“Mas, hari ini pulang jam berapa? Dinda minta dijemput ya, dan setelah itu kita ke Giant beli semua keperluan mingguan, ya Mas?” demikian rajuk Dinda pada suaminya yang hanya mengangguk-angguk dibalik handphone. “ Mas, jawab dong, kok diam saja sich”.

Mas, Mas, Mas tahu tidak kawan lamaku yang namanya Irma, dia sekarang hebat banget lho Mas, sudah punya anak lima tapi badannya masih langsing, katanya sich perawatan macam-macam, tapi heran juga ya Mas, kok punya istri secantik Irma, suaminya masih selingkuh juga.

Dinda terus saja nyerocos walau tangannya yang lincah tetap mengaduk teh hangat untuk suaminya. Ketika tersadar, Dinda melihat suaminya sudah setengah tertidur dengan kepala mendongak dan dasi yang terlepas dari kemejanya.

Lama kelamaan Ari semakin menyadari betapa pulang ke rumah malah membuat dirinya menjadi tidak dapat beristirahat karena tidak adanya ketenangan dan kebebasan dalam beristirahat dan melakukan kegiatan yang disukai, walau menonton berita sore sekalipun.

Kali lain Dinda terus membuat rengekan-rengekan yang pada awalnya disukai Mas Ari, tapi hal itu tak lama, karena rengekan-rengekan manja yang terdengar seperti ketidakberdayaan dari seorang wanita bernama Dinda.

Sewaktu pacaran dulu terdengar menyenangkan, ditambah lagi dengan suara yang nampaknya mendayu dayu, menggemaskan dan membuat mas Ari seperti sangat dibutuhkan.

Rengekan itu tidak begitu mengganggu, namun ketika kesibukan Mas Ari semakin banyak dan waktu seakan sangat kurang buat mencukupi seluruh keinginan sang istri, Maka rengekan manja itu malah membuat suaminya menjadi lelah dan kesal.

Apalagi terkadang rengekan itu disampaikan dengan wajah cemberut, berbau tuduhan dan penuh bumbu yang berlebihan, sehingga hal ini lambat laun menimbulkan kebosanan dan kejenuhan pada Mas Ari, yang bila dibiarkan akan membuat Mas Ari merasa malas berada di dekat Dinda.

Maka sebagai seorang istri Dinda harus pandai untuk menjadikan rengekan itu sebagai sesuatu kekuatan bagi sang suami untuk melindungi bukan sebagai suatu beban, yang bila diteruskan, maka rengekan yang membosankan itu akan membuat para suami merasa tidak nyaman di rumah.

Dan naudzubillahimin dzalik, akan membuat para suami mencari kenyaman diluar, dan ketahuilah bahwa hal itu: sangat, berbahaya, saudara-saudara” (meminjam kata2 nya Mas NH18).

Lalu,saya jadi berpikir :

Kenapa timbul rengekan yang membosankan ? dan mengapa rengekan menjadi membosankan?

Salam


About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

44 responses »

Comment navigation

  1. Salam Kenal, artikelnya memberi pencerahan pada kami blog walking plugin can be downloaded blog-walk.com

  2. Selamat Malam. Hidup ini indah.
    Nikmatilah dan bersyukurlah karena kita
    kita hidup hingga hari ini. 11:49

  3. berkunjung ke rumah tetangga dan mengucapkan selamat pagi. Semoga terus berjaya 15:15

  4. Oyen says:

    kasian yah, udah capek-capek malah direngekin…wadoohhh, bukannya justru harus dibikin tenang ya, semoga Oyen nanti gak kayak getu bunda, walaupun cerewet Oyen gak suka ngerengek kok…”bunda…minta uang sakuuu…”..ho..ho

    Mbak Oyeeeenn…………. yg dikasih kemarin 25M, emang dh habis ? *gaya ngomel*😀😀
    salam

  5. berkunjung ke rumah tetangga dan mengucapkan selamat pagi. Semoga terus berjaya 15:02

  6. nayantaka says:

    saya bersyukur, dikaruniai istri yang penuh dengan kesabaran dan pengertian, meski kadang-kadang saya juga rindu dengan kemanjaannya

    memang perlu juga manja sekali2 ya Mas🙂
    salama

  7. bri says:

    belajar neeh bri bunda cay…bundaa ibu guru iaah😛
    Kenapa timbul rengekan yang membosankan = mugnkin capek bundaa dan ingin bermanja😛
    dan mengapa rengekan menjadi membosankan = karena sering banget diucapkan kale bunda cay🙂

    bener Bri cay,
    kalau sekali2 gak apa apa ya, kalau keseringan malah bikin bete ya😀
    salam

  8. kakaakin says:

    Jangankan suami, kita yang dengar aja jadi bete juga ya, Bunda🙂

    kaykanya gak penting banget ya Kakaakin,
    kalau sekali2 saja sih mungkin gak apa apa ya🙂
    salam

  9. kikakirana says:

    ooo gitu ya… QK menimba ilmu dari tempat bunda… hehe…
    moga” QK nggak kek gitu reekkk😀

    HIDUP!!! ^_^

    bunda juga banyak mendapat ilmu dr blognya QK lho🙂
    salam

  10. anfit says:

    iya juga ya..kalau anak-anak kita merengek terus terusan setiap hari, ada kalanya sbg org tua akan terpancing emosinya, menjadi marah pada si anak.
    apalagi ini, org dewasa yg merengek…😀

    kalau hanya sekali2 mungkin masih oke saja,
    kalau keseringan yg malah bikin jemu ya🙂
    salam

  11. sunubiz says:

    Mungkin sama..kalo anak merengek sekali-sekali kita senang, merasa mereka membutuhkan kita. Tapi kalo anak merengek keseringan, apalagi saat kita sangat butuh istirahat maka manusiawi ketika kita merasa tidak nyaman. Sepakat sama mba Anna…bahwa suami tidak hanya membutuhkan rengekan manja, tapi kadang butuh support dari istri. Karena suami kita bukan superman…mereka manusia biasa yang punya sisi kuat dan lemah…Note: Bunda semakin hebat!

    jadi, hanya sekali2 saja masih ok ya Mbak.
    kalau keseringan malah jadi nyebelin ya🙂
    note: love you and thank you *hugz*
    salam

  12. anna says:

    iyalah bunda.. rengekan manja itu hanya sebagai bumbu saja, kalo kebanyakan yaa..rasanya jadi gak enak. jadi ngebosenin, jadi lebay.
    emang laki2 suka pasangannya itu manja *dengan catatan, kadang2 aja..*
    apalgi kalo udah menikah, urusannya kan gak cuma yang manja-manja an aja. butuh juga istri yang bisa diajak sharing, berbagi, dan diajak diskusi untuk mengambil keputusan.

    nice post bun..

    bunda setuju banget nih dgn caranya Mbak Anna *tos dulu akh* 😀
    salam

  13. BENY KADIR says:

    Iya,Bunda saya tdk mengerti mengapa saya jadi alergi dgn rengekan apalagi keluhan.
    Ada rasa lucu juga saya baca tulisan ini,karena justru itu yg sering saya alami.
    Mungkin sebagai lelaki kami sudah lelah dg rencana dan pelaksanaan pekerjaan.
    ketika isteri merengek,seperti ada beban baru.

    kalau hanya sekali2, sih masih gak apa apa juga ya Mas🙂
    salam

  14. rose says:

    terkadang rengekan itu juga perlu bunda, namun secara umum, rengekan malah akan membuat lelaki ga konsent, jgn dikira diam, sesungguhnya dia sedang berpikir keras dalam hatinya tuk memenuhi rengekan wanita.. ^^

    kalau sekali2 sih boleh ya Rose🙂
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s