Go to fullsize image

Untuk rencana hari ini, dalam buku agenda tertulis: Membuat purchase order, meeting supplier, incoming inspection… Dan beberapa jadwal lainnya.

Bukan, saya bukan karyawati kantoran. Saya seorang isteri dengan profesi ibu rumah tangga. Rencana yang saya buat di atas pun sesungguhnya adalah agenda biasa berupa jadwal harian rumah tangga.

Saya ibaratkan membuat daftar belanja kebutuhan sehari-hari dengan membuat  purchase order , acara pergi ke pasar, supermarket, ataupun toserba saya istilahkan dengan meeting supplier, sedangkan incoming inspection, adalah istilah untuk rapi-rapi rumah (bebenah ).

Semua saya lakukan dengan tujuan agar lebih semangat dalam menjalani pekerjaan rumah.

Ibu rumah tangga adalah profesi yang saya geluti semenjak berhenti kerja dari sebuah perusahaan. Saya menyebutnya profesi karena memang pekerjaan rumah tangga membutuhkan profesionalisme berupa keahlian, pengetahuan dan keterampilan sama dengan pekerjaan kantor lainnya.

Jika dulu  di perusahaan saya hanya kebagian tugas mengurusi satu bagian yaitu senior cabin attendant saja, ternyata di rumah tugas saya tidak hanya mentok di satu bagian.

Di sini saya wajib berperan multiguna sebagai direktur, manajer, sekretaris sekaligus pekerja, yang tidak hanya bisa memahami, tapi juga harus bisa menguasai semua bagian.

Yang semuanya nanti harus dilaporkan pada presiden direktur yaitu suami juga pada bagian komisaris tertinggi yaitu Allah swt.


Pertama kali berhenti bekerja dan menjalani perkerjaan sebagai ibu rumah tangga, sepertinya ada perasaan tidak betah dan malu untuk mengakui. Mengingat selama ini dalam benak saya telah terpatri pikiran bahwa menjadi wanita karir lebih baik dibandingkan ibu rumah tangga.

Ternyata, setelah benar-benar terjun fulltime ( kurang lebih 11 thn,setelah tdk bekerja lagi )menjalani pekerjaan rumah tangga, pikiran saya berubah total. Pekerjaan yang semula saya anggap remeh ini ternyata tidak sesederhana seperti dalam bayangan saat menjalaninya.

Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan perangkat kasar berupa tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya yang diperlukan untuk mencuci, menyetrika, bebenah rumah.

Tetapi dibutuhkan pula perangkat lunak berupa kelihaian sang otak dalam mengatur keuangan, mengolah makanan dan pemilihan menu, meredam emosi yang ada serta beberapa perangkat lunak lainnya yang berhubungan dengan naluri keibuan berupa kelembutan, kesabaran untuk mengayomi rumah tangga.

Terkadang ibu rumah tangga pun harus siap menjadi bodyguard yang dapat mendeteksi keadaan rumah tangga agar selalu adem, ayem, tentrem.

Ditambah dengan waktu kerja yang harus siap sedia selama 24 jam, seorang ibu rumah tangga memerlukan ketahanan jiwa dan fisik yang kuat.

Jika dalam perusahaan saya bisa mengambil cuti untuk beristirahat, tetapi tidak begitu dalam profesi ibu rumah tangga. Profesi ini merupakan komitmen saya.

Tidak bisa begitu saja ditinggalkan dengan alasan cuti, mengundurkan diri atau meminta pensiun dini karena capek ataupun tidak cocok dengan perkerjaan. Di sinilah karir saya ditempa.


Saya adalah fasilitator bagi berjalannya managemen rumah tangga. Semua harus terus dijalani dengan ikhlas dan ridha untuk mendapat `gaji` berupa palaha tak terhingga dari Allah swt. Juga `bonus` berupa surga jika patuh pada suami. Insya Allah.

Menjadi ibu rumah tangga pun ternyata tidak menghambat potensi saya. Justru dengan memilih profesi ini, saya memiliki waktu yang lebih fleksible dalam mengembangkan potensi untuk menulis ( baca: ngeblog).

Saya bercermin dari ummul mukminin di antaranya Siti Khadijah ra., seorang ibu rumah tangga yang dapat berperan besar terhadap kesuksesan sang suami Rasulullah saw.

Meski tak menonjolkan diri, tetapi daya dukungannya begitu kuat. Begitupula dengan puteri tercinta Rasulullah saw yaitu Fatimah ra., yang tangannya selalu membekas karena sering menumbuk, pundaknya pun membekas karena sering menjinjing air dengan kendi, bajunya selalu berdebu karena sering menyapu.

Hingga pernah Rasulullah saw berkata pada Fatimah ra. untuk menghiburnya:

“Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah swt. menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Perempuan mana yang meminyaki rambut anak2nya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah swt. akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Perempuan mana yang menghamparkan tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), Teruskanlah amalmu maka Allah swt telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang.”

Betapa saya menemukan keagungan dalam pekerjaan ini.


Sebuah profesi yang tidak bisa digantikan oleh siapapun selain saya sendiri – ibu rumah tangga.

Tidak salah jika kini, saya begitu bangga dengan profesi ini.

Jika ada yang bertanya apa pekerjaan anda ?

Tanpa ragu lagi akan keluar jawaban: ”  I’m a proud house wife ” ( saya seorang ibu rumah tangga ).

Salam.

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

13 responses »

  1. teppy says:

    pekerjaan terberat yg sering d anggap remeh oleh sebahagian org n kaum lelaki…
    pekerjaan berat itu d mulai sejak ikrar perkawinan kemudian semakin berat ketika jabang bayi mulai hadir d rahim sang bunda… n selanjut nya hingga time limit yg d tentukan Allah… luar biasa menurut ku…
    Untuk Uni ku yg luar biasa ini… teppy sangat kagum dg cara uni menjadi bunda bg anak2 n istri bagi Uda…
    you are the wonder mom n the best mom…

  2. mifta says:

    salam kenal bunda,
    I am a new mother and housewife.
    lagi pusing ngatur waktu buat jam kerja.
    perasaan 24 jam sehari ga cukup buat ngeberesin kerjaan (bersih2, ngurus baby,suami, ma OL)
    kalo boleh, minta jadwal jam kerja profesi Housewife bunda dulu dong…
    kali aja juga diterapin buat saya…

    makasih..

  3. bisniswulan says:

    hai mbak susi…
    salam kenal dengan wulan ya..
    saya juga berhenti bekerja , dan menekuni profesi ibu rumah tangga. Bekerja sambil ibadah untuk keluarga, untuk mengisi waktu luang saya membuka toko mbak, yah dikit2 bisa untuk bantu keuangan keluarga….senang bisa kenal sama mbak….

  4. Hani says:

    Hallow Mba…
    It’s now my dream being a full time mother. Please pray for me so that I can reach that honorable dream within 4 months (timeline : early 2011).
    So proud of you Mba..πŸ™‚

  5. dityodwi says:

    salut, bunda…
    saya senang sekali baca post2 bunda walaupun pagi ini baru sempat baca 1-2 saja…
    beruntung sekali saya hari ini ‘nyasar’ ke blog ini… ijin subscribe ya

    Alhamdulillah, terimakasih banyak Adit,
    semoga ada manfaatnyaπŸ™‚
    salam

  6. susi says:

    salam kenal buπŸ™‚

    i’m housewife too ! ngk bayar pembantu malah !! mother of a son and a daughter, a wife….
    sekarang juga menjadi WAHM, bermula dari hobi menjahit, justru suami yg mendukung saya menjadi momsprenuer, biar bisa mandiri katanya…
    salam untuk para FTM ..
    ====================================
    Alhamdulillah, Mbak Susi.
    ternyata menjadi ibu rumah tangga itu
    memang satu kegiatan yg mengasikkan ya…………..
    Salam.

  7. Lita says:

    hay..salam kenal..

    saya lihat blog ini dr bolg-nya dinoyudha.

    saya bangga ada fulltime mom spt anda..
    dulu sebelum menikah saya berniat utk mengejar karir juka sdh bekerja nanti.
    tp setelah menikah dan punya bebi,saya berkeinginan utk mjd fulltime mom saja..

    tp krn bbrpa hal,saat ini belum dapat terealisasi.
    doakan saya ya agar diberi kemudahan jalan oleh Allah SWT..
    Amin..

    Oia.boleh saya link blog nya..

    i HEART diz blog..
    hehe..
    ======================================
    Kenikmatan yg dirasakan, sensasinya berbeda dgn kalau kita bekerja di luar rumah Mbak,
    itulah yg selalu saya syukuri setiap hari,
    menyaksikan setiap perubahan pd anak2 kami, dr kecil hingga mereka besar, amin.
    Silakan Mbak Lita, kalau mau tuker link,
    nanti linknya saya add juga ya…….
    Salam.

  8. Pakde Cholik says:

    Nothing wrong with Ibu Rumah Tangga mbak. 24 jam nonstop,apalagi kalau masih punya baby.Siang bekerja mati-matian malam juga kadang (atau sering) dikerjain oleh Presdir ha..ha..ha.
    Oleh karena itu saya heran jika ada suami yang merasa kuraaaaaaang saja atas apa yang sudah dikerjakan oleh isterinya. Padahal kalau nggak ada ibu rumahn tangga bisa kacau balau.
    Salam hangat dari Surabaya
    =================================================
    Saya menuliskan curhat ini sebenarnya,
    adalah jawaban atas pertanyaan yg pernah diajukan pd saya oleh
    salah seorang sahabat blogger, jadi juga utk sharing PakDhe.
    Sekarang, saya benar2 menikmati jadi Ibu RT secara fulltime.
    Salam.

  9. nh18 says:

    Ibu …
    Saya bisa merasakan bagaimana beratnya pekerjaan Ibu Rumah Tangga …
    Tak digaji pula …

    Saya saja yang cuma mensetrika dan cuci piring saja keringat sudah bercucuran ndak keruan … (padahal hanya sementara lho …)

    Belum lagi mengatur pengeluaran rumah tangga …
    Ahhh
    berat sangat Bu …

    Salam saya
    ======================================
    Dan, pertanggung jawaban nya juga tidak mudah Mas,
    terhadap anak2, suami, dan Allah swt.
    Salam.

  10. Onnay Okheng says:

    Subhanallah..
    sungguh banyak perbedaan bila yang berprofesi “wanita karir”..
    sungguh bahagia jika seorang sekretaris rumah tangga seperti bunda.. mudah-mudahan istri saya kelak seperti bunda hehe..πŸ˜€

    salam kenal salam hangat dari bandung ya bunda..πŸ˜€
    =================================================
    Sekertaris merangkap manager, supervisor dll nya, Mas.
    Yang penting dinikmati dan menyiasatinya.
    Salam hangat utk bandung.
    Salam.

    • Onnay Okheng says:

      Oiya, minta ijin nyantumin link bunda di blog saya ya bunda..πŸ˜€
      ================================
      Silakan Mas Onnay………………..
      Saya add juga ya linknya………….
      Salam.

  11. nakjaDimande says:

    aku juga pengen suatu waktu waktu berkata “saya adalah ibu Rumah tangga dengan 5 anak..” wuiihh hebbat sekali terdengar.. kaya mamaku..πŸ˜€
    =========================================
    Wah, Bundo nggak ikut KB nih,
    kalau sekarang saya bisa bilang :” saya punya bundo sayang yg bijak dan baik hati di bukittinggi ”
    Salam.

    • Onnay Okheng says:

      hihihi…
      bunda dan bundo kayanya harus berkata:
      “profesi saya adalah blogger ibu rumah tangga..”

      hehe..πŸ˜€
      ===============================
      Kalau Bundo masih sibuk dgn prakteknya di Puskesmas
      di Bukit tinggi, Mas Onnay.
      Salam.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s