Go to fullsize image

Si kakek  ( ayah saya ) ini kadang aneh juga. Hampir setiap hari keluhan yang terdengar dari mulutnya selalu mengenai kakinya yang sakit karena asam urat. Di hari lain, badannya yang tidak bisa digerakkan.

Intinya setiap hari ada saja penyakitnya.

Namun ketika para cucu berkunjung ke rumahnya, entah terbang ke mana para penyakit sehari-harinya itu.

Bayangkan, tiba-tiba saja ia berani menantang salah seorang cucunya lomba berlari. Atau ia tak keberatan saat cucunya meminta kesediaannya menjadi kuda.

Satu cucu menunggang punggungnya, yang lain iri dan tak mau ketinggalan menunggangi punggung yang biasanya selalu dikeluhkan itu.

Dan kakinya yang sering sakit itu, tak terasa apa pun saat diduduki beramai-ramai oleh cucu-cucunya.

Kami tak pernah mengizinkan anak2  meminta sesuatu dari kakeknya.

Jangankan meminta, tanpa diminta pun kakek – nenek pasti akan memberikan apa yang diinginkan cucu2nya. Kadang kami tahu bahwa mereka sedikit memaksakan diri untuk bisa menyenangkan cucunya.

Tapi, terang saja kami tak mampu melarangnya. Karena bagi mereka, itulah cinta.

Apa pun akan berlaku untuk cinta, semahal apa pun akan terbayar demi cinta.

Banyak yang bilang, cinta kakek dan nenek kepada cucu jauh berlipat ganda dari cintanya kepada anak-anaknya sendiri.

Go to fullsize image

Buat seorang kakek, mungkin dulu ia sering tidak punya waktu bersamaan dengan anak-anaknya lantaran kesibukan mencari nafkah. Ia merasa cintanya belum sepenuhnya dicurahkan, sehingga saat ini cucunya lah yang menjadi muara cintanya.

Go to fullsize image

Buat nenek, ada cinta yang takkan pernah habis di setiap aliran darahnya meski segunung cinta sudah ia berikan kepada anak-anaknya dulu. Kini, setiap tetes cinta itu terus mengalir kepada cucu-cucunya. Setiap detik, setiap masa berganti, takkan pernah lekang di makan waktu.

Jangan pernah pisahkan anak-anak kita dari mereka.


Sungguh, ada kekuatan luar biasa yang mengalir dari tubuh2  mungil anak-anak sehingga menjadi energi positif bagi kakek dan neneknya. Ia seperti vitamin yang selalu dibutuhkan, melebihi ratusan jenis obat yang pernah diminumnya.

Vitamin cinta yang seketika menimbulkan semangat kehidupan seolah garis finish tak terlihat di matanya.

Berilah mereka vitamin “C” itu, cukup bagi mereka meski hanya mendengar suaranya dari seberang telepon.

Pernah suatu hari, ibu berjam-jam duduk di dekat telepon. “Menunggu telepon dari cucu,” katanya. Oooh………

Salam.

Gambar : corbis.com

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

8 responses »

  1. Yep says:

    Aku jadi teringat kedua orangtuaku Bun….
    Besok libur aku ingin kerumahnya ah…..
    sambil bawa cucunya 🙂
    ====================================
    Segeralah Yep, agar mereka menjadi bahagia dan sehat
    krn dibawakan ” vitamin C ”
    Salam.

  2. Indo Hijau says:

    Jujur saja bunda, saya sedikit membatasi kemanjaan anak-anak saya dengan kakek dan neneknya. Dalam pengertian bahwa saya selalu berbicara kepada orang tua saya, agar tidak memanjakan cucunya berlebihan. Sesekali harus bisa bilang tidak. Dan setiap meminta barang dengan kakek dan neneknya harus ada persetujuan dari ibunya.
    Bukan apa-apa sih, saya hanya membiasakan kepada anak-anak untuk tidak menjadi manja dan boros ( kakek dan nenek selalu boros tehadap cucunya, kalau dengan kita anaknya pelit ) 😀
    =======================================
    yah, katanya yg sudah punya cucu,
    memang begitu Mas Aldy, kakek-nenek ini begitu berlebihan rasa sayangnya pd cucu2nya.
    memang kita lah yg mesti pintar2
    menyiasati hubungan antara anak2 dan kakek-nenek mereka.
    Yg paling penting, jangan pernah jauhkan atau pisahkan
    mereka dgn anak2 kita.
    itu saja sudah cukup utk kakek-nenek ini.
    bagaimana dgn kita , kalau sudah tua nanti ya……?
    Salam.

  3. hampir semua kakek memang begitu. ketika cucu cucu datang, semua penyakit hilang
    ====================================
    jadi, memang jangan menjauhkan anak2 kita dr mereka ya Mbak…..
    Salam.

  4. elmoudy says:

    vitamin C.. cinta tulus
    cinta ,,, menebar kehangatan n kasih sayang
    I Luv …. u
    =============================
    dan, terbukti juga membuat sehat, Mas………:D😀😀
    Salam.

  5. wardoyo says:

    Bagus sekali… pelajaran untuk kita yang masih muda untuk menghargai saat ini dan orang-orang di sekeliling kita. Jangan berharap yang tidak ada…

    Terimaksih bunda untuk berbagi artikel yang baik ini. Salam.
    ====================================
    Terima kasih, Mas.
    Semoga bermanfaat.
    Salam.

  6. Iksa says:

    Dengar dengar dari kawan-kawan yang profesinya MC sekarang sih memang begitu Bunda …..

    (MC=momong Cucu)
    ===========================
    Profesi MC satu ini, tentu profesi yg
    paling membahagiakan ya Pak Iksa……….:) :):)
    salam.

  7. nakjaDimande says:

    hahhha, benar bunda.. nenekku pas lebaran semua kumpul sehaaaaattt banget..!!! nah besoknya giliran sudah pada pergi, mulai deh nelangsa. Alhamdulillah sekarang udah biasa lagi..

    padahal nenek juga lupa apakah yang datang itu anak cucunya apa bukan.. yang penting rumah rame penuh tawa, dijamin beliau segar..

    kita nanti gimana ya bunda..?😀
    ======================================
    sepertinya kita berdua nanti,
    nggak jauh berbeda seperti nenek2 kita sekarang deh Bundoku,
    tapi ada tambahannya………………..
    karena nanti kalau sudah jadi nenek,
    kita tetap saja rajin BW dan ngeblog………..:D😀😀
    Salam.

  8. Setuju Bunda, memang benar kata orang bahwa rasa cinta dan sayang terhadap cucu akan lebih dalam ketimbang sama anak sendiri🙂
    ===============================
    kasih sayang mereka memang
    tak pernah ada habisnya ya Mas…………..:)🙂🙂
    Salam.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s