Jangan kesal dulu jika Si Dia tidak kunjung mengeluarkan kalimat sakti, “Will you marry me ?”. Sebelum memutuskan menikah, banyak hal yang menjadi pertimbangan para pria.

Penghasilan tetap.

Hampir semua pria beranggapan penghasilan adalah syarat utama untuk bisa membentuk sebuah keluarga. Sebenarnya, yang penting bagi pria bukan berapa banyak jumlah penghasilan, tetapi bagaimana memiliki penghasilan secara rutin setiap bulannya.

Itulah mengapa, para pria enggan menuju ke jenjang pernikahan bila mereka belum yakin dengan pekerjaannya. Sangat riskan membentuk keluarga bila dia masih sibuk pindah dari satu kantor ke kantor lainnya, karena belum menemukan tempat yang tepat.

Menuntaskan pendidikan.

Mumpung masih muda, buat apa buru-buru menikah ? Bagi pria yang terpenting adalah menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk meraih kesuksesan.

Salah satunya dengan melanjutkan jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Bagaimana pun juga, tingkat pendidikan seseorang punya pengaruh cukup besar terhadap perkembangan karirnya. Jadi saat menikah nanti pikiran hanya fokus kepada keluarga dan pekerjaan.

Investasi.

Salah satu yang diinginkan pria sebelum menikah adalah memiliki investasi, apa pun bentuknya. Entah itu berupa tabungan, saham, atau bahkan tanah. Menurut dia, investasi bisa menjadi penyelamat keuangan di masa depan.

Semakin besar jumlah investasi akan semakin baik. Apalagi nantinya investasi ini bisa digunakan bila ada kejadian tak terduga, seperti untuk biaya rumah sakit, renovasi rumah, dan sebagainya. Tidak mungkin biaya berobat baru dicari setelah ada yang sakit, bukan?

Jabatan.

Bagi para pria, jabatan adalah sesuatu yang dianggap prestige. Semakin tinggi jabatannya, semakin tinggi pula gengsinya. Tak heran bila banyak pria yang lebih pilih mengejar karir terlebih dulu ketimbang menikah.

Pasalnya, ketika menikah, tanggungjawab tak hanya pada diri sendiri, tapi juga keluarga. Sebagai kepala keluarga, dia perlu membagi waktu dan perhatian antara pekerjaan dan keluarga.

Karena itu, banyak pria yang baru memikirkan untuk berkeluarga selepas usia 30 tahun, karena di usia ini biasanya jabatan setingkat manajer sudah di tangan.

Home sweet home.

Sebagian pria juga enggan menikah sebelum memiliki rumah sendiri. Rumah yang sederhana pun oke, yang penting merupakan hasil kerja kerasnya.

Daripada harus menumpang tinggal bersama orangtua atau tinggal di pondok mertua indah, lebih baik ia menunda niat untuk menikah.

Pria hanya ingin menghindari kemungkinan konflik yang bisa saja terjadi antara ia dan pasangannya dengan orangtua. Lagipula, memiliki rumah sendiri bisa menjadi kebanggaan saat pasangan melamar Anda, karena ia telah menyediakan tempat yang layak untuk hidup Anda.

Mobil.

Pria mana yang tak ingin punya mobil? Jika boleh memilih, mungkin ia lebih baik memuaskan hasrat membeli mobil dulu sebelum menikah. Karena, biaya untuk berkeluarga tidak sedikit. Jadi, lebih baik memenuhi kebutuhan pribadi sebelum menikah. Toh, nantinya mobil akan menjadi kebutuhan keluarga juga.

Menikmati kebebasan.

Bebas melakukan apa pun yang ia mau, bebas berkumpul dengan teman-teman, bebas pergi kemana pun ia mau. Pria takut, saat menikah berarti kebebasan yang ia miliki akan hilang.

Hidupnya tak lagi untuk bersenang-senang, tetapi untuk keluarga. Inilah yang membuatnya enggan cepat-cepat menuju ke jenjang pernikahan.

Lalu, bagaimana pendapat sahabat ? adakah hal lain yg membuat pria menunda untuk memasuki kehidupan berumah tangga ?

salam.

dr berbagai sumber.

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

38 responses »

Comment navigation

  1. I like this post bunda…
    salam kenal…πŸ™‚
    ==========================
    salam kenal juga, Mas.
    terimakasih.
    salam .

  2. callme eno says:

    hmmmm itu toch penyebabnya kalimat “itu” blom terucap dari nya bund….😦 hiks hiks… ^_^

    makasih bundaaa ^_^…berkat artikel di blog bunda, kini mulai sedikit mengetahui segala hal yg berkaitan dengan nya….^_^ hehe
    =======================================
    he…..he…tapi kalau Mbak Eno sudah diucapkan
    kalimat ”itu” khan……………:)πŸ™‚
    salam.

  3. kolojengking says:

    Betul… betul… betulll…πŸ™‚

    Kurang lebih seperti itulah alasan pria menunda untuk menikah bunda… Sebagai tambahan, ada juga yang menunda menikah karena menunggu kakaknya menikah duluan… he.he.

    Salam.
    ============================
    apalagi kalau kakaknya perempuan, pasti ditungguin dulu deh.
    Mas Kojeng apa kabar nih ?
    semoga selalu sehat ya Mas.
    Salam hangat utk Dinda Bestari tercinta.
    salam.

  4. BlogCamp says:

    Tampaknya gebyar dunia yang gemerlapan yang menjadi fokus ya mbak, kehidupan akhirat yang lebih langgeng dan indah kurangdiperhitungkan.
    Salam hangat dari Surabaya

  5. Elsa Yellow says:

    bagus tuh, kalo memang memikirkan semua itu. kecuali yang terakhir…
    setuju setuju aja. hehehe

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s