Bagaimana sikap Anda dalam mendidik anak ?  Apakah otoritarif, permisif atau diantara keduanya ? Menurut Penulis Kid’s Are Worth It, Barbara Coloroso, ada tiga macam keluarga yang merefleksikan tipe pengasuhan dari orangtua.

Pertama, disebut sebagai keluarga ubur-ubur yang fleksibel terhadap semua hal.

Kemudian, ada juga jenis keluarga batu bata, yang memiliki aturan untuk segala sesuatu.

Lalu yang ketiga adalah tipe keluarga tulang punggung . Tipe itu tergolong ideal karena menggabungkan fleksibilitas untuk menerapkan aturan.

“ Bagi keluarga tipe tulang punggung, orangtua mengatakan tidak apa-apa anak melakukan kesalahan. Hal itu dapatdigunakan sebagai pembelajaran. Keluarga tersebut juga mengenalkan anak sejak dini untuk bertanggungjawab terhadap pilihan yang dibuatnya.

Ketika anak membuat keputusan yang kurang bijak, maka orangtua akan mendukung untuk meluruskannya. Orangtua akan mempercayai anak untuk mengatasi masalahnya tersebut. Pada akhirnya, anak mengerti bagaimana berpikir memecahkan sesuatu. Didalam dirinya, anak akan mengembangkan pemikiran mengenai moral, hal yang benar dan salah.

Jika Anda termasuk orangtua yang tidak puas dengan gaya pengasuhan yang sudah diterapkan, tidak ada salahnya untuk berubah.

Coloroso mengatakan, ketika tiba saatnya mengembangkan kemampuan mendidik, terbuka kemungkinan Anda akan mendapatkan pengetahuan baru yang berguna.

“ Selama Anda masih hidup, tidak ada kata terlambat untuk mengubah gaya pengasuhan Anda ,” ujarnya.

Untungnya saat ini banyak ditemukan buku atau pelatihan untuk orangtua yang mengajarkan mengenai cara pengasuhan. Hal itu bisa menjadi jalan untuk memahami pendekatan baru membesarkan anak.

Coloroso memaparkan, salah satu keuntungan dari mengambil kesempatan baru melalui membaca atau mengikuti pelatihan parenting, atau berbagai pengalaman dengan tetangga ,adalah Anda berkesempatan untuk mengetahui cara yang buruk yang membuat Anda tidak nyaman dan bagaimana mengubahnya.

” Sehingga Anda tidak sekedar merasa bersalah, tapi berusaha untuk memperbaiki pada kesempatan selanjutnya ,” tuturnya.

Salam.

referensi : theparentreport.com

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

25 responses »

  1. zulhaq says:

    semoga suatu saat nanti, saya menjadi orang tua yang bijak, yang mengerti betul kebutuhan lahir bathin. jasmani dan rohani anak saya *kapan yah* he2
    ======================================
    bunda ikut mendoakan, Mas Zul.
    kapannya, jangan kelamaan lho………………:)🙂
    salam.

  2. callme eno says:

    alhmd dpt ilmu br lg dr bunda….^_^ wlaupun blum bkeluarga..tp ga papa kan bund…eno nyimpen ini sbg arsip ^_^

    smga aku bs mniru jejak papa,mama dan bunda dlm mendidik anak2ku kelak amiiin ^_^
    =============================
    bunda ikut mendoakan yg terbaik
    selalu hanya utk Mbak Eno tersayang….
    salam.

  3. Wong Jalur says:

    Tipe yg mana ya??? masih bingung, baru 3 bln nikah.
    ================================
    cieee….pengantin baru ya………..:)🙂
    selamat ya Mas,
    semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan rohmah, amin.
    Salam hangat utk istri tercinta.
    Pastinya tipe cowok idaman…………….:)🙂
    salam.

  4. Onnay Okheng says:

    hmm…
    tapi kenapa ya bunda, kalo dulu kan para orang tua tuh seperti batu bata, tapi ternyata hasilnya luar biasa **kaya bunda..
    nah kalo anak2 jaman sekarang dikit2 ngadu, dikit2 lapor..😦
    ==================================
    mungkin karena beda zamannya ya Mas Onnay,
    yg penting Mas Onnay kan nggak kayak gitu ya……………….:)🙂🙂
    Salam.

  5. Lita says:

    saya type apa ya???

    saya tak mengapa kalo anak bikin salah,dan saya senang mengajarkan dy berTJ atas kesalahannya.

    tapi,saya juga masih punya kekurangan,kadang kalo dah capek n lagi penat,suka kebawa emosi..

    yah..saya memang masih harus banyak belajar..
    doakan ya Bunda…

  6. Pakde Cholik says:

    Saya gabungan antara mereka bak, kalau harus menegus ya menegur,kalau harus membelikan sesuatu ya mbelikan.
    Mirip memegang burung saja deh. Kalau terlalu kenceng burungnya sesak nafas, kalau terlalu longgar ya lepas tuh burung. Jadi kita harus bijak denga anak2 jaman sekarang.
    Dulu kita bilang ” sssttttt”, anak2 sudah takut. Sekarang bilang begitu anak2 malah bilang ” Apaan sih ssaaat…seetttt, ngganggu konsen saja”. Ha ha ha, repot.
    Salam hangat dari Surabaya.

  7. k i a r a says:

    kalau saya…rasanya ketiga2nya ada. Campur aduk….masih terus belajar jadi bunda yang baik Bun…..☺
    ================================
    sama kayak bunda Mbak Kiara,
    kita setiap hari belajar dan belajar
    terus utk menjadi ortu yg bijak terhadap anak2 kita,
    salam hangat utk keluarga.
    salam,

  8. Elmubarok says:

    wah saya lom brkluarga alias msh perjaka tingting..
    tapi setidaknya setelah membaca artikel ini saya jd lebih tau tentang tipe ortu,,

    nice post… thanks bgd
    ==========================
    terima kasih utk apresiasinya , Mas
    Salam.

  9. Indo Hijau says:

    Saya nggak tahu neh termasuk orang tua tipe yang mana bunda, tetapi terhadap anak-anak saya memberikan kebebasan untuk mengekspresikan diri sepanjang masih dalam koridor. Mungkin saja saya adalah ayah yang malang, karena saya bekerja terpisah dari anak-anak.
    ===================================
    kalau Mas Aldi sih, bunda yakin tipe ortu yg bijaksana………….*bunda sok iya*.
    Mas Aldi bukan ayah yg malang,
    karena bekerja berjauhan dr buah hati,
    justru cinta dan rindu dr mereka
    yg membuat hidup Mas Aldi lebih bersemangat……………:D😀😀
    salam.

  10. muamdisini says:

    hmmm..jadi rindu ibu di rumah…
    (T.T)….
    ============================
    segera disambangi Mas
    salam.

  11. nanaharmanto says:

    Wah, dapat info baru nih..
    Hmm…orangtua saya termasuk yang tulang punggung kayaknya…ada rule yang harus ditaati, meskipun cukup fleksibel juga..
    nanti kalau saya punya anak, saya ingin menerapkan apa yang sudah dicontohkan orangtua saya.
    Ah, ya…sekarang semakin banyak altenatif parenting bagi para orang tua modern ya Bunda..
    Saya sendiri suka sekali dgn program Nanny 911 dan Super Nanny di TV itu, saya belajar banyak sekali dari program itu…

    nana
    =====================================
    kayaknya bunda sama deh dgn ortunya Mbak Nana,
    tipe tulang punggung juga………:)🙂
    duh, kalau lihat Nanny 911 itu, gemes ya Mbak.
    Salam.

  12. isnuansa says:

    Saya suka tipe ubur-ubur kali ya Bund. Keluarga saya begitu, jadi nanti jika kelak berkeluarga juga akan seperti itu.
    ===================================
    sepertinya kalau bunda tipe yg tulang punggung, Mbak Nunik.
    itu juga sama kayak Mbak Nunik, ikut dr cara ortu .
    salam.

  13. akhlis says:

    Status belum jadi ortu, tapi masih boleh komen ya Bun. Setelah meneliti pola asuhku pd ponakanku (sok ilmiah ni orang), keliatannya aku termasuk yang tipe tulang punggung. Contohnya nih…pas dipipisin, aku cuma senyum2, “Ga papa, nak. Daripada kamu nahan kencing terus kena kencing batu, jadinya gak sehat.”
    ====================================
    sayang banget sama keponakan,
    tapi……….itu juga kayaknya bonus utk jadi om, dipipisin….he….he….:D :D: D
    salam.

  14. nice info, untuk bekal nanti bila sudah rumah tangga dan menjadi ortu, belajar dari bunda yang sudah mengaplikasikannya. kalo teori gampang prakteknya susah
    ===============================
    nggak susah juga kok,
    asal dijalanani saja dgn ikhlas dan dinikmati.
    Salam.

  15. mamah aline says:

    hmmm.. saya orang tua seperti apa ya, eniwei apapun pola asuh saya hampir mirip yang orang tua kami terapkan dulu
    ==========================
    kalau Mamah sih Insyaallah
    adalah mamah ideal….:)🙂
    Salam.

  16. nakjaDimande says:

    sekarang banyak pelatihan parenting ya bun, ikut senang untuk para orang tua sekarang banyak sekali sumber untuk menuntut ilmu. semoga anak-anak kita bisa tumbuh dalam pendidikan yang baik dari keluarga
    =====================================
    benar Bundoku sayang,
    nggak seperti ortu kita dulu yaa,
    nggak perlu berpedoman pd parenting book segala,
    alhamdulillah hasilnya nggak kalah sama anak2 sekarang,
    contohnya : bundoku berhasil sebagai seorang Dokter yg cantik dan bijak……….:D😀😀
    Salam.

  17. Badruz says:

    Anak saya baru 5 tahun Bund, tapi cukup sulit menerapkan model kayak apa nantinya. yang b isa saya lakukan adalah memberi contoh yang baik. karena contoh yang jelek, akan mudah terrekam oleh anak usia segitu. entah karena faktor makanan, tv, dll, sehingga anak-anak sekarang sebegitu aktifnya. kadang selalu membantah kepada orang tuanya seperti sinchan membantah kepada bapak ibunya dalam film. jadi, memberi contoh yang baik, adalah modal awal untuk mendidiknya.

    salam.
    ==================================
    kalau bunda pernah baca di blognya Mas Badruz
    kayaknya Mas Badruz sukses kok mendidik anak, dgn memberikan contoh2 yg baik,
    karena anak2 adalah peniru yg hebat.
    Salam hangat utk keluarga.
    salam.

    • akhlis says:

      Mungkin mas (pak?) Badruz harus meniru Anies Baswedan yang ‘menyingkirkan’ TV dari ruang keluarga di rumahnya. Ganti meja TV dg rak buku. Tapi rak bukunya jangan diisi komik Sinchan, sama aja dong

  18. Penggolongan keluarganya aneh2 bunda, yang ketiga kalau tulang punggungnya kena osteoporosis, ubur2 ama batu batanya jadi apa bunda?
    =================================
    itu juga sudah termasuk cukup manis bunda mengumpamakannya,Mas.
    tadinya mau dimisalkan dgn puding, martabak dan wajik……..
    he…….he…..kok jadi makanan semua ya…………*bingung*
    salam.

  19. dasir says:

    Aku termasuk remaja yang suka anak-anak, jadi meskipun belum berkeluarga sangat bermanfaat buat saya bgmn menghadapi anak-anak. Apalagi tar sore harus ndongeng, jd thanks ya bunda.. Salam Hangat Selalu
    ============================
    pokoknya kalau Mas Dasir sih
    insyaallah bakalan hebat cara mendidik anak2nya nanti……….:D :D:
    salam.

  20. dasir says:

    Ijin ketigaxx dulu ah.. Pagi Bunda. Assalamu’alaikum..

  21. Hanster says:

    Waahh…
    Saya masih pelajar..
    ===========================
    terus rasanya ortu mendidiknya dgn cara yg mana ,Mas?
    salam.

  22. Kakaakin says:

    Saya sih masih mengumpulkan bahan… mudah2an kelak bisa diaplikasikan saat memiliki keluarga sendiri…🙂
    Lumayan nih, dapat tambahan dari Bunda…🙂
    ===================================
    amin, bunda mendoakan semoga Kakaakin
    diberikan yg terbaik, juga nanti dlm
    mendidk anak2, amin.
    Salam.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s