masks by Connie Sue2.

Ada banyak keluarga yang dibangun dengan topeng-topeng kepalsuan.

Sehingga banyak suami dan isteri yang mereka pikir mereka kenal pasangan mereka.

Namun sebenarnya yang mereka kenal hanyalah “topeng-topeng” pasangan mereka.

Apa itu topeng-topeng pernikahan ?

1.Topeng kekuatiran

Topeng yang dikenakan seseorang karena ia takut pasangannya tidak dapat menerima dia jika tahu yang sebenarnya.

Contoh: Ia punya kecenderungan gay atau lesbian, ia pernah melakukan hubungan sex sebelumnya (sudah tidak lagi perawan/perjaka) atau bisa juga seperti ia harus bertanggung jawab terhadap keluarganya, dll.

2.Topeng kemunafikan

Topeng yang dikenakan seseorang agar pasangannya menghormatinya dan menganggapnya “hebat,” soal kebaikan, kekayaan, pekerjaan, dll.

3.Topeng kepalsuan

Topeng yang dikenakan seseorang agar ia tidak pernah “salah” di hadapan pasangannya. Ia punya teman selingkuh, dia bilang rapat dll.

4.Topeng kesempurnaan

Topeng yang dikenakan seseorang agar ia selalu kelihatan adalah pasangan yang baik. Contoh tidak pernah marah, selalu mengalah, selalu mengulurkan tangan tapi lama-lama…..?

Apa penyebab adanya topeng-topeng pernikahan?


  • Adanya konsep yang keliru tentang pernikahan (bahwa pernikahan harus sempurna)
  • Adanya pengalaman-pengalaman masa lalu dalam kehidupan yang tidak dapat diterima
  • Akibat pola pendidikan yang salah dalam keluarga tentang keterbukaan (bahwa keterbukaan adalah kelemahan)
  • Kekuatiran yang berlebih-lebihan
  • Ketidakberanian menghadapi kenyataan.

Akibat topeng-topeng pernikahan


  • Pernikahan tersebut adalah pernikahan yang semu
  • Tertutupnya komunikasi
  • Terjadinya kekecewaan
  • Tidak adanya kemanisan
  • Penuh kecurigaan dan rasa tidak percaya pada pasangan.

Membuka topeng-topeng kepalsuan


Perlu adanya kesiapan untuk berkomitmen dalam keterbukaan.

Perlu adanya kedewasaan untuk menerima pasangan apa adanya.

Jangan pernah mulai menutupi sesuatu yang “kecil” lama-lama yang kecil itu menjadi besar.

Masing-masing harus masuk dan menjadi satu dengan pasangannya dalam pikiran, perasaan dan kehendak.

Ingatlah kebahagiaan “topeng-topeng pernikahan” hanyalah kebahagiaan yang sementara, namun dibalik topeng itu ada kehancuran yang sangat menyakitkan.

Salam.

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

57 responses »

Comment navigation

  1. fajarembun says:

    na’udzubillah jika pernikahan berbalutkan dengan topeng..alangkah indahnya jika pernikahan berbalutkan rasa cinta dan marhamah kepada sesamanya…

  2. chity loverz bieber says:

    buka dulu TOPENGmu..sperti lagu’y PETERPAN.

  3. Selamat Malam. Hidup ini indah.
    Nikmatilah dan bersyukurlah karena kita
    kita hidup hingga hari ini. 11:47

  4. berkunjung ke rumah tetangga dan mengucapkan selamat pagi. Semoga terus berjaya 15:14

  5. orange float says:

    saya pernah denger katanya setelah menikah barulah kita tahu siapa sebenarnya pasangan kita. ternyata keterbukaan itu diperlukan agar bisa tercipta rumah tangga yang harmonis.

    tulisannya oke banget bunda. passss….🙂

  6. ramudeng says:

    Kalo tuk nyenengin sidia kaga boleh juga ya Bun *Sidia sapa Ram?*

    bunda tau kok sidiamu Ram 👿
    salam

  7. Den Hanafi says:

    artikel yang cocok nih buat mereka yang mau berumah tangga. (termasuk saya..:mrgreen: )

    kan bunda diundang ……………… *ngarep*
    salam

  8. bri says:

    belajarr lagiih bundaaa..nanda lagihh belajar juga bundaa?
    bundaa bundaaa kalau topeng nya songoku bri pinjem boleh? makasiihhh bundaaa

    selamat belajar Bri cay.
    Nanda dah kelar sekolahnya Bri he he
    tapi memang belajar perlu sampai kapanpun, walaupun dah selesai sekolahnya ya🙂
    salam sayang dari bunda utk Bri cayang😀😀
    salam

  9. kakaakin says:

    Hmm… sepertinya memang banyak keluarga yang bertopeng ya…
    semoga kelak saya tidak terkondisi untuk bertopeng🙂

    semoga Kakaakin mendapat yang terbaik dr Allah swt,amin
    salam

  10. kikakirana says:

    huyuh,,, topengan… lha klo topeng nya topeng monyet pie bund…😀
    jadi diri sendiri ae wez… ndak usah topeng”an… biar semuanya tahu di awal..
    wah. pelajaran lagi buat QK ^^

    HIDUP!!! ^_^

    lagipula capek kali ya QK, kalau bertopeng terus hehehe🙂
    salam

  11. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Sangat memprihatinkan ya jika rumah tangga dipenuhi dengan topeng topeng, kenapa sih tidak membuang topeng sejak awal, biar hidup lebih damai ya bund, Wallahu’alam
    Salam Takzim Batavusqu

    dan gak ada juga gunanya dgn topeng2 itu, capek sendiri ya Mas Isro🙂
    salam

  12. tutinonka says:

    Sebenarnya, topeng dalam pernikahan cepat atau lambat akan terbuka juga. Dan jika sudah ketahuan wajah asli yang ada di balik topeng, dibutuhkan kesabaran, kebesaran hati, dan kelapangan dada dari masing-masing pihak untuk bisa menerima pasangannya apa adanya. Namun jika tidak bisa menerima, maka kelangsungan pernikahan menjadi taruhannya.

    dibutuhkan kedewasaan dlm menyikapinya ya Mbak Tuti🙂
    salam

  13. sunubiz says:

    Alhamdulillahi,sampai hari ini tidak ada topeng dalam pernikahan kami. Karena memang kami tidak pacaran (ketemu pertama kali, 2 minggu sebelum pernikahan..hehehe), jadi setelah menikah baru benar2 saling mengenal. kadang terjadi gesekan kecil, tapi itu bumbu agar semakin mesra…iya gak bun? gesekan2 itu segera diselesaikan dengan cara yg baik (buru2 buka Kado Pernikahan Buat Istriku..;-), ketika kita ingat tujuan kita menikah adalah untuk mencari keridhoan ALLAH SWT…sehingga tidak ada kekerasan, dan tidak ada saling cela-mencela kayak artis2 yang mau cerai, saling buka kekurangan di depan publik (mungkin itu contoh pernikahan topeng ya BUn?). Naudzubillah…

    lagi pula, apa yg diharapkan dr topeng2 itu, hanya capek yg didapat khan.
    salam hangat utk keluarga.🙂
    salam

  14. munir ardi says:

    manatap bunda selama ini diantara kami tidak ada topeng

    Alhamdulillah, semoga awet sampai kakek nenek,Mas 🙂
    salam

  15. anna says:

    wah bunda.. hehe.. saya senyum2 sendiri baca postingan ini..
    tapi alhamdulillah, walaupun saya ini termasuk pasangan muda.. ssaya dan suami insya Allah tidak bertopeng bun.. justru dulu ukuran saya ketika memilih suami adalah, ketika berada bersamanya, saya merasa bebas menjadi diri saya sendiri.

    tidak ada keraguan untuk menjadi diri saya yang apa adanya..
    jadi ketika menikah pun, tidak ada perubahan berarti. kalo pun ada, insya allah karena saling adaptasi dan ke arah yg lebih baik🙂

    khan lebih enak, apa adanya saja ya Mbak.
    yang penting kita tetap saling menghormati dan menghargai,
    utamanya saling sayang dan saling percaya.
    salam hangat utk suamimu Mbak🙂
    salam

  16. nh18 says:

    Ibarat Kata …
    Membuka topeng itu pada awalnya memang memerlukan usaha yang tidak mudah …
    namun percayalah …
    setelah topeng terbuka …
    setelah tidak jaim
    setelah jujur apa adanya kita …

    Hidup perkawinan menjadi jaaaauuuhhh lebih indah …

    Salam saya Bunda Ly

    dulu sih masih pacaran khan masih pakai topeng ya Mas😀 *hayooooo….ngaku *
    salam

    • nh18 says:

      Iya …
      saya ngaku … hehehe
      Waktu pacaran saya memakai topeng berpura-pura menjadi orang jahat
      setelah menikah topeng itu saya lepas
      hahahahah

      hahahaa masak sih Mas Enha pura2 jahat?
      gak cocok kali ya heehhe🙂
      salam

  17. BENY KADIR says:

    Pernikahan akan menjadi indah dan lestari bila dua pihak menanggalkan topeng.
    Tampil apa adanya dan menerima pasangan apa adanya.
    Setia,jujur,saling pengertian,dsb harus terjalin.
    Yah,moga keluarga2 kita tetap akur sampai mati,Bunda.

    setuju sangat Mas,
    gak ada gunanya memakai macam2 topeng,
    toh manusia tdk ada yg sempurna,
    justru itu kita mencoba utk saling melengkapi.
    Mengaminkan doanya Mas Benny
    salam hangat utk keluarga
    salam

  18. sunflo says:

    dalam menikah, sunflo ga ingin pake topeng bunda, pingin apa adanya… nah, kalau pake topeng mah, capee’…^^

    setuju Mbak,
    dulu sewaktu masih pacaran sih, ada juga sedikit topeng he he *ngaku *
    salam

  19. deeedeee says:

    “jadi buka dulu topengmu,,, buka dulu topengmu,,,”
    hehe, jd inget lagunya peterpan, bun…

    moga pasangan saya kelak tak bertopeng😀

    amin, bunda ikut mendoakan juga Deee🙂
    salam

  20. Abu Ghalib says:

    saya setuju dengan pakde cholik
    saat pacaran mungkin masih perlu topeng, tapi setelah menikah seharusnya semua jenis topeng ditanggalkan.

    salam hangat dari makassar

    dah gak perlu lagi ya Mas Abu,:)
    salam

  21. Ruang Hati says:

    Katakanlah jujur dan kebenaran walah pahit, seringkali kita berat untuk berkata jujur hingga akhirnya sering bersembunyi dibalik topeng !! Nice Share

    Salam hangat dan semoga selalu diberikan kesehatan serta sukses untuk Bunda Sekeluarga

    kejujuran tetaap yg paling penting ya Mas🙂
    salam

  22. arkasala says:

    saran manjur, realistis dan memang harus dilakukan Bunda untuk membuat pernikahan itu sendiri indah🙂
    Terima kasih sekali🙂
    Salam hangat selalu🙂

    alhamdulillah, bunda senang sekali Kalau Kang Yayat menilainya begitu🙂
    salam

  23. bunda topengnya serem serem ….. gak mau punya salah satu topeng itu ah …. bangga dengan wajah sendiri ah (meski gak secantik bidadari) dari pada pake topeng … gak jelas hehehehe

    ha hah sebagus apapun topeng, pasti masih lebih cantik muka sendiri ya Pelangiku cay🙂
    salam

  24. Pakde Cholik says:

    Itu kaang dilakukan ketika pacaran mbak
    setelah menikah topeng agar ditinggalkan.
    yang buruk2 kita perbaiki, yang sudah baik asli ya kita pertahankan, syokur kalau ditingkatkan lagi.

    Kepalsuan jika dibiarkan berlarut-larut akan mengganggu keharmonisan rumah tangga.
    Salam hangat dari Surabaya

    intinya meningkatkan yg sudah baik,
    dan meninggalkan yg buruk ya PakDhe
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s