problems (1)

Courtesy of : blog.casact.org

Siapa di antara Anda yang tak pernah mengeluh? Ah, hahaha… pertanyaan yang terdengar konyol di telinga kan?
Mengeluh, hal yang manusiawi dilakukan oleh kita, apalagi yang namanya masalah tak pernah memandang siapa kita, dan berapa banyak masalah yang sudah kita miliki, ia tetap datang dan datang…

Pernah suatu kali, saat berbincang dengan seorang teman, tercetus sebuah pertanyaan, “kenapa ya, manusia itu diciptakan penuh dengan masalah?”

Ya, pertanyaan yang bagus, kenapa harus ada masalah?

Termenung cukup lama memikirkan jawabannya, yang ada hanyalah perasaan tak karuan.
Merasa kecil, dihimpit oleh masalah-masalah besar tersebut.

Namun tak lama pertanyaan itupun terjawab.
Coba amati, mereka yang hidupnya di jalanan.
Tidur beratap langit dan di atas kasur trotoar.
Kira-kira berapa banyak masalah yang mereka punya? Satu!
Masalah terbesar mereka adalah ‘bagaimana mereka bisa makan hari ini’ Itu saja.
Kecil bagi kita, tetapi besar bagi mereka.

Kemudian, bandingkan dengan mereka yang hilir mudik, keluar masuk kantor.
Berapa banyak masalah yang dimiliki oleh mereka?
Persoalan pekerjaan, persoalan rumah tangga, soal asmara bagi mereka yang masih lajang, ribet soal pembayaran kredit, dan lain sebagainya.
Complicated bukan?

Saat ini mungkin Anda berada di salah satu posisi seseorang yang memiliki sekian banyak masalahnya sendiri.
Bahkan, tak hanya melulu soal pekerjaan, tetapi juga orang tua yang hubungannya sedang kurang baik, kekasih yang tak kunjung melamar, belum juga mendapatkan pekerjaan, penyakit yang tak kunjung sembuh dan  atau patah hati akibat dikhianati pasangan atau mantan yang terus menerus meneror.

Ah… rasanya jenuh sekali dengan semua permasalahan tersebut.
Tetapi, pikirkan lagi.
Tuhan itu sungguh MAHA ADIL kok, setiap orang diberi porsi masalah yang berbeda-beda, bukan hanya sesuai dengan kemampuannya, tetapi juga pengalaman serta pelajaran yang telah didapatkannya.
Semakin meningkat pengalaman dan pelajaran yang didapat, maka permasalahan akan bertambah berat levelnya, sampai Anda dapat belajar dari masalah tersebut.

Terjawab sudah kan, mengapa masalah itu datang silih berganti dengan jumlah yang sangat besar.

Salam

PS :
Tulisan ini sekedar renungan ketika melihat orang banyak berlalu lalang di sebuah mall.

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

13 responses »

  1. tips sehat says:

    hidup ini tidak akan berwarna jika tidak ada masalah atau rintangannya.

  2. Lidya says:

    masalah selalau datang ya bun, Insya Allah selalu ada jalan

  3. vizon says:

    Setiap orang pasti diberi masalah oleh Yang Kuasa ya Bunda.. Namun, yang membedakannya adalah tentang cara menghadapinya.. Mestinya, semakin bertambah usia kita, semakin bijak dalam mengatasi seiap masalah yang datang.. :)

  4. kadang saya malu bunda, terlalu banyak bertanya sama Allah .. mengapa masalah ini dataang terus.. heheh
    tapi saya juga sadari, disetiap masalah itu akan ada kebaikan kebaikan pula yang diberikan..

    berarti saya harus lebih banyak bersyukur ya bunda :)

  5. Masalah (cobaan),,kalau kita mendapat masalah itu tandanya tuhan sayang sama kita.karna dengan masalah (cobaan) tuhan akan menaikan derajat seseorang.yang harus kita yakini adalah,,bahwa setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya.dan tuhan tidak akan memberikan masalah di luar kemampuan hambanya.

  6. Compast post says:

    ngeluh sih tiap kecapean

  7. Girah says:

    Dengan adanya masalah kita akan menjadi lebih dewasa. Thanks Bunda info yang menarik

  8. wi3nd says:

    yes bunda ly..thats a life..
    slama masih bernyawa ya masalah itu akan ada, tinggal bagaimana menyikapinya :)

    **sotoyy.. :D

  9. prih says:

    Terima kasih Bunda Ly, si pengeluh tertunduk malu nih
    Masalah ada biar kita semakin bertumbuh mengatasi masalah, meminimalkan masalah berikutnya.
    Salam kemerdekaan

  10. mandor says:

    Masalah datang itu untuk dipecahkan, bukan untuk dihindari. Jika selesai urusan yang satu, maka bersegeralah untuk menyelesaikan urusan yang lain.
    Artinya, masalah itu akan datang terus dan tiada habisnya. Tugas kita adalah menyelesaikan masalah agar menjadi lebih kuat.
    Maka dalam doa-doa disertakan “Berilah saya kemampuan untuk menyelesaikan masalah.
    Jauhkanlah saya dari masalah yang tidak diperlukan, masalah yang tidak membuat saya menjadi lebih kuat”.

  11. Setuju Bunda,masalah itukan kayak PR atau tugas sekolah, kalau ngga ada PR atau tugas kapan kita belajarnya?

  12. Unitedtronik says:

    beberapa orang yang aku kenal selalu bisa mengehindari masalah yang tidak perlu. sehingga bisa menyelesaikan ketika ada masalah2 yang tidak dikehendaki muncul,

  13. Nice share bunda, Yang Maha Kuasa memang adil. Tapi sejujurnya menurut saya masalah “orang biasa” tidak bisa dibandingkan dengan mereka orang jalanan yang bunda ceritakan. Walau masalah mereka hanya itu tapi masih terlalu besar karena menyangkut hidup dan mati dalam jangka waktu yang pendek dan terus menerus setiap hari.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s