Manusia, tak pernah ada rasa lelah untuk mengeluh, merasa kurang, dan tidak beruntung.
Bagaimana dengan Anda?
Banyak yang bilang, ‘rumput tetangga selalu lebih hijau’.
Lantas kemudian, manusia mencoba agar rumput sendiri tak kalah hijaunya.
Pupuk tetanggapun dicuri, dilemparkan ulat dan serangga pemakan rumput,
bahkan kalau bisa matahari tak boleh muncul di atas rumput tetangga.
Segala cara dihalalkan, deh!
Yang jadi pertanyaan adalah, kenapa?
Kenapa kita tak pernah puas?
Kenapa kita tak cukup bersyukur dengan keadaan yang ada saat ini?
TAKUT.
Takut adalah alasan mengapa seseorang menjadi tidak mudah puas, tidak cukup bersyukur,
dan menginginkan barang kepunyaan orang lain.
Apa yang ditakutkan?
TAKUT.
Takut bahwa Tuhan melupakannya dan tidak memberikannya rejeki lagi.
Mengapa bisa takut?
TAKUT.
Takut karena imannya sedang goyah.
Imannya tak lagi kuat.
Padahal, bila kita melihat ke jalan yang panas, penuh debu dan tak ada intan permata, di sana burung pipit tertawa riang, menyanyi penuh syukur dan pujian.
Mereka tak mati karena kelaparan.
Mereka tak mati karena tak punya mobil atau rumah mewah.
Mereka juga tak mati karena tak mampu membeli Chanel atau Luis Vuitton.
Jadi mengapa kita harus merasa takut?
Jika burung pipit saja masih dikasihi Tuhan, apalagi kita manusia, makhluk yang paling dicintai oleh-NYA.
Cukupkah nasehat si burung pipit ini membuat kita kembali dekat dan percaya kepada-NYA?
Mari bersyukur untuk segenap berkah yang diberikan kepada kita …………….
Salam
Note : nasehat untuk diri sendiri

Gambar diambil dari sini





Bener bun…
mengeluh lebih muda dari pada mengoreksi
itu yang saya rasakan saat ini,,,bantu cari saya solusinya?
jangan takut, pasti Tuhan selalu membantu ya bun
Bun, numpang info ya. Bagi sahabat para pencinta sedekah, yuk bergabung di http://www.SedekahKemana.com.
Sedekahkemana.com adalah portal yang menjembatani antara yayasan-yayasan (organisasi) dan para pencinta sedekah
bersikap mensyukuri apa yang sudah kita dapet lebih barokah ketiimbang mendapatkan sesuatu dengan cara tidak halal maupun dengan cara kesombongan
alhamdulillah,,, semoga kita bisa tetap bersyukur dgn apa yg telah Alloh berikan
Harus pandai-pandai bersyukur ya Bun.
Mungkin saya termasuk salah satu dari banyak orang yang selalu mengeluh Bun…
salam bunda, sehat selalu untukmu….yep saya masih bisa tau diri dihadapan Allah..sehingga bisa bersyukur walau dalam kondisi apapun.
Terima kasih artikelnya.. memberikan pencerahan di dunia yang penuh dengan arus globalisasi orientasi manusia pada materialistik
ya mam, Allah pasti memelihara kita..
karena cintaNYA lebih dari yang kita perlu.
selamat pagi, mamih sayang..
peluk dan cium.