Pada waktu masih kecil, kita diajarkan untuk berbagi, demikian juga dengan Anda bukan?

Masih ingatkah Anda saat sebungkus permen ada di genggaman Anda?

Kemudian ibu Anda meminta agar permen itu dibagi dengan teman-teman sepermainan Anda, yang saat itu sama-sama asyik bermain di teras rumah Anda.

Pada awalnya Anda tentu menggerutu, karena sebenarnya Anda sudah punya rencana sendiri kapan menghabiskan semua gula-gula manis itu.

Akhirnya rencana Anda kandas, dan harus rela berbagi dengan teman-teman Anda.

Namun dari sebuah hal kecil itu Anda belajar hal yang besar, ‘berbagi’.

Butuh jiwa besar dan ketulusan untuk berbagi dengan sesama.

Apalagi jika pada awalnya kita sudah menyusun rencana matang yang mungkin sudah sejak lama berputar-putar di otak Anda.

Giliran rencana sudah akan dijalankan tiba-tiba semua harus berubah karena orang lain.

Hmm…pilihan yang sulit memang.

Harus menikmati kebahagiaan sendiri atau membaginya dengan orang lain.

Menurut Anda mana yang lebih membahagiakan?

Ketika Anda berhasil mengikuti semua rencana Anda dan mengabaikan teman Anda, atau rencana Anda harus diubah dan Anda memutuskan untuk berbagi kebahagiaan tersebut?

Kembali pada kisah sebungkus permen di masa lalu.

Bayangkan jika Anda memakan semua permen itu sendirian.

Semua permen akan masuk ke perut Anda, sangat lama dan begitu nikmat.

Tetapi yang terasa dari setiap permen yang masuk ke mulut Anda hanyalah gula yang manis.

Berbeda halnya jika Anda berbagi dengan teman-teman Anda. Tidak hanya gula saja yang lumer di mulut Anda.

Kebahagiaan, persahabatan, rasa percaya, setia kawan, dan kenyamanan semua lumer menjadi satu di dalam hati Anda menciptakan kebahagiaan yang lebih dari sekedar mengikuti semua rencana Anda.

Sungguh luar biasa memang arti sebuah kebersamaan.


Jika sendirian Anda merasa bahagia, terlebih lagi ketika kebahagiaan itu dibagi.

Bukan malah habis, namun kebahagiaan itu akan semakin berlipat ganda.

Ya itulah ajaibnya sebuah kebahagiaan yang dirasakan bersama.

Untuk itu, bagikan kebahagiaan yang Anda rasakan pada teman di kanan kiri Anda, pada keluarga, rekan, atasan atau orang asing yang baru Anda kenal di jalan, sopir Anda, bapak pengayuh becak atau penjual makanan.

Rasakan betapa bahagia itu berlipat ganda seperti amoeba.

Yang dibelah bukan semakin habis, namun semakin banyak.

Selamat berbagi🙂

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

63 responses »

Comment navigation

  1. itempoeti says:

    keinginan untuk berbagi hanya dimiliki oleh mereka yang mencintai dan menyayangi sesama…

    sesama manusia dan sesama ciptaanNYA…

    betul sekali, ketika berbagi itulah sesungguhnya kita bisa merasakan kebahagiaan
    salam

  2. muamdisini says:

    persahabatan bagai kepompong…
    merubah ulat menjadi kupu-kupu…

    indahnya persahabatan ya bunda

    haha…….kok jadi lagu terus sih Mas😀
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s