"Gye nyame", Adinkra symbol meaning ...

Image via Wikipedia

 

S, perempuan muda yang baru bergabung dengan suatu lembaga, bercerita,

”Saya punya banyak cita-cita masuk ke kantor ini. Apalagi namanya dikenal baik di luar. Tapi saya kaget sekali ternyata di dalamnya kok sangat berbeda ya. Ada beberapa orang yang menurut saya negatif sekali, sepertinya kerjanya mencari-cari kesalahan pihak lain dan bicara kasar. Rasanya langsung hilang percaya diri berhadapan dengan mereka dan ingin kabur saja”.

Karena saya orang baru, saya tidak berani bicara macam-macam. Dari pembicaraan dengan staf yang lain, sepertinya yang lain sudah capek dan tidak peduli karena tidak ada yang dapat dilakukan. Apalagi atasan dekat dengan mereka. Makanya, saya heran kok yang lain membiarkan saja sikap mereka yang kasar dan menyakitkan itu, misalnya bercanda yang merendahkan. Saya cukup shocked ternyata suasana kantor seperti ini.

Minggu lalu saya tiba-tiba ditegur atasan atas laporan mereka. Padahal sebelumnya saya sudah memperoleh izin keluar kantor setengah hari karena mengurus ayah saya yang sakit. Terus terang saya tertekan sekali. Saya tidak ingin kehilangan pekerjaan, tapi rasanya ingin menyerah saja, tiap hari deg-degan, tidak sanggup bekerja dalam suasana seperti itu.”

Sumber stres

Sering di lingkungan kita menemukan ”orang-orang sulit” seperti yang dialami S.

Bila hanya bertemu sesekali, misalnya karena dia berasal dari divisi lain, atau dia rekan kerja dari lembaga lain, kita mungkin dapat meminimalkan dampak agar tidak mengganggu suasana hati sehari-hari dalam beraktivitas.

Tetapi situasinya tidak semudah itu bila kita sehari-hari bertemu bahkan harus bekerja sama dengan mereka.

Selain batin tertekan, unjuk kerja mungkin juga jadi menurun karena kita sulit berkonsentrasi akibat terguncang dan kehilangan kepercayaan diri.

Konsep ”kekerasan dalam rumah tangga” sesungguhnya menampilkan fenomena serupa ketika orang terdekat tidak menjadi sumber dukungan sosial, tetapi justru menjadi sumber ketegangan dan kesulitan hidup.

”Orang sulit”

Kita tetap perlu berefleksi tentang hal-hal yang dapat atau perlu diperbaiki dari diri sendiri.

Tetapi untuk menenangkan batin yang kehilangan keseimbangan, kita juga perlu mencari kemungkinan-kemungkinan penjelasan mengapa ada orang-orang tertentu yang menjadi ”sulit” dan ”menyulitkan kehidupan orang lain”.

Bila mereka tampil demikian dalam banyak situasi sehari-hari, tenangkan hati dan katakan, dia berlaku demikian kepada semua orang.

Jadi persoalannya kemungkinan besar bukan ada pada diriku, tapi ada pada dia sendiri.

Kita dapat mencari penjelasan-penjelasan lanjutan yang menenangkan, seperti mungkin di rumah dia dididik seperti itu, atau dia banyak masalah, atau sesungguhnya dia kurang percaya diri lalu mencari-cari kesalahan orang lain, dan sebagainya.

Setidaknya upaya mencoba mengerti membuat kita merasa lebih berdaya dan tidak harus menempatkan diri dalam posisi inferior atau korban.

Tetap santun

Tidak perlu termakan dalam permainan rekan kerja yang sulit bekerja sama.

Ketika kita kehilangan kendali, misalnya dengan ikut marah, membalas bicara kasar, atau sebaliknya menangis tak berdaya, kita mungkin akan lebih sulit mengendalikan situasi untuk masa-masa selanjutnya dan suasana kerja juga makin tidak nyaman.

Akan baik bila kita tetap tenang, bersikap sopan dan bicara santun.
Sikap yang tepat bukanlah ikut-ikutan agresif atau pasif menelan perlakuan buruk orang lain

Bila kehilangan kata-kata untuk menjawab, tetap bersikap tenang tanpa harus banyak bicara.

Justru dalam situasi demikian, orang-orang lain akan memberikan penghargaan.

Juga bisa jadi rekan kerja yang sulit tadi jadi ”kehilangan gaya” dan malu hati sendiri.

Dukungan sosial

Sambil kita memetakan situasi, kita juga mulai mencari dukungan sosial.

Idealnya kita dapat bekerja sama dengan baik dengan sebanyak mungkin orang.

Tetapi dunia nyata sering tidak ideal, jadi tidak ada gunanya memaksakan diri untuk dekat dan menyenangkan semua orang.

Upayakan berhubungan dengan orang-orang yang tidak terjebak dalam permainan in-group/ out-group dalam kelompok.

Bila situasi tidak memungkinkan karena rekan-rekan kerja sudah telanjur terpilah, kita dapat meluangkan waktu lebih banyak dengan kelompok yang membuat batin merasa lebih tenang, tanpa harus terjebak terlalu dalam pada gosip-gosip dan percakapan yang tidak konstruktif.

Bukan tidak mungkin, sikap yang matang juga akan membuat kita memperoleh akses lebih dekat pada atasan atau orang-orang lain yang berpengaruh di tempat kerja.

Biasanya kita akan memperoleh lebih banyak informasi mengenai tempat kerja kita, siapa yang berpengaruh, bagaimana posisi para staf, dan langkah apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki situasi.

Tegas dan asertif

Sikap yang tepat bukanlah ikut-ikutan agresif atau pasif menelan perlakuan buruk orang lain, tetapi tegas dan asertif.

Bila posisi kita lebih lemah, misalnya kita orang baru, lebih muda, berposisi lebih rendah, hal ini memang lebih sulit untuk dilakukan.

Tetapi dengan bekal dukungan sosial, sikap yang tenang, dan unjuk kerja yang maksimal, kita dapat belajar bersikap lebih asertif dan tetap sopan.

Katakan, misalnya, ”Maaf bisakah kamu menyampaikan kritik dengan cara lebih baik? atau ”Pasti ada kebenaran dari sudut-sudut pandang yang berbeda. Saya sudah mendengarkan pandangan Anda. Jadi, bisakah sekarang saya menyampaikan pandangan saya?”

Bagaimanapun, suasana kerja yang nyaman juga menjadi tanggung jawab atasan.

Bila situasi memungkinkan kita dapat memberi masukan tanpa harus terkesan bergosip, mengadu, atau mencari pembelaan.

Pada akhirnya kita juga perlu berpikir jauh ke depan. Siapa tahu dengan pikiran tenang kita melihat banyak sisi positif dari tempat kerja kita.

Di tempat lain, bisa jadi kita juga menghadapi situasi yang sama.

Bila tak tahan dan mau meninggalkan pekerjaan, kita perlu mempersiapkan diri dengan menemukan yang baru.

Jangan sampai kita menciptakan lebih banyak persoalan untuk diri sendiri dan keluarga akibat keputusan yang diambil secara kurang bijaksana.

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

60 responses »

Comment navigation

  1. bakal sulit nih, tapi tipsnya keren jadi tau caranya ngatasin “orang sulit”😀

  2. way46 says:

    biarlah orang sulit menjadi penyakitnya dia sendiri yang penting kita ga…n enjoy aja

  3. Rita says:

    Bener,
    aq jd term0tivasi, soal nya aq jg berkerja di lingkungan yg seperti itu.
    Ad kala ny shock berat kal0 lg parah ny.
    Btw ini bs jd masukan bwt aq.
    Thx y..😀

    alhamdulillah, jika bisa utk masukan, agar lebih baik lagi Rita🙂
    salam

  4. vi^^ says:

    Nice Share, bunda ^___^

    yang sulit itu harus dipelajari agar menjadi mudah,heheh

    Pertama x berkunjung ke rumah mayanya bunda..

    Salam kenal

  5. vi^^ says:

    Nice share Bunda…Pertama berkunjung ke blog bunda nih ^___^

  6. Vera_Tolis says:

    Biasanya orang-orang sulit seperti itu…adalah cerminan dari hati yang terbelenggu, sehingga kita menjadi tempat pelampiasannya. Disetiap tempat kerja pasti ada yg seperti itu….ya kan ?

    ya bener banget, biasanya krn ada luka atau ketidakbahagiaan di hatinya😦
    salam

  7. Asop says:

    Doakan aja semoga mereka yang ‘sulit’2 itu bisa jadi ‘mudah’.🙂

    amin, amin ya Rabb……
    salam

  8. ded says:

    Memang sulit ya Bun, menghadapi orang seperti ini. Tapi memang ada kok di dunia kerja dan banyak ditemukan…..semoga teman kita S tabah menghadapinya.

    semoga juga kita bukan jenis orang yg kayak gini ya Ded🙂
    salam

  9. orang sulit mang selalu bikin sulit, kalo dah sulit pasti berbelit, akhirnya kita sendiri yang ikut sulit. terus gmn kalo dah sulit? hehehehe,,,, mau komentar kok sulit

    hahha…………Heru ini kok ada2 aja sih…😀😀
    salam

  10. Debby says:

    orang sulit jangan diperlakukan dgn sulit, jangan dianggap sulit supaya dia saja yang sulit😀

    hahaha……benar juga nih Debby ………😀
    salah satu solusi yg jitu ………
    salam

  11. guskar says:

    nyaman tidaknya di tempat kerja, menurut saya, ditentukan oleh perasaan kita saja.
    nikmati saja keanekaragaman sifat dan karakter teman2 kantor kita🙂

    jangan mudah terpengaruh dgn suasana yg bikin bete ya Gus🙂
    salam

  12. munir ardi WP says:

    pasti ada saja dalam lingkungan kerja atau tempat tinggal orang seperti diatas “sulit” . terimakasih sudah memberi tips menghadapinya bunda

    mudah2an kita bukan orang yg sulit itu ya Mas🙂
    salam

  13. julicavero says:

    ini tips yg bagus bunda,,saya setuju dan sependapat, karena memang sering kali kita temui orang yg sulit begitu

    mudah2an kita bukan orang yg sulit itu ya Jul🙂
    salam

  14. ejawantahblog says:

    Kelebihan orang yang berfikir dan beragama itu adalah bagaimana ia memanfaatkan keutamaannya itu pada saat masih berkuasa dan bergelimang kenikmatan, dan bagaimana memaksimalkan seluruh kesabarannya pada saat sulit dan diuji ya Bun ?

    Terimakasih atas sarannya Bun !

    Dengan Mengatasi Permasalahan Yang Kecil; Maka Kita Dapat Mengatasi Permasalahan Yang Besar.

    Sukses selalu untuk Bunda

    Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”

    setuju, apapun dan bagaimanapun keadaannya,
    tetap berusaha agar bermanfaat bagi orang lain, gitu ya Indra🙂
    salam

  15. […] yang tidak terlalu banyak karena factor koneksi yang tidak terlalu mendukung untuk jauh berkelana. Menghadapi ‘Orang Sulit’, kalau ingin tahu caranya baca aja tulisan tersebut yang diposting oleh bundadon’tworry. Pada […]

  16. yayat38 says:

    tips yang menarik Bun.
    Selalu ada keknya di setiap lingkungan dimana kita ada dan terlibat. Masing2 karakter berbeda. Ada yang sulit dan sudah menjadi karakternya sehingga perubahan hanya ada pada yang dia hormati. Kita yang harus menjadi salah satu yang dihormatinya (disegani) oleh sikap kita.
    Trims sekali Bun … jujur mengingatkan saya ke seseorang neh … sama-sama orang sulit jadinya berantem🙂

    iya bener Kang, tipe orang kayak gini selalu ada dimana2 ya🙂
    kitanya yg hrs berani menunjukkan pd mereka dgn tegas ya Kang,
    bahwa kita gak terpengaruh dgn sikap mereka🙂
    salam

  17. citromduro says:

    orang yang suka usil, dan mungkin bisa dikatakan suka cari muka jangan sampai dimusuhi juga jangan terlalu dekat karena akan membahayakan kita sendiri
    menurut saya biasa-biasa saja bunda dalam menghadapi orang seperti itu karena memang itu adalah bagian dari isi dunia yang menjadikan kehidupan ini indah karena penuh warna

    jadinya, gak usah terlalu direken gitu ya Mas🙂
    boleh juga nih sarannya🙂
    salam

    • citromduro says:

      saya pernah mengalami hal seperti cerita diatas, ada yang suka lapor meskipun apa yang dikerakan sesuai prosedur tapi laporan ditambah atau dikurangi,
      tapi alhamdulillah sekarang berkat komunikasi setiap hari hal tersebut tidak terjadi lagi

      salam dari pamekasan madura

      terbukti komunikasi yg efektif,
      mampu menyelesaikan permasalahannya ya Mas🙂
      salam

  18. tips hebat, Bunda sayang …
    orang-orang sulit seperti ini harus segera diluruskan dengan cara kita bersabar dan berpositif thinking ke dia … emang udah bawaan kalii …
    hehe😀
    di kelas Denuzz juga ada orang semacam ini …

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

    jangan dijauhi ya Burhan🙂
    justru diberi pengertian, dgn tindakan tegas dr kita🙂
    salam

  19. Brotoadmojo says:

    Kalau kata Harriet Beecher Stowe mungkin begini Bunda: ” Jika Anda berada ditempat yang sulit dan segala sesuatu menentang Anda sampai-sampai Anda merasa tidak akan mampu bertahan lebih dari semenit lagi, jangan pernah menyerah karena justru itulah tempat dan waktu ketika gelombang akan berbalik.”

    Situasi yang mau tak mau harus dihadapi, tapi pasti ada hikmahnya…🙂
    Terimakasih Bunda

    akh, terimakasih Mas Broto.
    kata2 yang ditulis oleh si Harriet ini bener2 memotivasi ya🙂
    salam

  20. joe says:

    di manapun kita berada pasti akan ada situasi seperti itu ya…

    bener banget, mereka juga menambah warna hidup kita ya Joe🙂
    salam

    • Iir says:

      Hmmm artikel yg ok. tapi sayang bentar lagi udah mau pensiun. tapi ngak apa better late than never ya kan?!

      Iiiiirrrrrrrr………happy banget gw……….
      😀😀
      kayak mimpi…..rasanya………
      apa kabar? gak lagi ngigow khan loe……hahahaah..
      mampir disini ……… bikin happy ..happy bangetsz………😀😀
      terus kapan dunk, kapan???
      salam

  21. edda says:

    iya bunda,, nice artikel,, bisa jd renungan🙂

    Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya Edda sayang🙂
    salam

  22. Nissa Dwi says:

    bunda…saya suka dengan postingan ini. mengena banget buat nissa.

    nissa orang baru di kantor. ada orang sulit juga di sana. terkadang berlaku semena2 juga, termasuk ngomong kasar. hehehe.kadang ngrasa jengkel jg, tapi mau gimana lagi. masa mau bales. sama2 jelek nanti.

    untung ada postingan bunda. jadi nissa ngrasa lebih adem.😀.
    “harus tegas dan asertif. oke deh…”. trims ya

    wah, kalau marah sih janganlah Nisa🙂
    biarlah tunjukkin aja, kalu Nissa bisa lebih baik dr si orang ini🙂
    salam

  23. iiN greeN says:

    ya Bunda, apa yang ada di lingkungan memang tidak selamanya akan sama seperti yang kita mau, begitu pun untuk orang-orang di sekitarnya.. Saya termasuk orang yang tidak dapat membantah & membuat orang kecewa, jd kadang saya malah rela buat orang seneng walau resikonya jadi agak ngelembur buat nyelesaiinnya.. :d

    -salam bun-

    duh, kok Iin , baik banget sih ?
    tapi, jangan mau kalau sering di’ kerjain’ gitu dong ya Iin,
    sekali2 perlu juga ditunjukkan , kalau Iin tuh juga bisa tegas🙂
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s