View Image

Seringkali kita harus percaya (bertumpu) pada insting kita.

Banyak hal di dunia ini yang memang tidak masuk akal.

Banyak hal juga yang tidak seperti kelihatannya.

Oleh karena itu, kita perlu melihat jauh melampaui apa yang dapat kita lihat.

Saat pasangan Anda malah tampak asyik berjalan-jalan ke mall, padahal ibunya sedang sakit keras, apa yang akan Anda pikirkan tentang dia?

Sekilas pada awalnya, Anda pasti kecewa. “Ibu sakit, kamu kok malah asyik jalan-jalan ke mall si mas…” Mungkin demikian pikiran Anda.

Anda berpikir dia tidak peduli.

Lalu, pikiran Anda merambat ke mana-mana dan kekecewaan terus berlanjut.

Sampai suatu ketika, Anda mendapati dia menangis tersedu-sedu di dalam mobil, sendirian.

Anda baru menyadari bahwa pasangan Anda ternyata bukanlah orang yang dapat menyalurkan kesedihan dengan baik.

Dia tidak tahu harus bagaimana untuk melampiaskan dukanya.

Contoh di atas hanyalah salah satu contoh bahwa apa yang terjadi kerap kali tidak seperti yang sebenarnya.

Kita sebagai manusia kerap tertipu oleh mata, apa yang kita lihat dan penilaian kita sendiri.

Oleh sebab itu, seringkali kita perlu mendengar dan mempercayai hati kita, insting kita, lebih dari mata kita sendiri. Dengarkan hatimu!


Seorang bijak berkata, salah satu cara untuk mengetahui apakah tindakan kita sudah benar atau malah salah adalah melalui rasa damai.


Jika kita melakukan sesuatu dan kemudian timbul rasa sesal, bersalah, tidak enak, sedih atau perasaan negatif lainnya, maka besar kemungkinan apa yang kita lakukan itu salah. Demikian juga sebaliknya.

That’s why, Listen to your heart !

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

41 responses »

Comment navigation

  1. […] pernah menyakiti hati dan belajarlah melihat yang tak terlihat seperti yang dikatakan […]

  2. joanna says:

    kadang2 kita memang perlu berdiam diri sejenak untuk mendengarkan suara hati kita. Karena suara hati kita itu begitu lembut sehingga mudah utk mengabaikannya, tetapi juga begitu jelas sehingga tidak mungkin keliru🙂

    sepakat sekali dgnmu Joanna, mungkin kita perlu melatihnya agar mampu mendengarkan suara hati kita sendiri ya🙂
    salam

  3. Lucky dc says:

    Banyak hal di kehidupan ini yang sifatnya “fatamargona”. Hal-hal ilusi yang ada di dunia ini banyak sekali, itulah fungsi akal dan hati (perasaan) yang diberikan oleh Tuhan untuk digunakan oleh manusia itu sendiri😉

    itulah kenapa kita sebaiknya mendengarkan kata hati kita ya Lucky
    salam

  4. […] ini saya terus berfikir dan merenung tentang sebuah artikel dari Bunda terkasih yang berjudul “Melihat yang tak terlihat” pesan yang terkandung didalamnya begitu jelas bahwa “apa yang kita lihat sebenarnya belum […]

  5. Nandini says:

    lho.. gambar yg sama jadi postingan yg berbeda di tangan dan hati yg berbeda.. hihi..
    yg sulit di dunia ini ya mencoba untuk melihat yg tak terlihat.. dan mendengar yg tak terdengar ya bun..😉

    Selalu saja Nnadini jeli menafsirkan suatu tulisan🙂
    Dini cantik yg smart…………… (* peluk sayang*)🙂
    salam

  6. nadiafriza says:

    aaaa Bunda, fotonya bagus2🙂

    melihat dengan hati.. kadang hati kita bahkan lebih tau kebenaran daripada indera kita

    betul Nad, dan kita kudu berlatih menggunakannya🙂
    salam

  7. Aldy says:

    My heart never say anything, of course i can’t hear too😆

    so……… you just hear what you hear ,Mas Aldy🙂
    itu tandanya Mas Aldy selalu mendengarkan yg baik2 saja🙂
    salam

  8. anung says:

    iya sih bunda, ada orang-orang tertentu yang memang nggak bisa ungkapkan perasaannya, kalo sedih nggak bisa ngungkapkan dan kalo marah kadang langsung banting pintu, lempar tas dll nggak bisa ngungkapkan juga kemarahannya, itu termasuk kelemahannya ya bunda?repot juga sih kalo ngehadapin orang gitu.

    biasanya dihadapi dgn kesabaran, dgn cara membiarkan dia sendirian dulu,
    mungkin bisa ikut membantunya🙂
    salam

  9. Mungkin sebagian inilah yang kita perlukan yang namanya Ilmu ya Bunda….

    ya Mas Budi, ilmu yg perlu dilatih terus ,
    agar terbiasa🙂
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s