Seorang motivator asal Amerika Serikat yg terkenal Rebecca Beard, dlm bukunya Everyman’s Search bilang : ” Ketika kita mengatakan  mampu mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri, semestinya kita juga harus berani meminta maaf atas perbuatan yg tidak kita kehendaki, dan perkataan yg seharusnya tdk diucapkan pd orang lain ”.

Go to fullsize image Go to fullsize image

Penjelasan pernyataan diatas bisa diberi ilustrasi sbb :

Seorang guru meminta murid2nya membawa sebuah kantong plastik dan kantong berisi kentang ke sekolah. Masing2 murid disuruh mengingat nama2 orang yg tdk bisa di maafkan, lantaran pernah menyakiti hati atau berbuat salah dlm hidup mereka.

Setiap nama dituliskan pd sebutir kentang, lalu kentang tsb dimasukkan dlm kantong plastik. Ada yg kantongnya penuh, ada yg setengah dan ada juga yg berisi setengah kantong.

Mulai hari itu, mereka diwajibkan selalu membawa kantong kentang tsb kemanapun pergi. Kalau di sekolah kantong ditaruh di atas meja, ketika pulang diletakkan di mobil, dikala tidur diletakkan di sisi tempat tidur. Tugas ” aneh ” ini mereka jalani selama 10 hari.

Keletihan fisik membawa kantong kentang selama itu secara harfiah menggambarkan beratnya beban spiritual manusia, padahal secara alamiah kentang2 itu pelan2 akan membusuk dan mengeluarkan bau tdk enak, otomatis murid2 itu terganggu oleh bau busuk tsb, fisik merekapun terpengaruh, kepala jdi pusing, atau bahkan muntah2.

http://home.howstuffworks.com/potatoes.htm

Cerita diatas adalah metafora atas harga yg harus kita bayar, karena mempertahankan rasa marah, dendam, dan sikap negatif  pada sesama.

Terlalu sering kita enggan memberi maaf pada orang lain, ” ngapain harus memaafkan ?? , keenakan mereka dong !!.

Hati kita tdk rela, memberi ”hadiah ” maaf pd orang lain. Padahal memberi atau meminta maaf itu sesungguhnya juga merupakan ”hadiah bagi diri kita sendiri”. Lantaran setelah itu kita akan terbebas dr rasa lelah atau bahkan sakit akibat ” menenteng2 kantong kentang” .

Nah, mulai hari ini , mari keluarkan kentang maaf dari kantong kita. yuk, mari.

Salam.

Sumber : Lentera [*/djs].

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

19 responses »

  1. santana says:

    makasih atas penerangannya,,,,

  2. Pulau Pari says:

    wah artikelnya memancing orang untuk membaca nih, bunda tau aja trik nya kentang jadi kantong.. hhehee

  3. maaf, cuma absen nih….:) sukses ya sobat

    ============================
    terima kasih sudah menyempatkan mampir mas iwan.
    salam.

  4. pionzathy says:

    Aku pernah bilang sama seseorang, 3 kata yg ringan tp penting dlm suatu hub: Tolong, Maaf dan Terima kasih.

    Memaafkan(tidak mendendam) memang luar biasa dampaknya ya Bun… ^,^

    =================================
    setuju mbak zee,
    saya pernah menuliskan artikel ttg itu disini
    dengan judul ” 3 magic words”
    salam.

  5. chokey says:

    Teringat kisah Nabi ketika ada seeorang yang meminta nasehat agar bisa hidup sejahtera..Rasullullah hanya berkata ” Laa Tagdzab ! ” arinya Jangan Marah..sungguh sebuah nasehat yang Dahsyat !
    salam hangat permaisuri 😀

    ================================
    betul sekali, karena akhlak Rasulullah adalah Al-Quran.
    salam juga paduka raja.🙂🙂🙂
    salam.

  6. azarre says:

    Saya setuju bunda… menyimpan kebencian terhadap orang lain bisa membuat kita gak hidup bahagia… Lebih segera menyelesaikan segala kesalah-pahaman dari pada menyimpan dongkol dalam hati… Sebuah metafora yang menarik tentang kentang ini…

    Sebagai refleksi nya… saya juga mau minta maaf nihh bunda kalo saya ada salah kata2 pernah terselip di blog bunda dan dimanapun…🙂 Love your share n your blog… success…

    =======================================
    sama2, saya juga mohon maaf lahir dan bathin,
    kalau ada kata2 yg kurang berkenan.
    salam.

  7. angga chen says:

    sebenarnya nggak ada yang mustahil dan tidak ada yang sulit jika kita mampu merasa ikhlas dengan berani memaafkan kesalahan orang lain…thanks ya

    =========================================
    juga berdamai dengan diri sendiri,
    karena memaafkan, lebih kepada membahagiakan diri kita sendiri.
    salam.

  8. morishige says:

    analogi yang bagus, bunda..

    ========================
    terima kasih.
    salam.

  9. sobatsehat says:

    bunda, emang ok nih
    selalu nasehat. inspiratif. maaf untuk siapa saja ya bun..

    =====================================
    terima kasih sobat sehat,
    memaafkan juga utk menyehatkan diri sendiri.
    kritik dan sarannya sangat diharapkan.
    salam.

  10. Odol Gigi says:

    Wah.. Bener juga ya bun.. Nanti ku praktekkan ah pake kentangnya..

    ======================================
    semoga sukses ya mas rudy,
    salam.

  11. omagus says:

    wah jadi harus intropeksi diri nih bunda…!
    Postingan bagus bunda..

    =======================================
    terima kasih om agus.
    saya menuliskan ini juga sebenarnya utk diri sendiri
    sebagai pengingat.
    salam.

  12. Jajang says:

    ya gitu dech manusia, adakalanya kita lupa. tapi ada kalanya juga kita pura-pura lupa

    ================================
    semoga kita selalu menjadi makhluk Allah swt yg
    mau utk saling mengingatkan dikala lupa.
    salam.

  13. faza says:

    Haddiiirr ke enam bun🙂
    dalem sekali bun🙂 menyimpan dendam emang bikin capek bun, apalagi kalo orang yg kita maksud kura2 dalam perahu hehehe… cape deh.
    Tapi masalahnya memaafkan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, bun. Karena ini masalah hati🙂
    cu…

    =================================
    benar mas faza,
    namun, jika pd saat yg sama kita dpt berempati,
    maka saat itulah kita mulai menyadari,
    bahwa memaafkan itu pd dasarnya utk diri kita sendiri.
    salam.

    • faza says:

      yup, setuju sekali bun.
      memang sebenarnya idup itu kayak cermin aja, semua berpulang pada diri sendiri🙂
      seolah2 kita melakukan untuk orang lain, padahal hakekatnya kita melakukan untuk diri sendiri
      cu…

      ==================================
      bener banget mas faza,
      cuma sayangnya kita suka lupa bercermin.
      salam.

  14. Pakde Cholik says:

    Manusia kalau sudah marah dan dendam kadanhg-kadang berada diluar nalar (logika).Padahal memaafkan adalah sifat yang mulia. Saya kadang getun (menyesal) kalau habis marah. Makanya saya usahakan cepat marah, tetapi jika saya harus marah ya harus tetap terkelola dengan baik.
    Artikel ini mantap lbo mbak. Apik kisahnya.

    Salam dari rumah baru mbak, maaf lagi di cat jadi masih bau.

    =====================================
    wow, saya sudah kerumah baru kok Pak
    beberapa kali, biar masih bau cat, tapi tetap dan selalu menyegarkan ketika
    mertamu kesana.
    salam.

  15. bibit m says:

    Bagus critane Bunda, jgn kuatir … aq gak marah sm Bunda! Untung cuma kentang … lha kalo tikus mati?

    ==================================
    saya juga nggak marah kok sama mas bibit,
    tapi………………jijik deh, kok tikus sih………………..
    salam.

  16. wellsen says:

    Artikel yang sangat menginspirasi, bunda🙂
    seringkali kita membawa rasa dendam ke mana-mana, padahal sebenarnya rasa dendam akan merugikan diri kita sendiri.. Dari efek ringan seperti perasaan tidak nyaman, sampai efek yang lebih berat yaitu menjadi penghambat kita dalam mencapai tujuan2 hidup..

    Saya mengutip kata2 Adi W Gunawan, seorang hipnoterapis ternama, kurang lebih seperti ini:
    “maaf bukan berarti aku membenarkan perlakuannya..
    maaf bukan berarti aku harus berhubungan kembali dengannya..
    maaf berarti aku berhenti menyiksa diri sendiri dengan rasa dendam, dan memutuskan ‘hubungan negatif’ dengan orang tersebut”

    mari memaafkan🙂
    =====================================
    ” maaf bukan berarti aku hrs berhubungan kembali dengannya…..”
    kok gitu ? jadi………………maaf bukan berarti melupakan ?????
    salam.

  17. Yep says:

    Renungan yang luar biasa Bunda… 🙂

  18. abifasya says:

    Ternyat Pertamaxxxxxx
    memang benar-benar menggodaxxcxxx
    komengnmya entar ya bun
    salaaaaaaaaaaaaammm

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s