Judul: Tuan Besar (Kisah Para Lelaki Metropolitan)
Penulis: Threes Emir
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 256 Halaman
Harga: Rp 40.000
Beberapa hari lalu kebetulan mampir ke toko buku Gramedia, melihat tampilan luar buku ini, juga setelah membaca sedikit ulasan di halaman belakangnya, akhirnya saya tertarik untuk membeli buku TUAN BESAR ini.
Walaupun sebenarnya buku ini sudah lama juga terbit, tapi saya baru minggu minggu ini bisa kembali menjelajah toko buku.
Dan, saya tertarik untuk me review nya karena menurut saya buku ini sangat bagus, penuh nilai nilai moral juga kasih sayang didalamnya.
Yuk, lihat dulu sedikit salah satu isi dari buku TUAN BESAR ini .
Dikisahkan Darso yang berasal dari Lereng Gunung Merbabu sibuk ingin mengubah namanya agar terdengar lebih modern tidak ndeso. Darso mencoba mengganti namanya dengan Sudarso, tapi ia hapus lagi karena merasa masih kurang pas.
Ia ganti lagi dengan Darsono.
Menambah “No” dibelakang namanya.
Namun, sekali lagi Darso tidak puas dengan nama itu.
Akhirnya setelah mencorat-coret namanya.
Didapatlah nama Arso.
Menurutnya ini nama yang lebih bagus dan tidak terdengar kampungan mirip nama India.
Darso akhirnya memilih nama ini, namun ia masih takut mengingkari nama yang diberikan oleh Simbok nya.
Dengan mencorat-coret lagi namanya itu.
Darso melengkapi nama barunya dengan D.Arso.
Jelas nama itu tidak menyalahi nama yang diberikan Simbok nya dan tetap terlihat lebih bagus.
Kalaupun ada orang yang menanyakan apa kepanjangan dari huruf D itu Darso akan menjawab “Daniel” tuh keren kan?. hehehhee
Aslinya Arso ini pemuda yang pekerja keras dan penyabar serta jujur.
Sifat itulah kemudian yang menjadikan perjalanan hidup Arso melesat dari kuliah di UI sampai kerja di Jakarta dan menjadi Direktur Utama sebuah perusahaan.
Arso juga langsung menemukan jodohnya yaitu Wita, perempuan yang baru lulus dan menjadi trainee diperusahaannya.
Di tengah perjalanan hidupnya Arso mendapat cobaan, Setelah Wita pindah kerja ke Bank Nasional, teman baiknya mengabarkan bahwa Wita selingkuh dengan Direktur Bank tersebut.
Namun Arso menanggapinya dengan tenang dan tidak menaruh curiga serta tidak terlalu mempermasalhkan hal itu.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya Direktur Bank selingkuhan Wita terjerat kasus dan akhirnya menyeret Wita, dalam kondisi ini Arso tetap menolong Wita dan Arso bisa berkata seperti ini.
“Sudahlah Wit, namanya juga cobaan. Bisa menimpa siapa saja. Kamu harus kuat!”
Jadi dalam diri Arso ada jiwa TUAN BESAR.
Walaupun Arso lugu dan sabar.
Tapi dengan sikapnya itulah kita semua bisa belajar dari sifatnya yang pemaaf, berlapang hati, tidak berburuk sangka terhadap orang lain dan menghadapi permasalahan dengan senyuman.
Wah, luar biasa cerita TUAN BESAR 1 sebagai pembuka dari 20 cerita TUAN BESAR lainnya dibuku ini.
Cover buku yang menarik menjadikan daya tarik tersendiri saat melihatnya.
Selain itu kumpulan cerita yang berdasarkan kisah nyata ini diceritakan dengan sederhana namun memuat niai-nilai kehidupan yang bisa kita pelajari dan tentu saja ikut meneladaninya.
Adakah sisi TUAN BESAR dalam diri kita?
Salam






ceritanya menarik tapi menurut ane jiwa arso terlalu besar… Bikin PDFnya bunda ane mau baca lanjutanya!
Hihihi bisa barengan gitu ya Bunda nulis Tuan Besarnya
Aku belum baca nih, soalnya masih baca yang lain dulu~
iya ya Na, selera buku kita sama kayaknya ….

buruan baca deh Na, bagus2 cerita nya , apalagi banyak yg dr kisah nyata gitu ….
gak nyesel deh bacanya
salam
perlu dicoba membaca lanjutannya nih….trims
Jiwa si Arso terlalu besar Bunda
bisa gak ya kita kayak Arso ?
salam
HHHmmm …
Sepertinya ini buku yang sangat menarik …
Me Re-definisikan kembali pengertian Tuan Besar …
Terima kasih infonya Bunda Ly
salam saya
bener Mas eNHa, buku ini menarik sangat , paling tidak utk refleksi diri
sama2 , terimakasih juga Mas eNHa .
salam
Ditunggu untuk review TUAN BESAR 2 nya ya Bun
Salam,
hahahaaa…….yaaaa…..ampun, kedua sampai keduapuluh ada disatu buku gitu
salam
Dari review singkatnya jd pengen miliki bukunya.
hayu atuh beli buruan Hendra
bagus2 deh ceritanya, gak nyesel bacanya
salam
kayaknya si Una dapet buku ini gratisan… hhmm jadi pengen baca juga
iya Rul, asik ya Una dapat rezeki gratisan gitu
bener Rul, baca deh …bagus kok ini bukunya
salam
Jadi pengen beli bukunya, kayaknya menarik yah Bund, kumpulan dari berbagai kisah Tengkyuu Bund buat sinopsisnya
sama2 , terimakasih juga Bund
iya, diangkat dr kisah nyata gitu Bund
salam
jd itu bukunya kayaknya kumpulan2 cerita ya bun?
bener Myra, dr kisah nyata
salam
Wow, ceritanya keren … tentang kebesaran hati …
tidaklah mudah menjadi tuan besar …
bener, kudu banyak berlatih
salam
Wow…cerita pertama aj udh seru begitu ya Bun? Aku jd kepengen baca, makasih reviewnya ya Bun
sama2 Orin sayang ….terimaksih juga

beneran bagus ini bukunya Rin, gak nyesel deh bacanya
salam
lah ini buku yang dipegang Una tadi diblognya… dapet gratisan juga Bunda?
iya bener Rom

gak lah, bunda beli di Gramedia kok
salam
Bagian mana yang bunda sukai dan tidak sukai dalam buku ini ?
Nice review.I like it
terimakasih Dheee………
gak ada yg gak suka Dheee…..
suka semua , bagus2 ceritanya, untuk refleksi diri juga sekalian
salam
Saya malah belum pernah baca ki. Bunda.
bunda juga baru aja kok bacanya ,Mas Alam
padahal buku ini lumyan dah lama juga terbitnya
salam
Olala, aku baru tahu judulnya Bunda, itupun baru baca dari blognya Una
Nah baca reviewnya Bunda, ternyata memang sebuah buku yang layak dibaca ya, menarik
iya Yunda ,buku ini memang menarik , bagus juga utk refleksi diri
salam
Bunda ngiming-ngiming nih heheheeee…..
ada gak ya Bun didiri saya…..
pasti ada lah, Cum
semua orang punya sisi “tuan besar” pd dirinya yaitu kebijaksanaa
salam
Pengen jadi Tuan Besar melalui Toko Online…….
Mudah-mudahan nama VerbenaShop nggak kelihatan “ndeso” ya…..
Verbenashop, hidup sehat bersama obat herbal pilihan
gak ndeso kok, malah keren dan trendy tuh namanya
semoga sukses toko online nya .
salam
Cerita pertamanya sudah sangat seru
gmna ya cerita selanjutnya bunda???
*beli sendiri dong bukunya ^^
hahahaa……nanti malah jadi dongeng sebelum tidur kalau diceritain semua nya ,Imam
salam
Kayaknya saya jadi Tuan Kecil aja gagal, gimana jadi Tuan Besar ya?
Pak Guru sudah jadi Tuan Besar yg anti biasa kok
salam