Siapa sih yang tak suka barang diskon?

Semua tentu suka, namun hati-hati!

Jangan sampai tertipu dengan diskon bohongan seperti yang satu ini.

Selagi asyik memperhatikan deretan koleksi sepatu merek kesayangan, Dina dikejutkan oleh tepukan hangat seorang pelayan toko.

“Bu, dengan berbelanja minimal Rp50.000,- di toko kami pada hari ini, ibu akan mendapatkan voucher belanja gratis Rp50.000,-. Hanya untuk hari ini lho bu”.

Mata Dina segera berbinar begitu mendengar tawaran menggiurkan tersebut.

Namun, matanya kembali meredup saat ia mendapati bahwa voucher tersebut baru bisa digunakan pada pembelian kedua dengan pembelanjaan minimal Rp200.000,-.

Pernahkah Anda mengalami kejadian serupa yang dialami Tina?

Maunya irit, eh malah tambah boros.

Menurut Dan Ariely, PhD, pengarang buku terlaris PREDICTABLY IRRATIONAL, setidaknya ada 4 jebakan pemborosan yang mesti diwaspadai saat melakukan transaksi.

Apa saja ke-4 godaan tersebut? Kita simak bersama yuk!

1. Bonus gratis

Belajar dari kejadian yang menimpa Dina, Ariely menyarankan agar kita berhati-hati dengan kata ‘gratis’ ini.

Sebab menurutnya, para produsen memang gemar menawarkan beragam paket penjualan yang diiming-imingi bonus gratis, seperti gratis ongkos kirim, beli 2 gratis 1, gratis undian doorprize/ voucher setelah pembelian minim dengan nominal tertentu, dan sebagainya.

Tawaran ini membuat para pembeli berpikir bahwa bonus yang disediakan benar-benar gratis, padahal nilainya sudah diperhitungkan dan diakumulasikan ke dalam label harga yang tertera.

Kata-kata ‘gratis’ ini sering menjebak para konsumen dalam ketakutan ‘tak mau rugi’ sehingga mereka akhirnya malah mengeluarkan uang lebih demi mendapatkan yang gratis itu.

2. Tawaran aji mumpung

Katakanlah Anda sedang melaju ke salon langganan untuk sekedar merapikan rambut.

Sejumlah budget sudah dianggarkan, cukup untuk ongkos potong saja.

Begitu tiba di sana, dengan semangat yang tinggi, tukang potong menawarkan paket hemat: potong dan creambath cuma tambah Rp20.000,-.

Jika tak berpatokan pada keputusan asal, uang Rp20.000,- itu bisa melayang sia-sia melalui lembutnya pijatan di kepala yang hanya berlangsung 10 menit saja.

Padahal biasanya dengan uang Rp20.000,-, Anda bisa membeli sebotol shampo yang bisa dipakai lebih dari 2 bulan.

3. Makin banyak, makin murah

Anda sedang mencermati tarif yang tertera pada produk buah kalengan;

250 gram – Rp10.000,
500 gram – Rp17.500,
1000 gram – Rp 30.000.

Hmm, kondisi ini pun membuat pikiran melayang, “Beli yang besar jauh lebih murah. Bisa dipakai untuk pesta koktail berikutnya nih…”
Jika awalnya yang dibutuhkan hanyalah yang berukuran mini, maka godaan di balik penawaran ‘makin banyak, makin murah’ bisa membuat Anda membeli lebih dan tentunya membayar lebih juga.

4. Lebih dari yang dibutuhkan

Penelitian Ariely menunjukkan bahwa manusia memiliki kecenderungan takut ketinggalan zaman.

Ketakutan ini membuat manusia menghabiskan uang lebih untuk sesuatu yang bahkan belum tentu dipahaminya.

Contoh ponsel, jika Anda ingin membelikan ibunda tercinta sebuah ponsel, maka belilah yang sesuai kebutuhan, kesanggupan, dan dana.

Membelikan ponsel berkamera dengan resolusi tinggi jelas hanya membuang uang, apalagi jika ibu Anda bahkan tak tahu bagaimana caranya mengambil gambar.

Tentu saja, semua keputusan kembali pada Anda dalam menghadapi berbagai tawaran menarik yang menghampiri.

Namun, bila mau tegas dan berpikir sejenak sebelum mengatakan “ya” pada tawaran-tawaran yang menggiurkan ini, kita bisa menghemat banyak rupiah.

Siapa tahu melalui rupiah demi rupiah yang bisa ditabung itu, Anda dan suami berhasil membeli rumah sendiri atau mobil baru? Ayo, hidup hemat!

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

35 responses »

Comment navigation

  1. citromduro says:

    takut stock habis bunda, makanya diborong selagi ada
    “bagi yang ada tabungan”

    dan, tetap aja boros ya Mas🙂
    salam

  2. Kakaakin says:

    Lebih baik memilih yang diskon 50% dibanding beli satu gratis satu kan, Bunda…🙂

    bingung jawabnya, mungkin 50% pun, sebelumnya harganya dah dinaikin juga Kak😦
    salam

  3. aman deh…

    sekarang saya ga suka belanja bun…

    belajar sama anak-anak,
    mereka saja bisa mengekang keinginan mereka untuk punya mainan bagus, meski hati ini menangis pengen banget ngebeliin, …mereka rela membuat sendiri dari barang bekas…punya sepatu sama tas juga kalo belum jebol gapernah merengek minta beli, meski kanan kirinya sudah terkelupas…masih saja terus dipake.
    gimana saya mau tega bertas biru bersepatubiru, bertasmerah bersepatumerah?
    Masih belum bisa kasih alasan yg jelas ketika saya punya bros 10-ribuan bermacam-macam, beli lagi dan beli lagi….arrrgghhh….ini juga belanja namanya ya bun…. ^_^

    love you bun….

    ya iyalah, itu khan tandanya kalu Devy berhasil mengajarkan mereka hal2 yang baik,
    krn anak khan cerminan ortunya🙂
    walau seringnya kita juga belajar dr anak2🙂
    love u 2
    (* peluk eart*)
    salam

  4. wi3nd says:

    untungnya i’m not sophaholick bunda

    jadi suka ndak ngaruh ama sale sale kaya getuh😀

    mau dirayu kayak apa juga ndak tergoda

    hiks….tapi kemarin ke bali, bunda gak diajak sih…hiks …..😦
    salam

    tapi klu wat jalan2 a.k.a travelling baru dach:mrgreen:

  5. Oyen says:

    yah, strategti marketing emang2 macem2 Bun, malah kadang yg akhirnya menghalalkan segala cara, termasuk melakukan pembohongan publik…

    konsumennya yg mesti lebih bijak lagi

    terimakasih Bun, salam peluk erat😀

    kitanya kudu yg bijak ya Mbak Oyen
    Senengnya dipeluk Panda yg udah kurus…..🙂
    (* peluk sayang*)
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s