kotoran lumpur dan debu. Aku bosan terus menerus begini.”

Bunga Mawar: “Siapa bilang kamu tak berguna? Coba sekarang kamu lihat ruangan sekelilingmu! Debu maupun tanah yang biasanya melekat di dasar sepatu orang-orang itu tak sampai mengotori ruangan. Dan semua itu karena siapa? Karena kamu. Karena jasamulah ruangan ini bisa tetap bersih.”

Keset: “Ii..iya sih, tapi lihat aku kan yang jadi kotor…”

Bunga Mawar: “Keset yang kotor masih bisa dicuci dan dibersihkan lagi. Selain itu, kamu juga selalu ada di ruangan ini sepanjang waktu karena kamu memang dibutuhkan. Lain dengan aku. Aku tidak bisa dicuci. Sekali layu, aku akan dibuang begitu saja. Tidak setiap saat aku bisa berada dalam ruangan ini. Aku hanyalah sebuah hiasan, bukan kebutuhan.”

Sejak mendengar penjelasan panjang lebar dari si mawar, keset mulai menegakkan kepalanya dan berbangga hati.

Meski diinjak-injak setiap hari, namun dia tahu bahwa dia tetap memiliki guna.

Bagaimanakah dengan Anda?

Apakah saat ini Anda merasa sedang dipandang remeh oleh orang lain?

Apakah keberadaan Anda jauh dari sorotan?

Jangan khawatir!

Meski tak dipandang, tetap lakukan tugas Anda sebaik-baiknya, sebab akan tiba waktunya dan pasti ada harga dari segala jerih lelah.

Semangat!

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

One response »

  1. Hmmm…. Sangat menyentuh, Bun. Tidak ada yang remeh di dunia ini, sekecil apa pun itu. Makasiiiiih……🙂

    ya Etik, seremeh apapun terlihat, ternyata msh sangat bernilai ya🙂
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s