Dalam perjalanan hidup manusia, siapakah yang belum pernah diremehkan oleh orang lain?
Begitu pula sebaliknya, siapakah yang belum pernah meremehkan orang lain?
Kita semua pasti pernah mengalami keduanya, meremehkan dan diremehkan.

Ketika kita meremehkan orang lain, ada perasaan puas dalam diri kita.
Kepuasan itu muncul karena kita bisa membuat orang lain menderita.
Kita merasa di atas angin.
“Inilah aku!” “Kamu bukan apa-apa dibandingkan aku!”

Sebaliknya, ketika kita dalam posisi diremehkan, spotan kita bisa jengkel, marah, benci, frustasi, bahkan apabila proses peremehan tersebut terus berlanjut menimpa seseorang maka orang tersebut bisa mengalami depresi.

Bagi seseorang, diremehkan bisa sangat menyakitkan bahkan membuat seseorang bisa menderita dan tidak berdaya.
Sumber peremehan pun bisa bermacam-macam, misal asal daerah (Wong Deso), bentuk fisik (anak hitam kecil lagi), kemampuan intelektual (Anak Goblok), status sosial-ekonomi (Dasar Miskin), dan sebagainya.

Lalu apa manisnya diremehkan?
Spontan kita akan menjawab, tidak akan pernah ada manisnya diremehkan!
Dalam realitas kehidupan kita, ada banyak peristiwa yang merupakan representasi dari sebuah proses peremehan, sebagaimana dinarasikan dalam kasus misalnya seorang anak lelaki berasal dari desa, tubuhnya relatif hitam, tampangnya juga pas-pasan.

Sewaktu lulus Sekolah Dasar orang tuanya menyekolahkan anaknya di sebuah sekolah favorit di kota.
Teman-teman barunya memiliki tampilan yang jauh lebih menawan dari dirinya.
Setiap hari di sekolah, si anak desa itu selalu mendapatkan peremehan.
Teman-temannya sering mengatakan “Cah ndeso gaweane mangan telo, opo iso nggarap!” (anak desa kerjaannya makan ketela, apa bisa mengerjakan tugas-tugas”)

ditambah lagi “Cah cilik cacingen maneh, kok bercita-cita jadi pilot!” (”anak kecil cacingan lagi, kok bercita-cita jadi pilot”).

Proses Refleksi

Manusia sebenarnya memiliki kemampuan untuk mengolah seluruh peristiwa yang masuk ke dalam dirinya.
Kemampuan mengolah ini pun sangat unik dan dipenuhi oleh misteri.
Oleh karena itu, kita bisa menyaksikan orang-orang yang diremehkan terhimpit oleh keadaan dan sangat menderita.
Mereka bisa mengalami stres luar biasa.
Di sisi lain, kita juga bisa melihat banyak orang yang diremehkan oleh orang lain, namun orang tersebut bisa mengambil energi emosi yang muncul dalam dirinya untuk tujuan positif.

Pengolahan inilah yang disebut proses refleksi, sebuah proses olah batin yang bila kita latih akan memberikan kemampuan tambahan dalam diri kita.
Kemampuan yang dapat dipergunakan untuk semakin mengenali diri, lingkungan, dan beragam peristiwa yang menimpa diri kita.
Sekaligus bisa menjadi sarana untuk menemukan cara-cara bereaksi atas segala peremehan yang menimpa kita dengan cara lebih positif.

Bila direfleksikan seacara matang, maka peremehan justru makin membuat kita tahan mental.

Sekaligus membuka peluang untuk membuktikan bahwa diriku bukan seperti yang dikatakan orang lain tersebut.

Bila dilihat dari perspektif spiritual peremehan bisa ditafsirkan sebagai Allah swt membuka potensi kita.

 

Peremehan tidak akan membuat hati seseorang terluka, apabila orang tersebut tidak mengizinkan hatinya dilukai.

Apabila kita bisa memandang setiap peremehan yang menimpa kita dari sisi positif maka kita bisa mengatakan: “Silahkan Anda meremehkan saya.”
Peremehan akan memunculkan energi baru dari dalam diriku.
Dengan energi baru tersebut aku akan makin mampu menggapai cita-cita, yang berbeda dengan label negatif yang diberikan kepada ku.

Apabila kita sudah mampu sampai pada tingkat ini maka kita bisa menikmati betapa manisnya diremehkan!
Silahkah Anda meremehkan, aku akan menikmati hasilnya dalam wujud prestasi-prestasi nyata sebagai buah peremehan!
Bagi yang suka meremehkan orang lain, hati-hatilah karena manusia pada dasarnya sulit untuk diperkirakan……………………

 

 

Salam

Gambar diambil dari sini

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

27 responses »

  1. jakarta says:

    Aku juga merasakan hal yang sama sungguh menyakitkan dan itu berulang kali. Namun ada pepatah dari saya yang menurut saya sangat memotivasi:

    Ada kalanya orang yang diremehkan menjadi orang yang lebih hebat
    Ada kalanya orang yang dibanggakan menjadi lebih jauh lebih buruk daripada orang yang diremehkan

    Jadi intinya kadang kita ada diatas dan kadang ada dibawah ingat bumi itu berputar tidak selalu diam ditempat. Saya juga tidak mengerti mengapa masih ada orang sombong sadar bahwa manusia itu tidak sempurna. Jujur saya benci sekali diremehkan lalu dibandingkan dengan orang lain karena itu hanya membuat kita semakin turun. Yang dibutuhkan adalah dukungan bukan diremehkan. Belum tentu yang ngeremehin itu orang hebat jadi anda harus sadar diri bagi yang suka ngeremehin orang

  2. Lukman says:

    wooww,,,mantap artikel ini,,btw,,aku saat ini juga diremehkan oleh beberapa orang termasuk saudara saya,,emang sih,,rasanya very very sakit!!! but its okey,,karena aku yakin aku bisa lebih jauh lebih baik dari mereka,,dan dari peremehan itu,,membuat saya selalu bekerja keras untuk mencapai cita2 saya

  3. tio says:

    kalau aja gak ada org satupun didunia ini yang meremehkan,,kayaknya sama aja kita gak pernah menganggap gak pernah ada siang n malam,,,jadi gak ada keadilan untuk kita lebih introspeksi diri…

    tks bun… :)

    dimanapun kita berada pasti kt akan nemuin org yg ngejengkelin,ngegosip,ngomongin dibelakang kita,,,namun semua itu Allah telah memberikan keadilan karena buat kita semakin kuat dari waktu ke waktu…kita gak akan bisa menghindar dari tempat kerja,pergaulan,lingkungan tinggal atw pun org yg ketemua dijalan….pst ada aja yang gak sesuai yg malah bikin HATI kita jadi gerah deket mereka,,, so….buat diri kita kaya coklat manis yang siap dimakan siapapun dengan perasaan senang…okaayyy

  4. Setuju bgt bund..
    Diremehin itu emag ga enak banget..
    Utk jadiin ‘remehan’ jadi suatu energi positif juga ga gampang..
    Tapi, ga ada salahnya kan dicoba,, krn blm tentu org yg ngeremehin qta itu jauh lebih baik daripada qta :)

    2 thumbs up

  5. jerzy says:

    jgn pernah meremehkan seseorang

  6. dunia kuro says:

    diremehkan memang bisa dijadikan bahan bakar tambahan untuk lebih sukses……….

  7. Abi Sabila says:

    “Peremehan tidak akan membuat hati seseorang terluka, apabila orang tersebut tidak mengizinkan hatinya dilukai.”

    akan saya catat dan ingat terus quote ini, Bunda.
    Terima kasih untuk pengingat ini, Bunda.

  8. imamboll says:

    semoga meskipun kita diremehkan, kita masih bisa menapaki kehidupan dengan lebih baik

  9. nh18 says:

    Bunda Ly …
    Ini tulisan pengingat untuk kita semua …

    Sebagai Subject / Pelaku ?
    Ini jadi pelajaran … bahwa … apapun alasannya … menganggap rendah orang lain … meremehkan orang lain … bukan merupakan hal yang patut …
    orang yang suka meremehkan orang lain … biasanya adalah orang yang merasa terancam eksistensinya …

    Sebagai Object / Korban ?
    Tulisan ini juga menyadarkan kepada kita semua … Bahwa … janganlah kita mengizinkan hati kita untuk dilukai … anggap “peremehan” tersebut sebagai detonator peledak prestasi kita …
    (saya jadi ingat suatu peristiwa … dimana saya merasa dijadikan object peremehan … dan Alhamdulilah justru hal tersebut menjadi momentum perubahan pada diri saya )(jujur saya belum PD cerita di Blog …)(hehehehhe)

    Love You Bunda Ly …

  10. Ketika Kuberkicau says:

    Minal Aidin Wal’faizin dulu ya Bun.
    Teringat.. Pertama x buat akun FB th2007. Masih AWAM sx.
    Terkagum melihat pengguna2 mendandani akun-nya dg apik.
    Sy request-pertemanan pd 3-4 public-figure-wanita yg pernah jd idola.
    Namun apa yg terjadi.. sy di-kirim message berulang, dg pertanyaan njlimet, kemudian akun sy di block. Ada 1 diantara-nya, yg ‘sudi’ accept sy.
    1hari, tertuntun masuk ke dlm blog-nya, dan sempat berkomentar-kagum pada salah 1artikel-nya (yg ternyata copy-paste-an milik orang-lain). Sayangnya komentar sy ditepikan, sementara komentar lain mendpt respon positif.
    Sungguh ada rasa kecewa, sedih. Kekaguman terhadap mereka, luntur seketika.

    Sy berjanji dlm hati: 1saat akan lebih baik dr mereka.. & akan berusaha rendah-hati.
    Dalam bilangan bulan.. hal tsb terbuktikan dalam karya2 yg original saya.

    Kita memang harus bersabar dalam setiap kejadian yg tak berkenan, menyakitkan, kegagalan sxpun. Akan menjadi pelajaran termahal, terbaik unt menjadi lebih baik.

    Artikel yg menarik Bun, salam.

  11. iya , Bun….kadang hal kecil bisa jadi bahan untuk meremehkan orang lain…, cuman seringnya banyak org yg ndak nyadar kalo dia sering meremehkan org lain (alasannya karena cuman bercanda…), sehingga pas gilirannya merasakan hal yg sama langsung deh gelap fikiran, hehehe…
    setuju dengan komen di atas, semoga kita terhindar dari perbuatan meremehkan orang lain, amien…..

  12. sewa mobil jakarta says:

    Makasih artikelnya, sangat menguatakan saya saat ini yang mengalami kejadian hampir serupa.

  13. diremehkan, tapi justru menunjukkan prestasi ya bund. sungguh sepakat sekali….

  14. ded says:

    Setuju Bun, kalau bisa peremehan itu kita balik dengan memunculkan sebuah energi baru dari dalam diri.
    Sehingga dengan energi tersebut akan lebih mampu mencapai yang lebih tinggi.
    Kalau sakit hati sih wajar, tapi ga boleh lama2
    Semoga sehat ya Bun. Amiinnn :)


    bener Ded, diremehkan hendaknya malah menjadikan kita lebih bersemangat utk menunjukkan bahwa kita tidak seperti yg mereka nilai, kita bisa berbuat lebih baik lagi
    Ded dan keluarga juga selalu sehat ya ,aamiin
    salam

  15. dea says:

    tergantung sikap yang di remehkan nya.. suatu tantangan juga bukan untuk kita bila di remehkan :)
    tapi jujur saya sendiri belum bisa bund ga suka banget kalo di remehkan !


    memang kita hrs belajar utk bisa menerima sesuatu yg menyakitkan,
    karena pil pahit itulah yg menyembuhkan
    mampu menjadikan peremehan menjadi sebuah semangat juang
    salam

  16. Intinya memang setiap pribadi ingin diakui keberadaannya. Diremehkan, itu sama aja dengan nggak diakui. Sangat mendasar, sangat manusiawi. Mawas diri lah kita masing-masing ya… artikel dan renungan bagus, Bu

    agar kita tidak suka meremehkan orang lain,
    karena kita juga pastinya gakkan suka diremehkan ,kan? :)
    salam

  17. Orang yg diremehkan itu kemungkinan akan menanggapinya secara negatif atau positip. Jika menanggapi secara negatif, maka dia akan semakin terpuruk karena alam bawah sadarnya akan memberikan sugesti bahwa dia memang seperti itu, tetapi jika menanggapi secara positip maka buah manis seperti yg diceritakan bunda itulah yg akan dipetik oleh orang tersebut.

    Semoga kita termasuk orang2 yg dapat menanggapi setiap peremehan secara positip ya bun..:)

    aamiin…..semoga kita bisa menjadikan peremehan itu sebagai motivasi utk menjadi yg lebih baik lagi ya Pi :)
    salam

  18. monda says:

    kalau orang yg positif semakin diremehkan justru dia bikin itu sebagai tantangan,
    tapi sayangnya aku belum jadi yang seperti itu mam


    hehehehe….siapa juga yg mau meremehkan BunMon ku yg oke ini :)
    salam

  19. Dadan says:

    Ada sebuah nasehat dari seorang ulama : “Ulah medal sila upama kapanah” (jangan berubah/harus tetap tegar bila dicaci, dimaki atau diremehkan orang lain) dan “Kudu asih jalma nu mikangewa ka maneh” (harus tetap mengasihi, menyayangi kepada orang yang membeci kita)


    subhanalllah….bagus nya nasehat ini ya Dadan
    benar2 menjadikan kita bijak dan berjiwa besar dlm menyikapi orang lain

    terimakasih utk masukan yg sangat bermanfaat ini ,Dadan
    salam

  20. Applausr says:

    betul peremehan kepada diri kita sebenarnya tergantung bagaimana kita menyikapinya saja sebenarnya…. kita harus selalu dalam posisi sadar sebenarnya….


    selalu berpikir positif gitu ya Rom :)
    salam

  21. rangtalu says:

    yup..
    kita akan semakin semangat setelah diremehkan :)


    setuju, makin diremehkan, makin kuat semangat utk memotivasi diri sendiri :)
    salam

  22. Evi says:

    Bun, aku punya kelemahan, gak gampang melupakan peremehan. Nanun kurang bisa memutar balik rasa terluka itu jd energi membangun. Jadi dendamnya masih tetap gituh..Padahal secara tak sengaja aku jg sering meremehkan orang lai. Gimana yah Bun agar keluar dr kepayahan ini?

    gak lah, Evi
    bunda yakin kok, kalau Evi sungguh bijak menyikapi sebuah peremehan :)
    utk melupakan sesuatu yg tidak mengenakkan memang perlu waktu
    orang padang bilang : time will healing :P
    salam

  23. Kadang aku suka khilaf, meski gak berniat apa-apa kadang kalo diinget2 aku pernah ngomong apa ama orang, kok kayak agak meremehkan :( Aku juga belajar untuk gak sembarangan bicara hehe.
    Dan belajar gak sakit hatian hihihi~

    setuju Una, belajar utk gak mudah sakit hati ya … :)
    salam

  24. nelly says:

    benar bun kalau di pikir2 nga ada manusia yg sempurnah…selamat lebaran yaa..minal aidin walfaizin yaa kemana aja nich lebaran belum sempat kita ketemuan yaa…salam buat kel sukses bun tulisan2 nya makin bermutu…ok lho

    pastinya gitu Nel, no body’s perfect :)
    aku lebaran cuma ke bogor aja , kerumah ibu Nel …..
    maaf lahir bathin ya Nel
    salam utk Uda dan Puti, semoga selalu sehat :)

    terimakasih juga utk komplimen nya pd tulisan ini :)
    salam

  25. Arman says:

    saya orangnya lumayan sensitif jadi kalo merasa diremehkan orang bakal sakit ati banget. jadi sekarang lagi proses belajar nih bu. untuk supaya gak merasa terluka kalo diremehkan orang lain. hehehe.


    perlu waktu pastinya ya Arman
    untuk bisa menyikapi sebuah peremehan yg kita terima :)
    salam hangat utk keluarga
    semoga sellau sehat
    salam

  26. niqué says:

    iya ya bun, seseorang bisa sakit hati, jika dia yg mengijinkan itu terjadi padanya :)

    semoga kita tidak tergolong sebagai orang2 yang senang meremehkan orang lain ya bun


    aamiin…..setuju banget Nik , kita jadikan peremehan itu sebagai motivasi utk kita jadi lebih baik lagi :)
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s