View Image

Dongeng-dongeng menceritakan beragam pasangan akan hidup bahagia selamanya setelah melewati berbagai rintangan sebelum pernikahan.

Seandainya hal itu benar, mungkin dunia ini akan sangat berbeda. Nyatanya ? Segala janji yang diucapkan saat masih berpacaran seakan hilang begitu saja.

Sekelompok peneliti dari Australian National University menemukan, bahwa untuk bisa menyatukan suami-istri, dibutuhkan lebih dari sekadar cinta.

Studi ini menemukan beberapa faktor penentunya.

Antara lain; usia masing2  individu, hubungan sebelumnya, dan bahkan apakah ia merokok atau tidak. Juga bagaimana kebiasaan dan status pasangan2  tsb dibandingkan dengan pasangan yang sudah bercerai atau pisah.

Penelitian ini mendapati bahwa suami yang lebih tua 9 tahun atau lebih dari istrinya, memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar untuk bercerai. Kemungkinan yang sama juga berlaku pada pasangan yang menikah di bawah usia 25 tahun.

Tak hanya itu, orangtua masing2  pasangan juga memberi pengaruh dalam hubungan pasangan suami-istri.

Studi menemukan bahwa 16 % pria dan wanita yang memiliki orangtua bercerai atau berpisah akan mengalami perpisahan di pernikahannya.

Sementara mereka yang memiliki orangtua rukun hanya memiliki kemungkinan 10% untuk mengalami perceraian dalam pernikahannya sendiri.

Tak mengejutkan, uang juga memainkan peranan penting dalam sebuah hubungan.  Pasangan yang memiliki keuangan sehat dan berlimpah hanya memiliki kemungkinan 9% untuk bercerai.

Rokok juga menjadi penyebab runtuhnya rumah tangga. Tak percaya ?

Jika salah satu dari pasangan tersebut adalah perokok, maka hubungan tersebut sudah bisa dipastikan akan menuju perpisahan.

Bagaimana menurut Anda ?

Setuju dengan hasil-hasil studi tersebut ?

Salam.

Referensi : Austalian National University.

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

44 responses »

Comment navigation

  1. orange float says:

    semoga pengalaman orang tua yang cerai tidak menurun ke anak-anaknya. semoga tidak

    amin, malah bisa mengambil hikmahnya ya Mbak Yuli🙂
    salam

  2. Minta ijin menyimak artikel dulu sebelum komentar 07:52

    silakan, semoga berkenan🙂
    salam

  3. Habis makan, jalan-jalan dulu ke rumah teman
    Semoga sukses !!! 05:41

    jalan2 supaya turun ya Mas🙂
    sukses juga Mas
    salam

  4. Masalah yang lain saya setuju, kecuali tentang rokoknya…🙂
    Orang tua saya, sampai saat ini fine2 aja setelah menikah lebih dari 30 tahun.
    meskipun ayah saya perokok.
    kecuali dihubungkan dengan urusan penyakit dan ajal…
    Toh siapapun didunia inipasti ketemu ajal dan pasti berpisah

    Salam Hangat

    ini hanya hasil survey yg dilakukan di Australia,
    dan mudah2an ada yg bisa diambil manfaatnya walau tdk seluruhnya🙂
    salam

    Ervine

  5. Den Hanafi says:

    yang penting saling pengertian. dan kebutuhan dapur tetap terpenuhi ya bun.🙂

    salam

    juga saling menghormati dan saling percaya, semuanya hanya karena Allah swt semata.
    salam

  6. edratna says:

    Kata Mario Teguh…agar pernikahan kekal, hubungan suami dan isteri layaknya persahabatan. Jika kita bersahabat dengan seseorang, kita sering mengutamakan kepentingan sahabat dibanding kepentingan kita sendiri.

    dan, dgn sahabat biasanya lebih mudah jg utk berbagi rasa atau curhat habis2an he he😦
    salam

  7. fety says:

    klo merokok dan tidak merokok kan bisa dikomunikasikan sebelum menikah bunda, kan bisa gak menikah dengan orang yang merokok jika memang membenci merokok :

    tapi, untuk poin jika ortu bercerai maka kemungkinan anak juga akan bercerai apa hubungannya yah, bund? bukankah sebaliknya bisa belajar dari kegagalan orang tua dalam membina rumah tangga?

    seharusnya bisa mengambil hikmah dr yg pernah terjadi ya Mbak🙂
    salam

  8. Budi Mulyono says:

    setuju gak setuju… setiap hubungan tergantung dari masing-masing orang. Cuman setuju kalo rokok merugikan kesehatan dan juga bisa membuat orang miskin secara teratur dan menampilkan kesombongan. apa lagi ini…….. Yang penting kita orang muslim harus tahu dan taat untuk setiap prosesi menuju pernikahan. Tetapi sepertinya sekarang ini begitu sulit menemukan yang bisa menjalankan demikian… Maaf bila kurang berkenan. Salam untuk bunda dari ananda.

    bunda jg setuju, bagi kita yg muslim jelas2 pernikahan adalah salah satu cara mengikuti sunah Rasul,
    tentunya dgn niat lillahi ta’ala.
    semoga kita dan keluarga selalu dilimpahi berkah dlm perkawinan,amin.
    salam hangat utk keluarga🙂
    salam

  9. mytemporarykitchen says:

    rokok memang merusak, mimi setuju ituh!
    ** geram sama rokok… kemarin di angkot (jadi curcol neh hehe…) mimi n allz duduk samping pak kusir eh sopir… kok bau rokok, ternyata penumpang di blakang ngrokok tapi anginnya ke depan. otomatis asapnya ke allz.

    mimi baik2 bilang ke si bapak itu : “pak, maaf minta tolong rokoknya dimatikan bisa ya, saya bawa anak kecil nih.”
    kata dia : “lahhh kan saya ngerokoknya di blakang!!!”
    mimi : “iya, tapi asepnya ke depan kena anak saya… makasih ya, pak”
    kata dia : “makasih BU!!!”

    mimi gatau apa beneran dimatiin dengan kesal atau cuma diturunin gag dikebul2in lagi.
    yang kagetnya, pas dia turun langsung marah2 gitu ke mimi : “BU NTAR LAGI NAIK TAKSI AJA YA, GAUSAH NAEK ANGKOT!!!”

    mimi langsung sewot banged, karna lagi mangku allz aja mimi ga emosi gila hehe, padahal udah pengen nimpuk tu orang! langsung mimi bilang gini : “SAYA PUNYA HAK UNTUK HIDUP SEHAT, TAU!” mimi gatau deh dia ngedenger or gag soalnya dia langsung ngeloyor…

    tuh kan bunda, bener khan rokok itu memang ngerusak?
    – ngerusak hak orang untuk hidup sehat
    – ngerusak kantong (padahal si bapak tadi kalo ngeliat penampilannya ya ga bisa dikatakan berlebih, tapi dia rela beli rokok ckckckkkk…)
    – ngerusak moral (mimi bilang baik2, itu juga karna mimi demi allz khan… dibalasnya kek gitu… dasarrrr dasarrrrr….)

    **geleng2…
    maap, curcol abisss hihihi…😀

    bener Mi, kadang perokok itu suka egois, padahal orang yg merokok juga kan sama2 punya hak ya
    utk menghirup udara bersih tanpa rokok.
    biarin , nanti si bapak bunda jewer+ dijitak kalau ketemu😀
    salam

  10. sunflo says:

    tak cukup hanya cinta, tapi juga saling memahami saling megerti dan saling menghormati… hehehe… bisa apa dengan cinta doang?

    setuju,Mbak.
    gak bisa hidup kan, kalau hanya makan cinta😀😀
    salam

  11. kikakirana says:

    hmm,,, apa sech cinta itu >_< nggak ngerti dech bunda…😀

    hayyah….QK yg punya banyak cinta msh tanya bunda😀😀
    salam

  12. Ruang Hati says:

    cerita klasik jaman dahulu” makan sepiring berdua tidur setikar bersama” yang penting berdua sudah bahagia apa ada ya masih jaman sekarang?

    he he itu kayaknya cuma ada di lagu atau film,
    bukan dlm kenyataan ya😀
    salam

  13. adelays says:

    Setuju untuk yang uang, Bunda.
    Survei paling mudah adalah dari artis2 kita yang sudah mulai ‘turun daun’ dan keuangannya dalam posisi melemah, biasanya hubungan mereka menuju keretakan.

    Itusih survey pribadi saya dari infotainment, heheheh….
    Jangan dianggap serius😀

    memang saat berbicara mengenai uang kadang ada rasa risih,
    padahal penting, krn utk pernikahan bukan hanya ccinta saja yg penting, namun mash banyak hal yg lain,
    termasuk salah satunya ttg uang.
    salam

  14. ningrum says:

    Bunda… saya alergi rokok (hehe ndak nyambung yah?)
    beberapa hasil studi tersebut ada benarnya Bun😀
    maksudnya kalau kita pikirkan lagi mengapa dan mengapa-nya sepertinya memang ada alasan dibalik itu🙂

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s