Mitch Albom
Ada beberapa hal yang membuat cinta romantis hilang dan lenyap begitu saja dalam sebuah rumah tangga.
Pertama, masing masing pasangan merasa daya tariknya menurun.
Kedua, pertengkaran.
Ketiga, konsep pemikiran yang salah.
Karena kerap kali dengan tidak sadar, kita beranggapan bahwa asmara hanyalah milik orang yang berpacaran saja, tidak untuk yang telah berumah tangga.
Setelah menikah, asmara boleh ada, boleh tidak ada, kenapa?
Karena hal pertama setelah menikah, lantas mendadak muncul berbagai hal yang harus dipikirkan. seperti memikirkan pekerjaan, merawat dan membesarkan anak, dan sebagainya.
Alhasil, asmara tidak lagi mendapat tempat dalam sebuah pernikahan.
Bagi kebanyakan orang, asmara identik dengan perasaan, hasrat atau gairah yang amat erat dengan romantisme anak muda.
Inilah konsep cinta yang kerap kita dengar.
Namun, jika saja kita mau menelisik lebih jauh, semua uraian tentang cinta mengarah kepada keputusan hati kita untuk betindak: kesabaran, pengertian dalam kepercayaan, ketidakcemburuan, kerendahan hati dan seterusnya.
Karenanya, setelah sekian lama hidup bersama pasangan kita, yang paling penting adalah keputusan hati kita , bukan sekedar hasrat, gairah atau perasaan mengebu gebu untuk selalu bersama seperti ketika kita berpacaran dulu.
” Jika kita mengurusi hal hal penting dalam hidup, jika kita bersikap pantas terhadap orang orang yang kita cintai, dan bertindak sejalan dengan keyakinan kita, hidup kita tidak akan didera oleh berbagai urusan yang tertunda.
Kata kata kita akan selalu tulus, pelukan kita akan selalu erat.
Kita tak akan pernah berkabung dalam derita penyesalan “
( Mitch Albom, dalam Have a Little Faith)
Salam
Gambar diambil dari sini






Betulll banget yaaa,… kebanyakan orang yang sudah menikah sdikit demi sdikit melupakan itu, pdhal itu yang terpenting agar rumah tangga langgeng. krna pernikahan bukn skedar komitmen, tapi krna kita bnr2 ingin brsma dg orang yg qt syangi
Saya masih harus banyak belajar lagi tentang ini Bun.
Pengertian dan saling percaya bukan lagi asmara ya ?
Kalau urusan membina rumah tangga sepertinya harus banyak belajar dari bunda
Cinta harus dibina meskipun ada bumbu pertikaian, kita anggap sebagai asam dan manis dalam menjalani rumah tangga..
asmara itu, saat egois hilang dari diri, saat yang ada hanya dia
klo blom ada momongan, kayaknya asmara MASIH mendapat tempat dalam sebuah pernikahan deh bun xixixixi *ganjen*
Kenyataannya emang seperti itu bund. Untuk membangun asmara setelah pernikahan itu adalah perjuangan berat apalagi bagi mereka yang usianya sudah tidak muda lagi..
setuju Bunda..
saya sudah melewati masa-masa drop down dan mencoba mengartikan hubungan menjadi sesuatu yg lebih dimaknai.. aiih, ga jelas gini ngomongnya
so far.. LDR made me love him more
and of course I will love you too