Lakukan semua kebaikan yang kau bisa
dengan sepenuh hati yang kau bisa
dalam segala cara yang kau bisa
di segala tempat yang kau bisa
pada setiap waktu yang kau bisa
kepada semua orang yang kau bisa
selama mungkin yang kau bisa
( John Wesley)

Acap kali kita membayangkan atau bahkan menginginkan kondisi yang jauh dengan kondisi kita sekarang.
Pikiran kita kadang menginginkan suatu tempat , yang disana kita benar benar menjadi diri “Saya” yang sesungguhnya, tempat yang membuat kita benar benar merasa berada di”rumah”.

Kita ingin menciptakan hari hari seperti yang diinginkan, hidup bersama cinta sejati, memiliki hubungan yang harmonis dengan orang orang tersayang dan menyayangi, memiliki pekerjaan yang sesuai dengan hati, memiliki harga diri tinggi, juga berkecukupan dalam keuangan, bermartabat, serta mampu berbagi kebahagiaan dengan orang sekeliling kita.
Sungguh, hidup dalam ritme yang sempurna seperti itu rasanya pasti sangat menyenangkan.
Namun, bisakah kita mewujudkan skenario sempurna tersebut?

Pada perjalanan hidup, kita dibawa pada keadaan yang tidak selalu sesuai dengan harapan.
Kita jumpai hal hal yang tadinya disangka membawa kesenangan ternyata tidak berbanding lurus dengan dambaan kita selama ini.
Apa yang tadinya kita kira menyedihkan, ternyata tidak seburuk yang kita duga semula.
Begitulah hidup, kadang berjalan seperti itu, tak tentu, tidak ada ketentuan pasti.
Segala sesuatunya terus berubah.

Dari hari ke hari, rencana rencana, janji janji, mimpi mimpi, juga hubungan tidak selalu bisa dipertahankan.

Pada hakikatnya , hidup adalah sebuah perjalanan yang didalamnya berlangsung dialog antara dunia diri “kita” dengan dunia luar.

Dua dunia ini melebur jadi satu dan sulit untuk dipisahkan.

Apa yang terjadi dalam dunia diri “kita” dipengaruhi oleh dunia luar, begitupun sebaliknya.
Kita menjadi sedih dan terluka, ketika dunia luar berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan.
Misalkan; ketika merasa terabaikan pada lingkungan yang ternyata tidak menginginkan kita.
Atau berangan angan ada orang yang mendampingi untuk melewati masa masa sulit, ternyata tak ada seorangpun di sisi kita.

Dari sini saya belajar…………….ternyata hidup bukanlah sesuatu untuk masa depan.
Hidup juga bukan hal yang ada angan angan .
Hidup untuk hari ini, momen ini, detik ini…………

Akhirnya, saya bertekad akan menikmati setiap langkah kaki yang saya jalankan ke tempat manapun saya melangkah dan pada kondisi apapun.
Saya tidak lagi berfikir, bahwa apa yang saya fikir dapat membahagiakan itulah satu satunya sumber kebahagiaan yang dapat saya raih.

Saya juga tak lagi khawatir bahwa bayang kesedihan yang mungkin akan menghadang di hari depan.
Saya berusaha untuk menikmati setiap momen yang berlangsung, menatap segala kemungkinan, mengikuti arus kemana kehidupan akan membawa saya.

Sebab, saya fikir kebahagiaan tidak memerlukan persyaratan persyaratan khusus: saat keinginan terpenuhi, baru kebahagiaan datang: saat tujuan terealisasi, baru kebahagian dirasakan,: saat keadaan teratur, barulah kebahagiaan membuncah.
Namun, menurut saya,  kebahagiaan datang tanpa syarat.

 

 

Salam

Gambar diambil dari sini

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

10 responses »

  1. Ejawantah's Blog says:

    Mantaps…. Bun. Suatu pembelajaran dari soko guru kehidupan yang tiada duanya. Sukses selalu untuk bunda sekeluarga.

    Salam
    Ejawantah’s Blog

  2. Lampit says:

    Bunda saya terharu sama artikel anda sekaligus jadi penyemangat bagi saya… selamat Idul fitri salam sukses selalu

  3. risdania says:

    betul bunda,,masa lalu untuk pembelajaran masa sekarang, sedang masa depan tergantung dari masa sekarang. Yang terpenting memang menjalankan masa sekarang agar lebih baik dari masa lalu dan menjadi pondasi yang baik untuk masa depan.

  4. lozz akbar says:

    hidup dan masa depan kita adalah hari ini, jadikan berikan hanya yang terbaik untuk hari ini…

    Bunda minal aidzin wal faidzin ya.. mohon maaf jika mungkin ada khilaf saya.. salam buat keluarga di sana

  5. Dadan says:

    Setuju sekali Bunda…
    Bukan hanya kebahagiaan saja, namun hidup kita juga sebenarnya hanya detik, menit, jam dan hari ini saja…

  6. ika safitri says:

    Kebahagiaan ada didlm rasa syukur ya bun.

  7. kebahagiaan di hari ini, detik ini, moment ini adalah kebahagiaan untuk kita di dunia ini, jgn lupa jg untuk mempersiapkan diri agar kita dapat bahagia juga di akhirat nanti..
    salam hangat, bunda..

  8. Lidya says:

    hidup untuk sekarang, saat ini ya bun. mohon maaf lahir batin ya jugaselamatulang tahun bunda Lily

  9. teppymaaruf says:

    Setuju skali Un…
    Kebahagiaan datang tanpa bisa kita prediksi… tanpa bisa kita atur kapan n bagaimana…
    Kebahagiaan datang tanpa bisa kita duga waktu n bentuk nya…
    Namun teppy selalu berdoa agar Uni ku bisa selalu bahagia ntah bagaimana bentuknya…
    Tetap semangat n optimis ya Un…

  10. Applausr says:

    betul sekali bunda… kebahagian datang dari sebuah ketulusan hati untuk menerima semua kondisi…. bahagia tergantung dari diri sendiri.. suka sama postnya nih salam selamat idul fitri ya Bunda…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s