Banyak sekali yg sinis ketika membicarakan tentang cinta, rupanya karena mengalami apa yg dinamakan “broken heart”, cinta mereka yg dipatahkan atau bisa jadi cinta yg tak tersampaikan.

Memang mudah sekali utk sekedar berbicara ttg cinta yg patah, tetapi mereka yg mengalami “patah hati” tahu, betapa pedihnya kejadian ini.

Namun demikian, untuk “kesehatan” diri kita sendiri sebaiknya janganlah berlarut-larut dlm “kepatahan” ini, tatkala hubungan yg mesra patah, maka kita dihadapkan pada 2 pilihan ini :

1. Kita dpt saja menjadi manusia yg benar2 patah, seakan dunia ini sudah kiamat, kemudian melakukan hal2 yg menghancurkan diri dan kepribadian sendiri, dlm satu kata kita melakukan hal2 yg menghancurkan atau yg disebut juga negatif.

2. Sebaliknya, kita dpt berbicara pd diri kita sendiri, bahwa apa yg terjadi adalah lumrah, bahwa kita tdk sendiri mengalaminya.

Memang sulit, sulit sekali.

Memang sakit, sakit sekali.

Tetapi kita hendaknya menyadari bahwa ini adalah pengalaman hidup, suatu proses pendewasaan, tatkala kita mengambil sikap begini itu berarti kita telah berfikir positif.

Ma’af, mereka yg mudah patah hati, konon adalah pribadi yg mempunyai sikap hidup negatif, karenanya lantas mereka tidak acuh dengan pekerjaan, membenamkan diri dlm kepedihan, putus harapan, kebingungan, mudah tersinggung, mengasihani diri sendiri, tetapi tdk mau menolong diri sendiri.

Sudah demikian, mereka menolak pula pertolongan yg diulurkan teman2 dan sanak saudara, pribadi demikian kemudian menjadi pahit, malahan ada dr mereka yg berubah menjadi kejam dan sadis, sikap seperti itu melumpuhkan sendi2 hidup yg normal, membuatnya tdk dapat berfikir dgn wajar, akhirnya hancur dan patah total.

Bagaimana mengatasi semuanya ini ??

Marilah, kita coba bicarakan bersama, bagi mereka yg terkena penyakit “patah hati “, seakan dunia ini sudah berakhir, malam bagaikan hantu yg siap menerkam dlm kegelapan, sepi….sepi….sakit…..sakit… ada lantas yg mencari kekuatan dr minuman keras atau ngeluyur kamana-mana sampai jauh malam, nggak jelas, dan….ketika matahari terbit, hantu itu masih saja mengikuti , jadi mereka nggak suka pd matahari, akhirnya mereka hobi mengurung diri.

Ada pula yg sepertinya tdk peduli.

Putus cinta ??

masih ada cinta yg lain.

Tetapi lantas jadi berlebih2an, dan mencari sepuluh yg baru, konon sikap seperti ini akan membuat lebih patah hati lagi.

Maka, dianjurkan apabila patah hati, katakanlah demikian, tidak perlu malu, tidak perlu menampilkan diri seperti orang yg kuat menahan badai cinta yg datang melanda, karena apabila dpt menangis, mengatakan dengan jujur apa yg dirasakan, kemungkinan besar sekali dlm waktu yg dekat, hati yg patah akan tersambung lagi.


Mereka yg pernah mengalami hal seperti ini bercerita, sebenarnyalah cinta yg patah itu, yg tdk kesampaian itu, tdk seburuk yg mereka kira semula, percuma sajalah meratapi cinta yg patah, malahan banyak hikmah yg dpt diraih dr cinta yg tdk kesampaian itu , ia bagaikan pengalaman hidup, yg membuat kita dpt lebih memaklumi / mengerti ttg manusia.

Terlebih lagi, rata-rata mereka yg pernah mengalaminya mengatakan, bahwa penyakit “pata hati” itu akan sembuh sendiri.

Sementara itu, lakukan aktifitas sehari-hari seperti biasa, memang tidak gampang, tapi, usahakanlah.

Salam.

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

3 responses »

  1. yang patah biarlah patah… akan tetapi, yang belum patah jangan di patahkan
    ======================================
    setuju, malah kalau bisa yg patah disambung lagi ya…………
    salam.

  2. a2karim09 says:

    yang patah jangan dipatah lagi. yang belum patah perlu dipatah. okey ha ha ha
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s