Setiap orang tentu pernah merasa iri pada keberhasilan yang dicapai oleh orang lain.

Jangan lantas merasa bersalah dan menganggap diri sebagai orang yang paling jahat.

Tidak.

Anda tidak jahat, karena perasaan iri sebenarnya bukanlah sesuatu yang salah.

Justru malah aneh jika Anda tidak pernah merasa apa-apa jika melihat ada orang sukses.

Entah karena total apatis, tidak ada keinginan untuk maju atau Anda sibuk menipu diri bahwa hidup Anda sudah berkecukupan.

Iri yang sehat adalah jika iri itu Anda salurkan untuk memacu diri lebih baik lagi, ketika Anda menjadikan iri sebagai pemacu semangat.

Iri yang Merusak


Iri juga bisa merusak diri dan orang lain, jika penyalurannya adalah hal-hal negatif.

Misalnya, disadari atau tidak, Anda jadi suka menyindir teman yang lebih sukses.

Atau bahkan menggosipinya.

Atau menyalahkan bos yang “buta” dalam memilih karyawan.

Lebih parah lagi, jika Anda mulai menjelek-jelekkan teman Anda itu, karena tidak rela kalau banyak orang mengaguminya.

Iri dapat menjadi kronis, ketika Anda lebih banyak menghabiskan waktu untuk berpikir buruk tentang rekan kerja, meratapi betapa malangnya nasib Anda dan betapa tidak adilnya dunia.

Apalagi jika Anda sampai menelantarkan kerja, merusak karier, keluarga, dan hasil jerih payah selama ini untuk memenuhi kepala Anda dengan mencari cara bagaimana menjatuhkan rekan yang sukses itu.

Jika Anda tidak dapat mengucapkan selamat dengan tulus kepada orang lain yang sukses, berarti taraf iri Anda sudah mendominasi diri.

Mengelola Rasa Iri


Namanya juga manusia yang tak pernah luput dari salah, maka perlu melakukan sesuatu agar rasa iri yang Anda rasakan di tempat kerja bernada positif.

1. Jujur kepada diri sendiri, mengakui kalau Anda iri pada seseorang.

Percayalah, tanpa mau mengakui kalau Anda iri, masalahnya tidak akan menjadi lebih baik.

2. Ubah pendapat “Apa sih hebatnya dia?

Lebih pintar juga saya, yang lebih baik kerjanya juga saya,” dengan ” Apakah ada yang bisa saya perbaiki dari diri dan kinerja saya sehingga saya dapat sesukses dia”.

Jika melulu melihat kesuksesan orang lain sebagai suatu kebetulan dan orang yang sukses itu sebenarnya tidak pantas mendapatkan kesuksesannya, maka Anda membiarkan diri, energi, waktu terbuang untuk memusingi orang lain. Ketimbang untuk berkonsentrasi dengan diri sendiri.

3. Jangan pernah beranggapan bahwa ketidaksuksesan adalah nasib.

Anda sendiri yang menentukan hidup Anda.

Self pity, meratapi nasib, apalagi sampai menyalahkan orang lain untuk kegagalan diri, tidak akan mengubah “nasib” menjadi lebih baik.

Sebaliknya, semakin sering menempatkan diri sebagai loser, semakin Anda kehilangan kepercayaan diri, semakin Anda tidak berkonsentrasi dengan kerja, semakin buruk kinerja dan hidup Anda.

4. Ingat lagi, apa yang membuat Anda ingin bekerja di kantor.

Mungkin karena Anda menyukai pekerjaan Anda, atau karena pekerjaan ini tidak menuntut jam kerja panjang.

Apa pun alasannya, Anda harus memfokuskan diri pada kinerja Anda sendiri.

5. Jika bertanya dengan baik, bukan tidak mungkin orang yang sukses akan membeberkan rahasianya.

Dengan demikian, Anda dapat belajar dari resep sukses mereka.

Yang perlu diingat, tidak harus memfoto kopi pribadi orang lain untuk menjadi sukses.

Anda mungkin meniru kerja kerasnya, tapi bukan berarti harus memakai baju atau bergaya bicara yang sama dengannya.

6. Buat record hasil kerja,

per minggu, per bulan, per semester, per tahun.

Sehingga Anda punya bukti, sejauh mana sebenarnya kinerja Anda.

Jika yakin dengan keberhasilan Anda, tunjukkanlah pada atasan.

Tanyakan kepada atasan, apa yang dia pikirkan tentang kinerja Anda, mengapa Anda belum juga naik tingkat.

Diskusikan juga apa kriteria kenaikan gaji dan jabatan perusahaan.

Tidak semua atasan tahu detil produktivitas karyawannya, karena itu Anda sendiri yang mesti mengambil inisiatif.

7. Kalau benar-benar yakin sudah diperlakukan secara tidak adil

oleh perusahaan (bukan orang yang Anda iri), mungkin waktunya berpikir untuk pindah kerja.

Nasib tidak akan berubah hanya dengan iri terhadap rekan kerja lain dan kesal dengan perusahaan.

Salam.

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

38 responses »

Comment navigation

  1. hellgalicious says:

    tips ini keknya cocok deh buat saya bunda
    saya bookmark ah

    Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya Mas Hellga🙂
    salam

  2. wi3nd says:

    tenyata ada iri yang menyehatkan🙂

    *bunda emang mangstab dach dengan tip2nya😉

    duh, Wi3nd , cuma sekedar mencoba berbagi kok😳
    salam

  3. nadiafriza says:

    hmm saya sekarang ngerti nih kenapa banyak yang ngelink ke postingan2 bunda🙂

    iri itu penyakit hati.. jadi susah2 gampang buat ngehilanginnya bun. tapi emang harus ngubah dari diri sendiri sih. ga mungkin kan orang yang lebih berprestasi kita suruh buang prestasinya..

    ya Nad, penyakit hati itu buruk sangat dampaknya,
    ‘bagi kita maupun orang2 disekitar😦
    salam

  4. nandini says:

    Setiap orang memiliki cerita hidupnya sendiri.. saya tidak heran dengan keberhasilan orang lain, cukuplah saya telah memanfaatkan modal yang Allah berikan pada saya untuk berusaha dengan baik dan jujur, biar sisanya Allah yang kerjakan.. saya tidak perlu melihat siapapun sebagai perbandingan. Begitulah Dini Bunda sayang.. *hugs*


    duh, hebatnya prinsipmu Dini,
    hal seperti inilah yg bisa jadi contoh utk bunda yg lain,
    Semoga kita termasuk orang2 yg selalu bersyukur
    dengan segala yg dianugerahkanNYA,
    tdk ingin memiliki yg bukan milik kita ya Dini🙂
    salam

  5. Laki-laki Biasa says:

    Like this!🙂

    thank you!🙂
    salam

  6. makasih ya bun…emang bener ya ngedumel2 di belakang tuh capek…sekarang enjoy saja deh…
    Maklum, PNS …

    Dimanapun, pasti ada perlakuan tdk adil yg kita terima…
    Tapi rahasia Allah amat hebat buat kita

    salam bun…love you…

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s