Tulisan kali ini terinspirasi setelah saya berkunjung ke salah satu blog sahabat yaitu Mas Didot yang menuliskan di blognya berjudul ” Sepi dalam ramai, ramai dalam sepi”.

Secara garis besar, yang saya fahami tentang tulisan itu berisi bagaimana sulitnya kita untuk menghindari berbagai godaan yang selalu ada di depan mata, dimanapun kita berada, padahal segala yang kita kerjakan semasa hidup akan dimintai pertanggung jawabannya di hari akhir nanti, ketika kita sudah mati.

Berbicara mati, tentunya sudah dipastikan semua makhluk yang bernyawa pasti mati, hanya beda waktu dan tempat saja.

Sudah barang tentu bila ditanya pasti tak ada manusia yang mau mati, inginnya hidup selamanya.

Karena dengan mati akan terputus segala kenikmatan dunia yang fana ini, meskipun dijanjikan akan hidup kekal di alam akhirat nanti, tapi tetap saja nafsu manusia akan selalu menginginkan kehidupan dunia.

Seandainya saja manusia selalu ingat akan mati dan siksa kubur, mungkin tak ada kejahatan, kedengkian, pembunuhan, dan peperangan.

Manusia akan selalu berbuat baik dan taat beribadah.

Padahal Rasulullah SAW telah mengisyaratkan kepada ummatnya :

”kafa bil mauti wa’iizho” artinya : cukuplah kematian sebagai nasihat atau peringatan.

Tapi kenapa hanya segelintir orang saja yang mau ingat itu?

Ada hal yang perlu kita sadari, mengapa manusia lupa dengan mati? karena nafsu yang dikuasai setan, sesuai dengan janji iblis ketika diusir dari surga, ia berjanji untuk selalu menggoda keturunan Adam as, agar jadi temannya di neraka nanti.

Mungkin itulah salah satu kenapa manusia lupa akan mati, tidak mau berbuat baik, selalu mencari permusuhan, dan saling membunuh.

Untuk itu beruntunglah manusia yang ingat mati, sehingga akan selalu berbuat baik dan beribadah sebagai tabungan amal baik yang akan dipetik di hari akhir nanti.

Bagi kita yang tahu dan mengerti tidak perlu takut menghadapi kematian, karena mati adalah sesuatu yang pasti kita alami, sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an :

”Kullu nafsin dzaiqotul mauti” artinya: tiap yang bernyawa pasti mati.

Namun sebelum kita mati sesungguhnya, Nabi SAW telah mengingatkan pada ummatnya untuk belajar mati sebelum mati.

Kenapa harus belajar? karena dengan belajar, kita akan mengerti.

Belajar mati bukan berarti kita harus dibungkus kain kafan, dikubur layaknya orang mati beneran, tapi yang disebut belajar mati adalah kita mematikan nafsu dunia, nafsu ammarah, nafsu serakah, dan nafsu lawwamah.

Tutup mata kita dari keserakahan dunia.

Tutup pendengaran kita dari bisikan setan yang membuat kita terjerumus pada kegelapan hati.

Tutup hidung kita dari penciuman aroma makanan kenikmatan yang membuat perut kita kenyang makan harta yang tidak halal.

Perbanyaklah puasa dan lihat sekeliling kita yang menderita kelaparan tanpa ada yang peduli.

Bila kita mampu mematikan semua itu, berarti kita sudah belajar mati sebelum mati sungguhan.


Berat memang bila dirasa, tapi nikmat bila dihayati, karena kita akan semakin dekat dengan cahaya Illahi. Insyaallah..

Wallahu alam bisshawab.

Salam

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

59 responses »

Comment navigation

  1. gunawan ewdar says:

    Pohon jelatang di tepi laut gugur bunganya di makan ikan ,
    kalaulah datang si malaikat maut ilmu hakekat yang kita gunakan

  2. dayatullah says:

    untuk belajar mati ada yg harus kita pikirkan karna itu tidak bisa dilaksanakan kalau kita masih hubu dunia dan tanya pada dirikita untuk apa kita dilahirkan,mengapa kita dilahirkan dankenapa kita dilahirkan……….atau kenali diri kita dulu insya allah terbuka hizab dariNYA,karna DIA tidak ingkar janji………karna DIA adalah dekat.

  3. qalbunsalima says:

    Assalamu’alaikum wr wb,salam kenal ya bisa jadi teman ngeblog… saya baru jadi belum banyak komentar hehe

  4. mzh says:

    belajar mati sebelum mati, yang pernah saya lihat sendiri adalah orang tersebut benar-benar dalam keadaan tidak berdaya hanya nafas yang menjadi tali hidupnya, saya pernah bertanya bagaimana melakukannya? jawabnya ” manusia mempunyai 7 sifat Allah yang dipinjamkan kepada kita shg manusia hidup dan apabila kita bisa mengembalikan atau melepaskan ke 7 sifat tersebut maka fana lah kita sehingga saat itulah kita mati” ditambahkannya,arti kehidupan akan lebih jelas kalau kita mati, dia umpamakan pelajaran kelas 1 akan lebih mudah pemahamannya kalau kita ada dikelas 2, terus terang saya ingin sekali mencari guru kebatinan yang bisa menuntun saya karena batin saya terus meronta mencari kebenaran yang hakiki, karena orang tersebut telah meninggalkan saya kembali kepada-Nya.

  5. titinazar says:

    KEMATIAN HAL YG INDAH…<<>>
    BAGI ORANG2
    Yang benar2 mengerti dan paham dg arti kehidupan dan kematian itu sendiri….. !
    Marilah kita belajar mencari Tuhan, agar lenyap semua kekwatiran, Hanya pada Tuhan saja ada jaminan keselamatan, Dihari ini dan kemudian….

  6. titi says:

    mati sebelum mati, yaitu harus menjadi fakir ilmu ato selagi hidup hrs kenal dg yg menghidupkan dan yg mematikan kita dahulu, biar saat kita mati benaran kita pastikan akan kembali ke sisi Nya ALLAH….amin…..

  7. kikakirana says:

    Ngeri bacanya bunda😦

    HIDUP!!! ^_^

    gak usah ngeri QK,
    kita memohom saja pd Allah swt, agar selalu mendapat ridhaNYA
    salam

  8. BENY KADIR says:

    Belajar mati sebelum mati benaran memang sulit dilakukan tapi toh kita perlu berjuang melakukannya, sehingga pada saatnya dipanggil,kita kedapatan layak di hadapan Tuhan.

    bunda masih belum bisa seperti itu Mas,
    masih hrs banyak belajar lagi😦
    salam

  9. rurumichan says:

    wuah bunda merinding aku bacanyaa..

    yang penting persiapkan diri kita utk menyambut kematian,
    salam

  10. Sapril says:

    Terimakasih sudah diingatkan Bunda🙂

    sekalian mengingatkan diri sendiri,Mas
    salam

  11. anna says:

    bunda..

    saya baru tau istilah belajar mati sebelum mati, seperti yang ditulis bunda di atas.
    makasih.. menjadi pengingat saya.. mempersiapkan diri..karena kematian pasti datang.

    bunda belum punya persiapan yang cukup,Mbak Anna😦
    salam

  12. udienroy says:

    Hmm suatu hal yang pasti terjadi yaitu kematian. Tetapi banyak orang sudah sengaja berbuat dosa. Karna ia fikir usianya masih muda. Dgn demikian ia akan taubat kelak tua nanti. Itu menurut yang saya tahu.

    betul Mas Udin, dikira panas sampai petang,
    rupanya hujan di tengah hari
    semoga kita termasuk orang2 yg selalu ingat mati, amin
    salam

  13. Fauza says:

    Duh. . .bunda. . Bru sadar aq. . .aq udah melenceng jauh rupanya. . .makash bunda dah di inget.in. ,salam. . .linknya trimakash ea bunda. .

    bundapun sama kok begitu juga Fauza,
    semoga Allah swt selalu mengingatkan kita ya
    salam

  14. oelil says:

    dalam hati saya jadi merasa malu nih sama diri sendiri…

    bunda merasakan hal yg sama, krn belum punya bekal yg cukup hiks..hiks..😥
    salam

  15. KutuBacaBuku says:

    haaa, bunda pembahasannya serem … tp ada benernya juga, dengan lebih memahami arti kehidupan, berarti kita dah belajar mati (knapa gka meninggala aja sih bunda, lebih alus, hee).

    Ya Kutu, serem tapi memang hrs terjadi😦
    heheh besok2 bunda pakai kata’meninggal’ deh, terimakasih ya Kutu
    salam

  16. yayat38 says:

    saya setuju Bunda dengan artikel di atas. Salah satu belajar dengan mengantar orang meninggal apalagi ikut menurunkan ke liang lahat maka akan menjadi peringatan dan proses pembelajaran …
    terima kasih atas pencerahannya Bunda🙂

    terimakasih juga Kang Yayat.
    salam hangat utk keluarga
    semoga selalu sehat
    salam

  17. Merinding saya bacanya Bunda…… memang harus selalu ingat akan mati…….biar gak lupa diri

    karena kematian itu pasti datang ya Yuli
    salam

  18. achoey says:

    Cerdas dengan mengingat mati
    Cerdas karena menyiapkan bekalnya dg baik

    semoga kita termasuk orang2 yg cerdas itu ya A
    salam

  19. BUnda makasih untuk tausyiahnya. Kematian itu pasti akan kita dapatkan, hanya saja kita tak tau kapan. Jadi gak usah takut, yang penting persiapkan hal terbaik kita untuk menjemputnya.

    Sama2 Mas Dy,
    bunda akan terus berusaha utk bersiap2🙂
    salam

  20. Nia says:

    semakin inget mati, nia semakin takut mati, karena nia belum ada bekal, apalagi waktu (kesempatan) untuk mengumpulkan bekal semakin sedikit.. :((

    bunda juga belum ada bekal yg pantas utk dibawa,
    yuk, Nia kita mulai mempersiapkannya dr sekarang sama2 ya🙂
    salam

  21. budiesastro says:

    ingat hidup sebelum matimu…salah satu dari lima nasihat yang diberikan oleh Rosululloh

    lima nasehat Rasulullah yg penting utk direnyngkan ya Pak Budi

    salam

  22. budies says:

    kok jadi takut ya bun, tadi baru baca judulnya sudah merinding

    kok merinding Pak Budi?
    terlalu dingin ya🙂🙂
    salam

  23. Asop says:

    Kita memang harus selalu ingat dengan kematian…🙂

    agar mampu melangkah dgn lebih hati2 ya Sop🙂
    salam

  24. Gus Ikhwan says:

    salam sahabat
    gimana kabarnya bunda sekarang
    Memang belajar mati sebelum mati adalah salah satu jalan terbaik untuk bisa melangkah dengan lebih hati-hati
    lebih baik belajar sholat sebelum di sholati

    alhamdulillah, kabar bunda baik dan sehat,
    berkat doa dr Gus juga🙂
    utk ungkapan terakhir itu bunda setuju sekali,
    sholatlah sebelum kita di sholati
    salam

  25. wardoyo says:

    Kunjungan balik ya, bunda.
    Memang belajar mati sebelum mati adalah salah satu jalan terbaik untuk bisa melangkah dengan lebih hati-hati. Mati sebelum mati bisa ditafsirkan lebih seratus macam – kembali kepada niatnya. Tidak satupun salah, karena semua hanya berbicara tentang kebaikan, yang lebih baik atau bahkan yang terbaik…

    Salam.

    yang paling penting, bagaimana kita mempersiapkan
    diri utk menghadapi kematian itu sendiri ya Mas.
    salam

  26. haris ahmad says:

    bunda apa kabar ?

    kabar baik, Mas Haris.
    semoga Mas Haris juga sehat2 ya.🙂
    salam

  27. Ifan Jayadi says:

    Mengingat mati memang upaya yang paling jitu untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tapi, kadang memang sulit untuk memaknai kata mati tersebut. Yang ada malah bayangan akan ketakutan. Ketakutan yang tidak beralasan kuat. Bagi diri saya, masih perlu banyak belajar untuk memaknai kematian tersebut sebagai sesuatu menuju pada pencerahan

    bundapun takut mati,krn belum mempunyai bekal yg cukup utk menghadapinya,
    kita hanya bisa memohon utk dimudahkan dlm berbuat kebajikan dan
    mencoba utk selalu mengikuti perintah dan laranganNYA saja,
    Semoga Allah swt selalu memberikan yg terbaik utk kita semua,amin.
    salam

  28. fauza says:

    bunda… aku kemaren ngajak tukeran link… link,nya bunda dah q pasang diblogq monggo dicek

    Duh, maaf ya Fauza, maklum orang dah tua, suka lupa,
    terimakasih sudah diingatkan .
    segera bunda add linknya di VIP link disini🙂
    salam

  29. Kakaakin says:

    Duuhh… betapa menakutkannya ketidaksiapan saya😦

    bundapun masih jauuuuuuh sekali dgn bekal yg minim Kakaakin😦
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s