Anda tahu bagaimana caranya menangkap seekor kepiting?

Cukup gunakan sebatang bambu, tali, dan batu.

Buat alat pancingnya dari bambu yang diikat tali, sedangkan batu diikatkan pada ujung tali satunya.

Setelah itu, ganggulah kepiting yang Anda incar dengan mengayunkan dan menyentakkan batu itu dekat si kepiting.

Ketika Anda berhasil membuat si kepiting merasa terganggu dan marah, maka saat itu hewan itu akan mencapit batu kuat-kuat.

Setelah itu, Anda tinggal mengangkat batang bambu dan mencemplungkan kepiting itu ke dalam panci untuk direbus hidup-hidup.

Jadilah kepiting rebus yang siap santap.

Ini bukan bahasan tentang cara memancing atau bagaimana cara mengolah kepiting, namun dari peristiwa ini kita diingatkan kembali tentang bahaya kemarahan yang tak terkendali.


Saat berada dalam kelelahan, kita, begitu mudah marah dan tersinggung dengan apa yang terjadi di sekeliling kita.

Ibu marah pada suami dan anak-anak karena kelelahan bekerja di rumah, istri marah pada suami karena ada masalah di kantor, anak marah pada orang tua karena berselisih dengan teman, atau banyak kemarahan-kemarahan yang sering terjadi dalam hidup kita.


Coba renungkan, dalam sehari ini, berapa kali Anda menunjukkan sikap marah, tidak suka, sensitif terhadap sesama?

Marah memiliki efek yang berbahaya.

Karena marah, seseorang bisa kehilangan teman baik.

Karena marah, seseorang bisa menghadapi masalah baru.

Karena marah, seseorang bisa kehilangan jabatan dan pekerjaannya.

Yang lebih menyedihkan, karena marah, seseorang dapat kehilangan keluarganya.


Jika kita melihat betapa mengerikannya dampak kemarahan itu, maka ada baiknya kita belajar untuk mengungkapkan ekspresi marah itu dengan benar.

Memang tidak mudah, namun kita semua harus belajar dan kita pasti bisa mengontrol kemarahan itu kalau kita mau.


Entah batu kecil atau batu besar yang mengganggu Anda, belajarlah untuk tetap berkepala dingin dalam menghadapi segala situasi.

Anda bisa mencoba menahan geram dengan melakukan beberapa trik berikut, seperti menarik nafas panjang, mencuci muka, menghitung, maupun pergi menyendiri atau menyingkir dari lokasi kemarahan.


Marah itu timbul karena adanya rasa tidak terima terhadap suatu hal yang terjadi.

Marah hanya akan menarik orang-orang terdekat menjauhi Anda.

Marah hanya akan membuat buah hati Anda takut mendekati Anda.

Marah hanya membesarkan emosi dan menutup jalan komunikasi yang sehat.

Oleh sebab itu, tinggalkanlah panas hati atau kemarahan itu, karena hal tersebut hanya membawa kerugian bagi Anda.

Bukankah lebih baik jika kita menyampaikan keberatan kita akan suatu hal dengan cara yang lebih baik dari pada dengan nada marah?

Jadi, jika Anda mulai merasa marah, berdiam dirilah, menyendirilah, sampai Anda dapat berpikir jernih kembali.


Bicarakan keberatan-keberatan Anda dengan cara yang bijak.

Orang yang bersabar adalah orang yang mudah menerima kenyataan yang ada dan tidak memaksakan kehendaknya.

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

76 responses »

Comment navigation

  1. solvapotter says:

    salam..

    saat ini saya menjual CD cara budidaya kepiting yang benar, hanya dengan harga 60 ribu/CD (sdh msk ongkos krm). CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknya langsung di lapangan. dan ada juga buku panduannya (berwarna + bergambar) harga 60 ribu.

    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.

    terima kasih

  2. Menahan marah ga gampang… apalagi klo marahnya udh di puncak. Tapi alhmdllh aku msh ada niat untuk tidak gampang marah. hahaha….

    biasanya dlm kemarahan, kita mengucapkan kata2 yg akan kita sesali kemudian,
    maka pandai2lah mengelola kemarahan
    salam

  3. Asop says:

    Iya…. marah akibat nafsu sesaat akibatnya banya sekali, Bunda…😦

    biasanya memang penyesalan saja yg ada setelahnya ya Sop
    salam

  4. ardee says:

    rasa marah itu sering muncul tiba2 jd memang agak susah dikendalikan, paling abis marah baru menyesal, ngapain tadi pakai marah….
    mudah2an kita semua diberi kekuatan mengendalikan nafsu utk marah, amiin….

    betul Mas Ardee.
    orang yg kuat adalah orang yg mampu menahan amarahnya
    salam

  5. Mengemudi sambil marah dapat menyebabkan maut…..

    Nice share Bunda

    itulah ngerinya, kalau suka marah😦
    salam

  6. Andhok says:

    tapi saya sebaliknya pernah marah kepada kepiting.
    Saya masak sop. setelah sop dingin kepiting hidup saya masukkan. Ketika makan saya mau ambil kepiting ehhhhh kepiting kok malah loncat dari mangkok dan ngacir.
    jadilah saya kejar-kejaran sama kepiting sampai BaranangSiang……batal deh makan kepiting.

    Salam

    lagi sih PakDhe, gak sabaran nunggu mateng ya?
    sop dah dingin kok dimasukin kepiting mentah, ya nguamuk ……… 😀
    salam

  7. J'BLOG says:

    Makanya ada yang bilang ” Jangan marah ketika lagi marah” karena setan ikut nebeng ditengah-tengah kemarahan kita.
    Shobar…shobar
    Salam

    orang sabar disayang Tuhan ya Dhe🙂
    salam

  8. dedekusn says:

    Subhanallah….
    sungguh pembelajaran yg penuh makna bund, kepiting saja bisa dijadikan pembelajaran…
    Kita seharusnya bisa belajar hal2 positif dari apapun, ermasuk dari kepiting.

    setuju Mas Dedekusn
    krn ayat2 Allah swt ada dimana2 utk kita pelajari🙂
    salam

  9. anna says:

    betul juga.. kemarahan yang tak terkendali akan membawa kerugian semata.

    marah membuat runyam segalanya ya Mbak😦
    salam

  10. Kembali diingatkan dengan nasehat bagaimana belajar dari lingkungan sekitar. Makasih bunda.🙂

    karena ayat Allah swt ada dimana2 ya Mas Dy
    salam

  11. Mas Ben says:

    Marah itu manusiawi bila cara-caranya benar🙂

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

    dan marah biasanya , malah banyak merugikannya Mas Ben
    salam

  12. isnuansa says:

    Saya paling cepet marah Bun. Cepet banget…😦

    gak percaya …………… Mbak Nunik khan baik hati🙂
    salam

  13. Bro Neo says:

    hmmm analogi yang pas banget bunda…

    kemarahan bisa membawa ke “kematian”

    ngeri khan Bro ?
    salam

  14. hellgalicious says:

    insyaAllah saya bisa menahan amaraha saya bunda

    alhamdulillah, bunda mau ikutan Mas Hellga juga akh🙂
    salam

  15. edratna says:

    Mengendalikan kemarahan memang tak mudah, tapi bisa dilakukan dengan latihan, jangan menumpuk permasalahan tanpa pernah selesai. Jika ada yang mengganjal, bisa dibicarakan baik-baik..mungkin sebetulnya hanya salah komunikasi atau salah interpretasi.
    Kuncinya pada komunikasi yang baik dan dua arah.

    cocok Bu, Komunikasi itu yg bikin miskomunikasi,
    lantas saja jadi bikin suasana keruh🙂
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s