Go to fullsize image

Seorang pengamen datang ke pintu mobil dengan gitar bututnya dan mendendangkan hidupnya yang sengsara. Dedy mencari-cari kepingan uang logam di dash-board, membuka jendela, dan sekeping-dua logam bundar segera berpindah tangan.

Ia menutup lagi jendela mobil. Seorang anak kecil, lusuh dan bermuka banjir keringat menadahkan tangan. Ia bilang belum makan seharian. Dedy mencari-cari lagi kepingan logam di tempat yang sama, membuka jendela, dan sekeping-dua logam bundar kembali berpindah tangan. Ia lalu menutup jendela mobil.

Subhanallah!

Hari ini, ketika kami sedang antri di perempatan yang sama dan Dedy tetap istiqamah melakukan hal yang sama sebagaimana sejak enam bulan yang lalu, saya penasaran bertanya.

“Kuperhatikan kamu selama ini, setiap kali ada orang minta di jendelamu, jarang kulihat tidak kamu kasih,” kataku padanya.

Ia hanya tersenyum, satu hal yang selalu kusaksikan di wajahnya setiap kali.

“Kenapa kamu lakukan itu, Ded?” tanyaku memancing.

Kembali ia tersenyum. Tapi tak menjawab.

“Banyak orang yang beranggapan bahwa memberi mereka yang bertebaran di jalan2 ini hanya dengan seribu-dua ribu perak tidak akan membantu mereka bisa hidup lebih baik,“ kataku mengutip pendapat beberapa orang yang pernah kutemui.

“Justru membuat mereka menjadi malas dan tak berubah dari kebiasaannya untuk mengemis.”

Dedy masih saja tersenyum. Seorang pengemis baru saja pergi dari jendelanya dengan sekeping-dua logam di tangan.

“Kalau boleh tahu, apa yang membuatmu selalu memberi?”

“Ah, nggak juga kok ” jawabnya spontan merendah. “Kadang pas nggak ada, ya saya nggak memberi mereka.”

“Bahkan tak jarang, kamu memberi seseorang dua kali, karena ia datang dua kali padamu.”

Ia hanya menengok padaku sesaat dan tersenyum lagi.

“Kenapa, Ded?”

Ia tersenyum lagi. Tapi kemudian membuka mulutnya : ” Yah, mumpung masih bisa memberi ‘

Lampu pun hijau. Mobil segera beranjak. Dan jawaban Dedy,  mengingatkan pada Rasul yang agung yang tidak pernah tidak memberi pada orang yang meminta pada beliau. Bahkan kadang dengan berhutang!

Mumpung masih bisa memberi. Begitu simple. Meski hanya satu-dua keping uang logam. Tak banyak. Tapi, jika ia setiap kali memberi, dalam masa enam bulan yang tak sebentar, yang sedikit dan tak seberapa itu, pasti sudah banyak sekali.

Go to fullsize image

Bukankah sebaik-baik amal adalah yang terus-menerus (istiqamah) meskipun sedikit ? Mungkin bagi kita seribu rupiah tidaklah berarti. Tetapi, bagi mereka yang seharian tidak makan, mungkin nilai itu serupa kurnia besar yang membuatnya bisa menyambung hidup.

Menyambung hidup ? Amboi! Sudah berapa ratus orang yang bisa “bertahan hidup” dari uluran tangan Dedy!  Subhanallah!

Betapa yang remeh itu ternyata tidaklah sesederhana yang bisa kita bayangkan. Sesuatu yang kecil itu, mungkin di sisi Allah SWT sungguhlah besar artinya. Apalagi jika ia dibarengi dengan ikhlas dan ittiba’ sunnah.

Salam.

Sumber:eramuslim.

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

29 responses »

  1. omagus says:

    semoga kita bisa selalu istiqomah dalam setiap kebaikan yang kita lakukan..!
    amiin!
    ==========================
    Amin…………………
    memelihara agar tetap istiqomah yg kadang
    banyak ” ranjaunya ”…………….
    Semoga Allah swt selalu memudahkan, amin.
    Salam.

  2. Oelil says:

    kadang..hati dan pikiran gak bisa bersinergi…termasuk dalam hal ini…dilihat dari hati….pastilah ada rasa iba jika melihat “pengemis”…tapi pikiran kadang mencoba rasional bahwa dengan terus memberi hanya akan membuat ‘mereka” malas… tergantung kita melihatnya dari mana sokor2 kalo bisa bersinergi…
    salam bunda
    ==================================
    sesungguhnya, tidak akan miskin kita dengan memberi.
    Salam.

  3. KangBoed says:

    SELAMAT PUASA BUNDO
    =============================
    Selamat puasa juga KangBoed……………………..
    Semoga Allah swt selalu meridhai ibahad kita ya Kang…………………………amin.
    salam.

  4. KangBoed says:

    bUNDO LINK SUDAH DI ADDS YA MAAF HEHEHE
    ==============================
    Terima kasih KangBoed……………………………:D😀😀😀
    yang di ” rumah ” baru yaaaaaa…………………..
    I love You Fullllllllllllllllllllllll…………………………
    Salam.

  5. aji mumpung.. cari dolar ahh

  6. sakurata says:

    Saya pernah mendapatkan “ilmu” untuk selalu memberi kepada yang meminta, sekalipun ‘peminta’ itu bikin pandangan kita tidak nyaman..karena semua yang kita berikan, tujuannya adalah Ridho-NYA, bukan karena manusia..🙂
    ==================================
    ”ilmu” yg sangat bermanfaat ya Mas Sakura…………
    diterapkan utk mencari ridhaNYA.
    Salam.

  7. KangBoed says:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
    =========================================
    I love U fulllllllllllll…………….KangBoed…………………..:D😀😀
    Salam.

  8. KangBoed says:

    yayayaya.. memberi lebih baik dari menerima.. budayakan memberi semampu kita
    salam sayang
    ====================================
    tangan diatas lebih baik, dari pada tangan dibawah
    ya KangBoed…………………….
    Salam.

  9. Rivanlee says:

    emang mumpung itu berguna sekali
    ============================
    Mumpung masih sehat,
    mumpung masih bisa memberi ya Mas Ivan…………..:)🙂
    Salam.

  10. Mahendra says:

    memberi…
    siapa yang memberi?
    siapa yang diberi?
    ======================
    Yang memberi Allah swt.
    yg diberi, kita, sebagai hambaNYA………
    Salam.

  11. nic cerpen ya bu,pa curhatan….. he eh (ga paham nic anak)
    ==============================
    ini bukan cerpen atau curhat………….
    hanya sekedar tulisan yg berniat utkk saling mengingatkan
    bahwa mumpung kita masih bisa memberi, maka berikanlah pd orang2
    yg membutuhkan, dgn memberi, kitapun bisa mensyukuri…………
    Salam.

  12. mayyadah says:

    hmm…nice story..
    lam kenal^^
    mnta izin psg linknya.
    klo sempat jalan2 ya ke kairo,,,hehe,,klo sreg, linku jg dipasang (g maksa kok) tapi mumpung msh bs berteman kan?
    ======================================
    Salam kenal juga,
    terima kasih sudah menyempatkkan mampir,
    nanti linknya saya add juga……….
    jauh ya di kairo, apakah sedang studi disana ?
    Semoga selalu sehat.
    Salam.

  13. pokoknya mumpung2 aja deh🙂

  14. kupatahu28 says:

    Selamat Berbuka Puasa… ^_^
    ===========================
    Sama2 Mas, terima kasih.
    Salam.

  15. Tulisan yg mencerahkan Bunda,

    Ya, lebih baik memberi daripada menerima. Jika kita ingin memberi dengan tangan kanan, maka biarlah tangan kiri kita tidak mengetahui. Apapun motivasinya untuk memberi, yg terpenting adalah berangkat dari hati yang tulus dan ikhlas.

    Salam Kenal & Salam sejahtera
    ====================================
    Salam kenal juga Mas,
    terima kasih sudah mampir, juga utk komentarnya.
    Salam.

  16. Afif says:

    Terkadang, amal seperti yg dilakukan mas dedi inilah yg membawa kita kepada rizki Allah yg tidak kita duga2..🙂

    Salam
    =================================
    Terus memberi, selama masih ada kesempatan.
    Salam.

  17. Indo Hijau says:

    Biasanya yang namanya memberi sangat sulit, beruntunglah orang-orang yang selalu bergembira bisa berbagi dengan orang lain.
    =====================================
    Semoga kita termasuk orang2 yg beruntung, amin.
    Salam.

  18. elmoudy says:

    Mumpung masih bisa memberi…
    Kata2 yang sangat sederhana.. n mbikin hati tersentuh

    Memang slama ini… aku terlalu sering membuat alasan untuk memberi. Gara2 alasan yg sama.. aku jadi jarang memberi.

    Sangat berdosa… pasti. Inikah yg dinamakan kurang bersyukur.. mungkin.
    Oh Engkau… maafkan hambamu ini.
    ==========================================
    Sebenarnya memberi ,bisa menjadi suatu kebahagiaan
    tersendiri utk yg memberi bukan yg diberi.
    Salam.

  19. Zulhaq says:

    yah, seharusnya memang seperti itu. bukan dari berapa nilai yang di beri, tapi seberapa rutin kita melakukan ibadah sedekah itu
    ================================
    Setuju, Mas Zulhaq
    berapapun kita memberikan sedekah, selama kita melakukannya dgn senang hati
    pasti sangat membahagiakan.
    Salam.

  20. chokey says:

    Sebuah ungkapan yang sangat Bijak..bunda
    Mumpung masih hidup dan mumpung masih ada yang meminta ke kita dan mumpung masih ada yang bisa disedekahkan.
    Terserah niat mereka meminta apa yang penting niat kita adalah sedekah..Kan segala sesuatunya tergantung niatnya.
    Tapi niat itu harus sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah. Jangan niatnya untuk bisa bersedekah eh kerjanya merampok !😀 duh kepanjangan comentnya
    =============================================
    Nggak apa2 Mas Chokey, komen nya nggak kepanjangan kok,
    yg penting isinya, benar2 bisa membuat kita lebih mengerti
    akan arti memberi……….
    terima kasih Mas Chokey…………sudah berbagi………:)🙂🙂
    Salam.

  21. meonkk says:

    mumpung masih bisa memberi

    mumpung masih sehat
    mumpung masih hidup

    salam..
    ===============================
    mumpung Allah swt masih mengizinkan……….
    Salam.

  22. bibit m says:

    Ngasih gepeng di jalan … wow bisa ditangkep Bun! Di Republik ini tdk boleh ada fakir miskin & anak2 terlantar. Budaya dermawan jg dilarang hidup.
    Klo aq yg dimintai … bener2 kubelikan nasi/roti … kukasihin ke dia (gepeng). Tp .. ternyata mereka minta mentahnya (kok mata duitan ya?). Alhasil … tak kukasih apa pun! Wong katanya laper kok!
    ==============================
    sekarang gepeng pun matre Mas Bibit…………
    gepeng juga kan manusia………….:)🙂🙂
    Salam.

  23. Pakde Cholik says:

    Sikap yang terpuji. Jika ada anggapan bahwa memberi uang kepada pengemis atau pengamen itu tidak mendidik, bahwa pengemis itu anggota syndikat, ya biarlah. Itu urusan antara mereka dengan Tuhan.
    Urusan saya hanya ingin memberi dan menolong sesama , itu saja.
    Salam hangat dari Surabaya.
    =======================================
    Duuu…..hhhh mulianya PakDhe………..
    sama seperti Dedy…………..:)🙂
    Salam.

  24. hadi says:

    Bukan aji mumpung kli bun, tapi memang amal shaleh yang harus selalu kita pupuk, mumpungnya ya mumpung masih hidup

    salam dari bekasi
    ================================
    tertangkap juga maksud dibaliknya ya Mas Hadi………..:)🙂🙂
    Salam.

  25. Blogodolar says:

    Selain aji mumpung, sepertinya kita harus menjadi manusia biasa juga Bun. Biasa memberi, biasa beribadah, biasa sopan santun, dsb.

    Salam dari Sorowako SulSel
    ===================================
    Kebiasaan yg membuat kita mulia di mata Allah swt ya Mas,
    masukan yg indah sekali,
    terima kasih Mas…………:)🙂🙂
    Salam.

  26. guskar says:

    pelajaran yang sangat berharga bun : mumpung masih bisa memberi. dan kesempatan tersebut benar2 dimanfaatkan oleh dedy. layak kita tiru.
    =================================
    Benar sekali, Gus.
    namun, katanya sekarang kalau memberi mereka,
    malah kita yg ditangkap ya Gus…………….( geleng2 bingung )
    Salam.

  27. Saka says:

    pertamaaaaaaaaaaaaaxxxxxx dulu mengamankan kavling:mrgreen:

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s