Kita seringkali  memaksa otak / pikiran kita berpikir secara berlebih-lebihan dan njlimet. Kita anggap setiap masalah itu hanya bisa diselesaikan dengan menggunakan analisa-analisa yang panjang disertai perhitungan-perhitungan yang matang.

Ada sebuah statemen yang sering dikutip banyak orang dan banyak pakar bahwa untuk menyelesaikan suatu masalah mesti harus menggunakan pola pikir yang lebih tinggi dan cari akar penyebab permasalahan tersebut.

How can we solve our problems, with the same level of thinking that created them?

Tetapi sesungguhnya pernyataan tersebut diatas tidaklah terlalu tepat, karena faktanya justru seringkali kita bisa “solve” masalah kita dengan cara yang sangat-sangat sederhana.

Sebuah contoh:

Para astronot Amerika mendapat kesulitan/masalah ketika hendak menulis laporan di stasiun ruang angkasa mereka dikarenakan pulpen yang mereka pakai ternyata tidak bisa digunakan karena terpengaruh gaya gravitasi yang 0 (zero) sehingga tintanya menjadi macet.

Setelah melalui penelitian yang panjang dan menghabiskan biaya jutaan dolar akhirnya dihasilkan sebuah pulpen yang anti gravitasi sehingga bisa dipakai diluar angkasa.

Lalu apa yang dilakukan para kosmonot Rusia terhadap permasalahan yang sama, ternyata mereka tidak menggunakan pulpen tetapi memilih memakai pensil.

Kesimpulannya:

Terhadap suatu permasalahan yang sama, Amerika pusing tujuh keliling, berpikir secara njlimet, mengeluarkan biaya yang sangat banyak hingga sampai menemukan solusinya.
Sedangkan Rusia berpikir dengan logika yang sederhana, tidak dibikin ruwet, dan tanpa ada biaya tambahan, dan solusi juga mereka dapatkan.

Hal inilah yang mendasari bahwa kita memang perlu men-”Simplify” pola pikir kita, menyederhanakan cara pandang otak kita terhadap suatu masalah.

Semakin kita berpikir dan menganggap bahwa masalah yang kita hadapi itu rumit maka semakin rumitlah jalan keluarnya, sebaliknya jika kita berpikir bahwa setiap problem yang kita hadapi adalah kecil dan sederhana maka semakin mudahlah jalan keluarnya.

Karena sesungguhnya sesuatu yang tercipta dan muncul dari ruang otak kita akan menjadi sebuah sugesti yang mendorong niat dari sebuah perilaku / perbuatan / tindakan.

Bila kita selalu meyakini serta meyakinkan diri kita sendiri bahwa setiap masalah itu sebenarnya mudah dan sederhana, maka jalan keluar dari masalah itu akan segera dapat kita temukan.

Karena Allah swt  telah menjamin bahwasanya dibalik suatu permasalahan sepelik dan sesulit apapun pasti ada jalan keluarnya.

Dalam setiap kesulitan yang kita hadapi tersimpan keindahan dan kemudahan yang luar biasa.

Dalam QS: Al-Insyirah Ayat 5-6:

(Dan Sesungguhnya disamping kesukaran / permasalahan itu ada kemudahan)

(Sesungguhnya disamping kesukaran / permasalahan itu ada kemudahan)

Bentuk pengulangan sebuah ayat yang mempunyai redaksi yang sama menurut jumhur mufasirin adalah sebagai penegasan atau jaminan dari Allah swt  akan kebenaran dari ayat tersebut.

Dengan demikian jelaslah bahwa dibalik semua permasalahan yang kita hadapi telah terbentang jalan keluarnya, karena Allah swt akan menguji  kepada hamba-Nya disesuaikan dengan kadar kemampuan masing-masing.

QS: Al-Baqarah ayat 286:

(Allah tidak akan membebani (masalah) kepada manusia melainkan sesuai kadar kemampuannya)

Jadi mari kita yakinkan pada diri kita masing-masing agar lebih tenang dan yakin bahwa masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya.

Kita sederhanakan cara pandang kita terhadap masalah tersebut sehingga masalah sebesar apapun tidak akan membebani dan meruwetkan otak kita.

Yusiru walaa tu’asiru
Permudahlah jangan dipersulit
Sederhanakanlah jangan dibikin ruwet

SO, LET SIMPLIFY OUR MIND


Salam.

Gambar :shutterstock.com

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

58 responses »

Comment navigation

  1. adi Mulyadi says:

    Assalaamu’alaykum bunda,, trimakasih pemaparan sangat jelas Dan mudah d fahami. Ijin copas ya..

  2. dian says:

    makasih ya,,,
    artikelnya sangat membantu,,

  3. Assalammualaikum.wr.br
    wah begitu ya bunda…semua masalah ada 2 jalan solusinya ,tergantung pola pikir kita ya bunda,mau yg mana kita ambil…good….good

    walaikumsalam.wr.wb.
    begitulah kira2, mau yg njlimet apa mau yg mudah ?
    salam

  4. atmakusumah says:

    Tulisan2 bunda banyak yang memberikan inspirasi bagi saya, mohon maaf ya Bund, kalo saya absen datang kesini, tapi Insya Allah semua Tulisan bunda saya sempat baca… *sungkem sama bunda*😀

    Alhamdulillah, Mas kalau memang bermanfaat,
    bundapun selalu mendapatkan hal2 yg indah dan bermanfaat, ketika membaca tulisan2 Mas Atma yg menyejukkan,
    Mas Atma salah satu guru bunda juga
    terimakasih sudah mau bersahabat dgn bunda😀😀
    salam

  5. Budi Mulyono says:

    Jadi dianggap mudah aja ya bunda??? bagaimana dengan menyepelekan, sama gak bunda dengan menganggap mudah??? atau menganggap enteng suatu masalah???

    Salam…

    beda ya Mas, kalau menyepelekan, menganggap gak ada masalah,
    padahal ada, dan hrs diselesaikan,
    kalau ini khan menyederhanakan solusinya
    salam

  6. wi3nd says:

    dibikin 9ampan9 ajah yah bunda?

    oke dech kita simplistykan sajah setiap masalah yah bunda🙂

    i Love simplysity bunda🙂

    i love you sweetheart🙂
    salam

  7. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Menyederhanakan pikiran sangat di perlukan dalam segala hal, apalagi dalam memecahkan pesoalan yang pelik, namun kondisi kejiwaan juga akan mempengaruhi dalam menyederhanakan persolan.
    Tidak lupa salam kenal dari saya.

    salam kenal juga Mas.
    terimakasih utk kunjungannya ya🙂
    benar sekali, kondisi mental juga pastinya ikut mempengaruhi🙂
    salam

  8. Kakaakin says:

    Hehe… Bener banget, Bunda…
    saya cenderung sering berburuk sangka terhadap suatu permasalahan, dan menganggap suatu solusi yang ada nggak bakalan menyelesaikan masalah itu (karena belum dicoba). Eh, ternyata saat saya coba, masalah dapat selesai🙂
    Simpel aja ternyata🙂

    memang simpel itu is the best ya Kakaakin🙂
    salam

  9. FiyaFiya says:

    Setujuuu..
    Simply is d best..
    ^_^

    Senangnya dapet pencerahan lagii

    terimakasih Fiya🙂
    salam

  10. Bro Neo says:

    saya pernah dengar juga ttg pulpen vs pensil di antariksa itu Bunda, tp gak tahu apakah benar-benar terjadi or hanya joke saja..

    setuju, bahwa kalo kita bisa “menyederhanakan” pertanyaan tentu kita akan bisa menemukan jawaban akan masalah yg baru dihadapi, bagi saya pribadi utk “menyederhanakan” masalah, saya kembalikan kepada “objective” dr masalah yg kita hadapi.

    salam saya

    ada yang bilang gini , the best solution is simplicity
    salam

    • febby says:

      Bunda,
      Mohon maaf, baru sekarang saya meminta izin. kemarin saya share tulisan bunda ke teman-teman kerja…
      Alhamdulillah, semua jadi bersemangat setelah membacanya.

      saya share dengan tagline tambahan “menyederhanakan pikiran ≠ meremehkan masalah”

  11. berkunjung ke rumah tetangga dan mengucapkan selamat pagi. Semoga terus berjaya 15:05

  12. isil says:

    setuju sama bunda..
    maaf bun…anakmu ini selalu telat dtang kesini…

    menyederhanakan pikiran..bener banget bun..
    dan kita sering terjebak karena terlalu berfikir jauh dan rumit..

    wah, kalau anak bunda yg cantik ini sih,
    yakin deh bunda, pasti berfikirnya ok dan simpel😀😀
    salam

  13. Rita Susanti says:

    Hmm, sangat inspiratif Bunda, aku kok ya suka mikirin yg terlalu jauuuh dan ribeeet, padahal kan simple aja kenapa hehehe…

    heheheeh bunda kadang2 juga masih suka gitu kok
    sama kayak Mbak Rita😳
    salam

  14. orange float says:

    jangan jadikan masalah menjadi masalah. make it as simple

    bunda setuju 100% Yuli🙂
    salam

  15. bidansmart says:

    saya agak slowly bun..jadi seruet apapun masalah, berusaha tenang dan santai..dan alhamdulillah tingkat kepanikan bisa ditekan sehingga bisa berfikir jernih…sesuai psotingan bunda,,,kita yakinkan pada diri kita masing-masing agar lebih tenang dan yakin bahwa masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya.

    Keyakinan kita yg kuat, malah menjadi senjata yg ampuh ya Bu Bidan🙂
    salam

  16. jumialely says:

    untuk menyelesaikan suatu masalah, cukup dengan menenangkan diri sebentar, fokus pada masalah, dan sederhanakan masalah itu sesederhana mungkin. seperti persamaan matematika, cukup menyederhanakannya untuk mendapatkan hasilnya.

    jadi tidak perlu di persulit ya bunda

    terima kasih bunda

    wah, kalau ibu guru Lely sih
    pasti hebat deh dlm menangani masalah,
    bunda kagum lho🙂
    salam

  17. Abu Ghalib says:

    yup, betul sekali bunda
    saya setuju 100%
    jika otak semakin dipaksa berpikir malah bisa hang
    justru solusi didapat sering kali saat waktu2 santai, relax, tanpa beban pikiran

    Mas Abu pernah juga ya mengalaminya🙂
    salam

  18. munir ardi says:

    inilah yang susah bunda menyederhanakan pikiran untuk mengatasi masalah yang sulit

    bisa dipelajari pelan2 kok Mas Munir😀
    salam

  19. jarwadi says:

    cara sederhana yang ibu maksud bisa jadi merupakan pola pikir langitan (pola pikir tinggi setinggi langit)

    oh gitu ya, baru tau bunda istilahnya🙂
    terimakasih utk infonya Mas
    salam

  20. saya juga sependapat Bunda, jika bisa disederhanakan kenapa mesti jlimet, hanya nambah pusing saja, atau malah seperti ulasan Bunda, resikonya nambah ongkos

    tepat tapi simpel ya Mas Narno🙂
    salam

  21. zipoer7 says:

    Salam Takzim
    Bunda Lily Yth. mohon maap mau ngajak ikutan Earth Hour nanti malam, ikutan yuk kesini
    Terima kasih
    Salam Takzim Batavusqu

    terimakasih utk undangannya Mas Isro,
    memang sudah ada rencana juga sih, matikan lampu 1 jam saja.🙂
    segera meluncur kelokasi
    salam

  22. Den Hanafi says:

    saya jadi senyum2 sendiri pas baca kisah astronot amerika itu, bun.:mrgreen:
    kisah yang benar2 inspiratif.

    mereka simpel banget mikirnya ya Kang Pai🙂
    salam

  23. Den Hanafi says:

    Subhanallah.
    jadi intinya mah kembali lagi ke cara berfikir kita ya bun? kadang saya juga suka pesimistis dalam menghadapi cobaan hidup. pikiran2 : “bisa ngga yaa??”, “haduuh, kynya saya ga akan mampu”, sepertinya, harus dihilangkan dari skg.

    terima kasih bunda.

    Kang Pai kan jenius, pasti bisa , bunda yakin deh😀😀
    salam

  24. didot says:

    wah si lala ganti theme bunda juga ganti theme hehehe… pada gak mau samaan ya kayaknya😀

    gak gitu kok Mas Didot, yg kemarin banyak ygprotes,katanya terlalu gelap heheh🙂

    btw soal menyederhanakan bener banget,kalo gak salah saya baca cerita pensil dan astoronot itu judulnya KISS deh ,alias Keep It Simple Stupid😀

    ya bener itu Mas Didot istlahnya KISS🙂

    </em>percuma kalo berat2 tapi gak ada yg ngerti gak akan dilakukan,memang benar orang yg cerdas mampu menyederhanakan hal2 yg rumit untuk dijelaskan ke orang lain yg belum mengerti dengan sesederhana mungkin🙂

    malah ada yg bilang simplicity is the best solution Mas🙂
    salam

  25. Deka says:

    Sangat Inspiratif bunda. Saya suka berpikir sederhana bunda bahkan di bawa santai saja, mau segede apapun masalahnya. Masalahnya waktu mau tidur secara otomatis kok saya terpikir terus bunda, kayak pas mau pejamkan mata langsung mikir sendiri. jujur saya heran. Makanya saya kadang susah tidur malam, bahkan baru bisa tidur paginya.

    bunda gak heran, krn khan memang masalahnya belum selesi ya Mas Deka,
    jadi masih kebawa pikran ketika mau tidur🙂
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s