Bagi manusia modern, terutama yang hidup di daerah perkotaan, waktu dianggap sebagai hal yang sangat berharga.

Aktivitas sehari-hari yang rutin seperti bekerja adalah kegiatan yang paling banyak menyita waktu. Kerap kali tidak ada waktu  untuk bersantai, berinteraksi dengan keluarga dan teman, atau pun merawat serta memanjakan diri sendiri.

Menurut Treadway (2008), keterkaitan dan hubungan yang positif dengan diri sendiri, orang lain, dan juga lingkungan bisa menjadi “obat” bagi stres dan kecemasan yang sering dialami oleh manusia.

Jadi, sesibuk apa pun seseorang, ia harus tetap bisa meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, alias memiliki “Me-Time”.

Yang dimaksud sebagai “Me-Time” adalah waktu untuk diri sendiri tanpa kehadiran orang lain, sehingga kita bisa beraktivitas sendirian (atau bahkan tidak melakukan apa-apa).

Jenis aktivitasnya bisa sangat beragam, tergantung dari mana yang membuat seseorang merasa nyaman ataupun senang. “Me-Time” dapat berupa jam tidur yang lebih panjang, saat kesendirian di dalam perjalanan menuju dan dari kantor, ataupun melakukan hobi, seperti misalnya membaca buku.

Di malam hari, Anda bisa mengganti nomor ponsel Anda dengan nomor pribadi yang hanya diketahui orang-orang dekat. Hal ini bertujuan agar Anda tidak diganggu oleh telepon atau pesan yang tidak terlalu penting.

Jika kita kekurangan waktu untuk diri sendiri, kita tidak akan memiliki kendali terhadap hidup kita, demikian pendapat Marianne Legato, seorang kardiolog dan penulis buku.

Sebab, hidup kita hanya terisi untuk melakukan sesuatu bagi orang lain. Otak yang bekerja terlalu keras akan mengalami kesulitan untuk beristirahat, bahkan di saat harus tidur.

Kelelahan kronis dapat meningkatkan pelepasan hormon stres dan meningkatkan kadar gula darah. Konsekuensinya adalah meningkatnya risiko diabetes, penyakit jantung, dan berkurangnya daya ingat.

Peningkatan hormon stres juga dapat berakibat menumpuknya lemak di bagian pinggang.

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita selanjutnya adalah, bagaimana cara menemukan waktu tenang di antara kesibukan yang seakan tidak ada habisnya ?

Salah satu langkah awal yang dapat kita ambil adalah dengan menyederhanakan hidup kita. Menurut Breathnach (2008), untuk bisa menjalani hidup secara lebih sederhana, kita perlu melepaskan hal-hal yang kurang penting bagi kesehatan, baik yang bersifat fisik maupun psikologis.

Misalnya, apakah proyek baru itu benar-benar layak dan pantas untuk diambil dan tidak akan mengorbankan pekerjaan yang masih berjalan ? Masih perlukah kita bekerja di hari libur, sementara anak-anak juga perlu bermain bersama kita. Dengan berfokus pada hal-hal yang terpenting dalam hidup kita, maka waktu luang akan tercipta dengan sendirinya.

Berikut beberapa tips untuk menciptakan “Me-Time”:


1. Langsung berdoa atau bermeditasi setiap bangun tidur.

2. Menetapkan satu hari kerja untuk melakukan aktivitas tanpa orang lain, misalnya shopping atau makan siang di luar sendirian.

3. Memasang tanda “Do Not Disturb” di depan pintu ruang kerja selama 15 menit setiap pagi atau sore.

4. Sebisa mungkin tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah agar bisa lebih santai beristirahat.

5. Mengunci diri sendiri di kamar sambil melakukan aktivitas yang menyenangkan, misalnya membaca, menonton film, atau mendengarkan musik.

selamat menikmati suasana ” me-time” anda.

Salam.

Sumber : women’s health.

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

19 responses »

  1. Reztya says:

    Ok..membantu sekali artikelnya..

  2. Omiyan says:

    betul sekali apalagi dijaman sekarang waktu sangat terasa begitu singkat jadinya waktu yang ada kadang saya manfaatin dengan anak, istri dan orang tua saya selalu ingin bisa menikmati hari dengan mereka karena dalam suatu kondisi terkadang orang-orang akan menyesali betapa nikmat sesungguhnya ketika kita berkumpul ditengah-tengah keluarga.

    dan, kesempatan seperti ini, harus dimanfaatkan
    semaksimal mungkin ya Om
    salam

  3. maria says:

    kadang untuk melepaskan kepenatan tiduran diatas rumput memandang kelangit lepas ………
    tidur bermalas-malasan denga music lembut ,dan lampu temaram

  4. KutuBacaBuku says:

    kalau temen kutu biasa mematikan HP di waktu2 tertentu untuk menciptakan Me-time nya. sedikit susah makanya klo mw ngubungin dy, tp y mang prinsipnya dah kayak gt

  5. dedekusn says:

    Tips2nya patut dicoba Bunda, terima kasih.

  6. jual kaos says:

    Saya sih punya me time kapan pun saya mau. Tapi saya selalu berusaha menciptakan me time-nya istri saya. Soalnya susah dapetinnya kalo ibu rumah tangga. Jadi saya suka anak saya main dan jalan meninggalkan bundanya supaya bisa menikmati waktu kesendiriannya.😀

  7. Ruang Hati says:

    sesekali emang perlu memanjakan diri sendiri

  8. muamdisini says:

    sesekali bolehlah memanjakan diri sendiri…🙂

  9. nh18 says:

    Me Time saya ?
    Ada dua … (mungkin Bunda ly sudah pernah baca)

    #1 : Menulis –> ngeblog
    #2 : Bermain musik …

    Wah kalau sudah dapat yang dua itu …
    Hidup ini memang Balance … menyenangkan sangat …

    Salam saya

  10. kalo mimi sekarang punyanya “Me-Allegra Time” – karna di manah ada mimi di sono ada allz hehehe… riweuh but fun!🙂

  11. atmakusumah says:

    Postingannya bagus sekali Bun…
    Me-Time lebih kepada perenungan juga yah…apalgi buat yang sibuk tinggal di kota metropolitan, sepertinya harus memperhatikan hal tersebut…
    Meditasi, apalagi kalau dgn dibarengi Dzikrullah, pasti sehat Jiwa raganya Bun…

    Salam Saya Bun…

  12. ABDUL AZIZ says:

    Me-Time. Menarik sekali, dalam agama kita dibolehkan mejawab salam dengan perlahan, sehingga si tamu tidak tahu kalau kita ada di rumah. Kita kan perlu Me-Time itu.
    Sebaliknya, tamu tak lebih dari tiga kali mengucapkan salam. Tidak boleh memaksa untuk bertamu, sampai mengucapkan salam dengan berteriak.
    Terima kasih.
    Salam buat keluarga.

  13. yayat38 says:

    Setuju sekali Bunda, saya sering melakukan itu. Dan betul-betul membuat kita refresh dan baik juga untuk bahan instrospeksi dsb.
    Trims Bunda atas pencerahannya.
    Salam hangat selalu🙂

  14. Agus Kusuma says:

    me-time sesekali emang sangat dibutuhkan juga untk mendapatkan sesuatu suasana yg baru krna sebelumnya wktunya terlalu disibukan dg urusn pkrjaan yg menumpuk dlm kesehariannya…..
    music adalah sarana untuk mengefektifkn me-time itu
    thx bunda, saya ada tambahan wawasan stelah membaca artikel ini.
    salam………

  15. BlogCamp says:

    Saya dulu memasang lampu merah jika saya harus menghandle surat2 masuk. Jika tak dipasang lampu merah bolak-balik spri masuk.

    Sekarang hp selalu posisi silent karena banyak cewek yang nawari macem2, ada dari bank,speedy,CV ini,CV itu..
    Saya juga jarang mengangkat tilpun dengan alasan yg sama.

    Salam hangat dari Surabaya

  16. ajikinai says:

    me-time itu maksudnya menyendiri ya bunda? hm,emang asik banget saat seperti itu,tenang dan damai…

  17. kawanlama95 says:

    bener tuh bund aku sekarang kok malah keseringan ingin sendiri dan males pergi kemana-mana, kata kawanku sekarang aku telah berubah

  18. JakaPrasetya says:

    But everyday is my time. tapi source-nya kok women’s health yah?, buat kita2 para men’s boleh bun?

    Oiya, Salam hangat buat bunda, semoga sehat selalu🙂

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s