Served and you’ll be served.. Love and you’ll be loved.. Accept and you’ll be accept.. Give and you will receive….


Sebenarnya jika mau dilengkapi, kalimat di atas bisa berbuntut panjang.

Namun, intinya hanya satu, lakukan terlebih dahulu apa yang Anda ingin orang lain perbuat bagi Anda.

Sebuah film PAY IT FORWARD mengajarkan tentang hal ini secara nyata.

Jika Anda ingin orang lain bersikap baik pada Anda, maka terlebih dulu bersikap baiklah terhadap mereka.

Jika Anda ingin dihormati oleh anak anak Anda, maka terlebih dulu hormatilah mereka sebagai pribadi yang utuh (walau mereka masih kecil sekalipun), demikian juga dengan para pembantu yang melayani Anda.

Jika Anda ingin diperlakukan dengan baik, maka perlakukanlah orang lain dengan baik pula.

Kalau mau diteruskan, maka akan ada banyak ‘jika-jika’ yang lainnya.

Namun, memang ada kalanya, kita diuji untuk melenceng dari niat baik kita.

Ada kalanya segala kebaikan dan ketulusan yang kita lakukan pada seseorang tidak berbuah hal yang sama.

Tetangga tetap saja sirik, padahal kita sudah ramah.

Suami tetap saja kasar, walau kita sering mengalah.

Anak-anak tetap kurang ajar, walau kita sudah memberi mereka banyak kebebasan.

Jangan menyerah!

Ingatlah, bahwa jagung tidak tumbuh dalam semalam.

Tiap benih kebaikan yang Anda tabur pasti akan membuahkan hasil.

Anda hanya harus bersabar.

Jika bukan sasaran kebaikan Anda, maka orang lain-lah yang akan membalas segala kebaikan Anda.

Namun, hal yang sama juga berlaku dengan yang namanya kejahatan.

Jadi, pilih saja benih yang baik untuk ditabur, supaya Anda menikmati kebaikan pula.


Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

59 responses »

Comment navigation

  1. hellgalicious says:

    postingannya memberikan motivasi buat saya bundaaaa

    Alhamdulillah, semoga benar2 bermanfaat Mas🙂
    salam

  2. anna says:

    betul banget bunda..
    terkadang kita belum2 udah mikirin ‘return’-nya ke kita..
    belum2 sudah negatif thinking dulu dengan apa yang akan kita dapatkan sesudahnya..

    tapi,
    seharusnya kita berbuat baik atas dasar keikhlasan..
    sekeras batu, jika ditetesi air terus menerus.. pasti akan tergerus juga

    dan, ketika kita melakukan sesuatu hanya krn
    mengharap ridhaNYA,
    kita gak akan kecewa ya Mbak🙂
    salam

  3. orange float says:

    semua dimulai dari diri sendiri, mau dimulai dari kebaikan atau kejahatan

    dan, yg bisa menilai kita baik atau gak, tetap orang lain ya Yuli🙂
    salam

  4. BlogCamp says:

    Saya tak bisa menjadi orang yang terlalu baik bunda.
    Kalau tersinggung saya ya muka berak lho.
    Kalau ada yang ngeyel tanpa alasan saya tak segan2 semprot dia.

    Itu dulu waktu masih dinas, sekarang saya sudah mulai baik kok.
    terima kasih pencerahannya.
    salam hangat dari Surabaya

    whaa………….untung aku kenal PakDhe sekarang……:D
    kalau dulu sih, aku takyut……….. 😦
    Padahal sih PakDhe sebenarnya baik hati dr dulu, aku yakin itu kok🙂
    salam

  5. ningrum says:

    benar Bun, kuncinya tetap sabar.. jika orang yang kita beri kebaikan tidak membalas kita dengan kebaikan, mungkin orang lain yang akan membalasnya.. kita memang hanya perlu bersabar🙂
    salam sayang buat Bunda

    karena ketika berbuat kebaikan, kita tdk pamrih,
    hanya ikhlas lillahi ta’ala,
    jadi kita tdk kesal🙂
    salam

  6. mawarsendu says:

    si sendu datang kembali bunda, tengah mencari dirinya yang hilang di sana

  7. nanaharmanto says:

    Salam hangat, Bunda…
    Dulu saya selalu diajarin orang tua untuk selalu berbuat baik pada sesama tanpa pamrih, tanpa mengharap pujian.
    Wah, ternyata susah Bunda…
    ..kadang saya sebel kalau orang lain tidak mengucapkan terima kasih..
    ..kadang saya menggerutu kalau saya lihat barang yang saya pinjamkan ternyata tidak dirawat dengan baik, dan kembali dalam keadaan rusak.. (berarti saya belum tulus)
    Saya masih harus banyak belajar menjadi orang yang lebih baik lagi..

    Bunda juga dulu pernah seperti itu,
    suka jengkel dgn orang yg gak mau ngucapin terimakasih.
    namun, alhamdulillah, sekarang mulai ngerti,
    ternyata apa yg kita lakukan dan anggap baik,
    belum tentu orang lain menganggapnya sama dgn kita ya Mbak Nana🙂
    salam

  8. munir ardi WP says:

    what you give you get back setuju sekali bunda mari menabur benih kebaikan agar mendapat kebaikan pula

    kalau gak sekarang, pasti nanti ada saatnya kita menerima apa yg kita tabur ya Mas🙂
    salam

  9. aldy says:

    Barangkali sesekali perlu juga koreksi diri Bunda, mungkin saja kita beranggapan kita melakukan yang baik, tetapi apakah kategori itu berlaku untuk yang lain ? may-be not.
    Contoh :
    Bunda membuat sayur asem yang menjadi kesukaan bapaknya anak-anak, tetapi pada hari itu kebetulan (maaf, hanya contoh ) beliau mual-mual, apakah sayur asam tersebut masih yang terbaik ? mungkin jawbannya bukan. Yang baik mungkin teh hangat…. (siitttt, wong tou kok diajari…*)

    whaaaaa………………..diinget terus deh, yg bunda salah bikin sayur asem dulu ya ……. (*ngambek*)😦

    koreksi diri memang kudu dilakukan ya Mas Aldy🙂
    dan, yg bisa menilai kita baik atau gak, hanya orang lain.
    salam

  10. ceuceu says:

    ya.. harus sabar ya Bun.. kadang kala, tingkah anak-anak adalah ujian kesabaran bagi saya.. juga tetangga atau teman.. dan tulisan ini mengingatkan saya untuk tetap bisa menabur kebaikan bagi siapa saja.. makasi Bunda…

    iya Ceu, bundapun masih terus mencoba belajar agar lebih sabar lagi🙂
    salam

  11. Abdi Jaya says:

    iya ya bun, kebaikan yang kita lakukan akan dibalas Allah pada waktu yang tidak kita duga, jadi memang tidak boleh menyerah dan selalu ikhlas dalam berbuat kebaikan…🙂

    berbuatlah sesuatu apapun hanya dgn niat lillahi taalaa ya Bang
    insyaaallah semua yg baik2 akan kembali juga pd diri kita🙂
    salam

  12. wardoyo says:

    Setuju banget dengan bunda. Perbuatan baik selalu kembali kepada pelakunya dengan hasil yang lebih baik.
    Hanya pendusta yang tak pernah mempercayai orang lain.

    apa yg kita tabur, itulah yg akan kita tuai ya Mas🙂
    salam

  13. monda says:

    lama2 bete juga bunda kita udah baik2 kok tetap aja orang itu nggak berubah, terus diapain lagi ….

    kalau memang gak bisa berubah juga,
    yah sudah ….tinggalkan saja,
    masih banyak kok orang lain yg baik……🙂
    Salam

  14. Yang menjadi pertanyaan saya Bunda, seberapa baik kita itu di nilai dari orang lain atau diri kita yang menilai?

    mestinya sih penilaian dr orang lain,
    kalau kita yg menilai diri sendiri,
    yg kelihatan biasanya hanya yg baik2 saja, Mas🙂
    salam

  15. Ria says:

    walaupun film pay it forward ini endingnya sedih tapi aku suka banget sama filmnya bunda…mengarkan bagaimana kita bisa merubah dunia dari hal terkecil dan untuk mewujudkannya jangan pernah menyerah🙂

    bunda juga sampai beberapa kali nonton film ini,
    saking sukanya walaupun sedih ,Mbak🙂
    salam

  16. Deka says:

    Saya baik kok bunda, tannya aja ibu saya kalo gak percaya. hihihihihih

    kok kalau bunda tanya sama yg bening2,
    jawabannya beda2 ya ,Mas:mrgreen:
    salam

  17. dhila13 says:

    seberapa baik saya? sy tidak tahu bun…

    bunda tau Dhila………….
    Dhila adalah orang yg kaya hati dan baik hati serta penuh kasih sayang🙂
    salam

  18. oke banget bunda, mari menjadi privadi yang baik.. gitu kan bun? bunda mang top markonah, Eeee… salah, top markotop maksudnya, hehehe ^^

    masih selalu berusaha kesana, Mbak Oyen……….
    Mbak Oyen juga top markotop🙂
    salam

  19. Adi says:

    Mantaph bunda😀 smg benih2nya tumbuh subur. .

    penuh dgn anugerah kebaikan ya ,Adi🙂
    salam

  20. ariefien says:

    absen aj bunda… lma ga BW…🙂

    apa kabar Mas Ifin?
    semoga selalu sehat ya .
    teimakasih sudah disempatkan mampir disini🙂
    salam

  21. TYrips here, for the first time!!!

    “Ingatlah, bahwa jagung tidak tumbuh dalam semalam”
    tapi bila terus terawat dengan baik oleh sang penanam, jagung itu akan tumbuh dengan sempurna dan bisa menjadi jagung yang berguna bagi yang menanamnya..,hehe
    “Jadi, pilih saja benih yang baik untuk ditabur, supaya Anda menikmati kebaikan pula.”
    Dan itulah kesimpulannya yang sangat keren dari penulis.

    juga komentar yang keren dr Richard🙂
    salam

  22. udienroy says:

    Betul bunda, kita mesti membiasakan berbuat baik terlebih dulu ke ORANG lain, dan sebaiknya tidak perlu mengingatnya. SELAMAT MALAM Bunda

    Selamat malam juga,Mas Udin.
    salam

  23. pemberian yang tanpa pamrih kalo tak berbuah hal yg sama sudah semestinya kita bersikap sabar. dan sesungguhnya dibalik segala peristiwa mengandung hikmah, jadi bersyukurlah….
    artikel yg bermanfaat bunda…🙂

    betul sekali, krn kita berbuat sesuatu hanya mohon ridhaNYA saja🙂
    salam

  24. nh18 says:

    Pay It Forward

    Lakukan kebaikan … sambung menyambung …

    Itu sebuah film klasik yang sarat makna …

    Thanks Sudah mengingatkan kembali Bunda Ly

    jadi, mirip MLM dlm kebaikan ya Mas Enha🙂
    salam

  25. karzanik says:

    memberi lebih baik daripada menerima….
    wah jadi inget lagu dmasiv nih..jangan menyerah..
    syukuri apa yang ada..hidup adalah anugrah…..

    setuju banget ,Karz.
    hidup adalah anugerah yg patut disyukuri🙂
    salam

  26. Yah… menanam kebaikan maka tumbuh kebaikan, tetapi kalo pupuknya salah ya gak jadi, seharusnya pupuknya adalah keikhlasan diganti dengan pamrih ya sama ajah boong…

    Salam bunda Lily…

    menanam kebaikan tetap hrs dgn sabar ya Mbak Heny dan ikhlas
    salam

  27. mantapp bunda..
    kita harus selalu bersikap baik kepada siapapun.. sepp..

    insyaallah, mari kita usahakan semaksimal mungkin ya🙂
    salam

  28. itempoeti says:

    malu rasanya kalau harus menilai kebaikan diri sendiri…😉

    setuju ,Mas.
    biarlah orang lain yg menilai diri kita ya🙂
    salam

  29. vandick says:

    saya orang baik lho bunda, dan tidak sombong.
    *butuhpengakuan wkwkwkwk

    pastinya begitu Van, bunda juga yakin lho🙂
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s