Go to fullsize image

Abimanyu, sebut saja begitu, sudah bisa disebut jadi orang. Di usianya yg sudah mulai mendekati kepala lima, ia sudah menjadi vice president sebuah perusahaan multinasional ternama yg bermarkas di kota besar.

Di rumahnya yg megah di kawasan elit, Abimanyu hidup berbahagia bersama istri dan ke tiga anaknya.

Suatu kali, Abimanyu merasa sangat rindu sekali kepada ibunya yg tinggal nun jauh di kampung halaman, hanya ditemani seorang pembantu rumah tangga yg juga sudah tidak muda lagi.

Ketika rasa kangen sudah tidak tertahankan, ia pun pulang ke kampung utk menemui ibunda tercinta.

Melihat anak kesayangannya muncul dihadapannya, sang ibu tdk bisa menahan rasa haru. Keduanya lalu menumpahkan rasa rindu, mereka berdua duduk di teras rumah sambil menikmati penganan dan meminum teh.

Ketika mereka sedang asyik mengobrol kesana-kemari, terdengar suara berkoak-koak seekor burung gagak yg bertengger di dahan pohon di depan rumah.

Sang Ibu bertanya : ” Apa itu, nak ? “

“Burung gagak ” jawab Abimanyu.

Burung itu masih terus berkoak-koak.

” Apa itu, nak ?” Ibunya bertanya lagi.

” Burung gagak, bu ” Abimanyu menjawabnya dgn suara yg lebih keras.

” Apa itu, nak ? ” kembali Ibunya bertanya.

” Buuu………itu burung gagak ” kata Abimanyu dgn suara setengah membentak.

Burung itu berpindah dahan, dan masih saja berkoak.

” Apa itu, nak ? ” tanya Ibunya dgn nada tenang seperti sebelumnya.

” Apa Ibu sudah tuli ? sudah berapa kali aku bilang, itu burung gagak ” bentak Abimanyu dengan nada marah.

frames

Lalu Ibunya masuk kedlm rumah, sebentar kemudian sang Ibu keluar lagi membawa sebuah buku kecil, buku harian yg sudah kumal. Dibukanya buku harian itu, lalu disodorkannya pada Abimanyu utk dibaca, disitu tertulis :

” Ketika Abimanyu berusia 4 thn, aku membawanya berjalan2, lalu terdengar suara burung gagak, ia bertanya padaku ” Apa itu, bu ? ” lau kujawab : ” Burung gagak, nak “. Ia mengajukan pertanyaan yg sama sebanyak 40 kali, dan kujawab dengan sabar sebanyak 40 kali juga”.

Salam.

Sumber :lentera (*HK).

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

7 responses »

  1. dinda27 says:

    Sy baca cerita ini, mata jadi perih.
    Dada sedikit menyesak.

    ‘pa khabar mbak?
    maaf sudah lama sy tidak BW.
    Salamku
    ========================================
    Alhamdulillah, Mbak dinda, saya sehat2 saja……
    Semoga Mbak Dinda selalu sehat ya…………:D😀😀
    Salam.

  2. chokey says:

    Pernah baca neh cerita namun masih tetap aja membuat saya terharu..
    sayang daku ditinggal Bunda sejak kecil huhuhuhuh😦

    =========================================
    Iya Mas Chokey, apapun cerita mengenai bunda kita
    selalu membuat haru dan rindu.
    Salam.

  3. Yep says:

    Saya rasa kita hanya perlu mengambil hikmah dari cerita Bunda… dan bukan kebenaran dari cerita ini….bukan begitu Bun ? 🙂
    Aku suka sekali cerita begini Bun…memberi pencerahan dan membuatku tambah kangen dengan Ibunda…. 🙂
    ===========================================
    Betul Yep, kadang hikmah yg kita dapat dr suatu kejadian
    sangat berharga sekali utk kelanjutan tindakan kita
    dikali lain.
    Salam.

  4. Gostav Adam says:

    Wah memang seorang ibu, kasih sayangnya sepanjang jalan, dibalas dengan kasih sayang sang abimanyu yang hanya sepanjang galah. Jadi kangen nih sama ibu…

    Salam kenal. mampir ke blog kami
    ==================================
    Salam kenal juga.
    Terima kasih sudah menyempatkan mampir.
    Segera saya akan berkunjung balik.
    Salam.

  5. Saka says:

    Abimanyu❓ hehehe.. namanya sama ama anak sy yg nomer 2 Bunda:mrgreen:

    =======================================
    Bener ya Kang ???????
    Salam ya utk Abimanyu………..yg pastinya ngguanteng…..:D😀
    Salam.

  6. bibit m says:

    Petromaaaxxxx … komeng nyusul

    • bibit m says:

      Aq tau Bun, si-ibu bisa menjawab dgn sabar krn punya catatan kelakuan si-anak. Tp sayang, saat kecil itu anak gak mau nyatet, males, ato gak punya pulpen … (eh, gak nyambung ya Bun?). Habis Bunda aneh2 saja, masak sih ada ibu rajin nyatet kelakuan anaknya tiap hari … he3.
      Itulah .. kasih ibu sepanjang masa, kasih anak cuma sepanjang galah.

      ====================================
      Lho….? Mas Bibit, nggak percaya ya…..??
      kalau saya juga punya lho, buku harian yg
      isinya catatan apa saja kejadian dan kemajuan yg saya alami
      ketika saya mengasuh kedua anak saya waktu mereka masih kecil2.
      Karena, kejadian2 itu tak kan pernah terulang lagi,
      jadi perlu didokumentasikan dlm bentuk tulisan,
      Salam.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s