Go to fullsize image

Seorang teman marah ketika saya membangunkannya dari tidur siangnya.

“ Gara-gara dibangunin, saya gagal dapat uang dua ratus ribu,” katanya.

“ Bagaimana bisa ? ” tanya saya.

“Ya, hampir saja saya menerima dua lembar ratusan ribu jika saja kamu tak membangunkan saya,” tambahnya.

“ Sudahlah, bangun dari mimpimu itu. Kamu bisa mendapatkan jauh lebih banyak dari dua lembar jika tak sedang bermimpi,” segera saya menariknya keluar dari kamar untuk mengajaknya berjalan mencari pekerjaan.

Nyatanya, mungkinkah ada orang yang bisa melanjutkan mimpinya ? Bahkan adakah yang mampu mewujudkan mimpinya hanya dengan terus memejamkan matanya dan menyembunyikan wajah di bawah bantal ?

Waktu terus bergulir, detik terus berlari. Sebagian orang masih terlelap berharap mimpi indah dalam tidurnya. Sebagian lainnya berpacu dengan cepatnya waktu untuk meraih sukses.

Yang tidur akan bangun dengan tangan hampa, menyesal betapa banyak waktu terbuang untuk meraih mimpi yang tak pernah mampu diwujudkannya hanya dengan terus menerus terlelap.

Sementara yang lain, sudah tersenyum karena lebih cepat meninggalkan tempat tidur mereka dan melangkah cepat meraih mimpinya dengan kerja keras.

Memelihara mimpi, bukanlah dengan melanjutkan mimpi dalam tidur.


Melainkan dengan melipat selimut dan bergegas ke luar kamar melangkahkan kakinya menapaki setiap anak tangga kesuksesan. Bukankah matahari terlihat saat ia bersinar, bukankah kokok ayam jantan menunjukkan keberadaannya.

Tukang becak akan mendapatkan uang setelah ratusan kali kakinya mengayuh, tukang koran bisa tersenyum setelah semua korannya habis, para pedagang akan menghitung laba setelah uang modalnya terpenuhi, dan para karyawan akan menerima gaji setelah sebulan penuh bekerja.

Layaknya seorang pemain sepak bola di lapangan. Jika tak bertarung merebut bola, berapa sering ia akan mendapatkan bola jika hanya berharap pemberian bola dari temannya ?

Dan hitung berapa peluang yang ia peroleh untuk menciptakan gol dari jerih payahnya yang sedikit itu ? Akankah timnya menjadi pemenang ? Jadi, peliharalah mimpi dengan bergegas beranjak dari mimpi dan khayalan.

Karena rezeki lebih senang dihampiri, bukan menghampiri.


Saya dan teman2  yang pernah sama2  bermimpi dulu, hingga kini masih terus memelihara mimpi kami.

Tetapi kali ini tidak di tempat tidur.

Percayalah.

Salam.

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

13 responses »

  1. Onnay Okheng says:

    setuju bunda…
    makanya dalam surat al-muddatstsir yang disebut2 yaitu:
    “Wahai orang yang berselimut. Bangunlah, lalu berilah peringatan!” (QS. 74:1-2)
    jadi jangan terlalu banyak bermimpi, lebih baik realisasikan..

    ‘BERGERAK ATAU TERGANTIKAN!” motto hidup heuheu..(nambahin mas casrudi)😀
    salam.
    =========================================
    Al-Quran saja sejak dulu sudah memerintahkan kita ya Mas……….
    Motto nya keren deh…………:)🙂
    Salam.

    • Onnay Okheng says:

      iya bunda, sayangnya kita melupakan user guide nya kita hehe.. tapi saya juga kadang-kadang suka lupa hehe..😀
      salam sayang dari bandung
      ================================
      Tiap kita selalu ada kekurangannya
      asalkan kita bisa mengntrol dan kembali lagi dgn
      segala yg baik2………..
      Salam sayang juga dr bunda.
      Salam.

  2. Zulhaq says:

    karena yang namanya mimpi itu merupakan nyata yang tertunda. dia akan benar2 nyata kalo di wujudkan dalm bentuk usaha dan doa. bukan dengan berpangku tangan, apalagi berdiam diri dalam tidur lelap
    ============================
    setuju sangat Mas Zulhaq…………
    Salam.

  3. Yep says:

    Mimpi yang indah memang sangat mengesankan …Bun 🙂
    He…he….ngak nyambung nih komennya 😆

  4. Yup betul sekali Bunda, kalo terus memelihara mimpi di tempat tidur ntar mimpinya tambah banyak tapi gak ada yg terealisasi😀
    =================================
    so………….lets get up…….up…..up…….!!!!
    salam.

  5. casrudi says:

    Bergeraaaak… mungkin itu kuncinya… karena diam maka hampa yg akan didapat. Menjemput rizki sudah menjadi kewajiban kita setelah Alloh menganugerahkannya dari segala penjuru mata angin…🙂 Wallohu alam ya Bunda,,,
    =====================================
    amin, semoga Allah swt memudahkan kita
    dalam menjemput rezeki ya Kang…
    Salam.

  6. adirossi says:

    Yang namanya mimpi adalah bunga tidur..untuk membuatnya jadi nyata, mekarkan bunganya kemudian petik tangkainya😀
    =====================================
    wow, perumpamaan yg romantis Mas Adi……….:)🙂
    salam.

  7. perajaromance says:

    setuju juga. . bodohnya aku seandinya sperti itu . .hehe
    ========================================
    bunda yakin, nggak mungkin Rio kayak gitu………..:)🙂🙂
    Salam.

  8. enozone says:

    setuju bund……

  9. Hadi says:

    Keduaaax, mau tidur dulu ah, mo ada yang ngasih 1 jeti nih
    ==================================
    terus……………………bunda mau ditraktir ya Mas Hadi………:D😀😀
    Salam.

  10. Hadi says:

    Izin Pertamaaax ya bund

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s