I’tikaf di Masjid

1. Hikmahnya

Al-Allamah Ibnul Qayyim –rahimahullah berkata:

“Dan (Allah) syari’atkan i’tikaf bagi mereka yang mana maksudnya  adalah berdiamnya hati kepada Allah dan kumpulnya hati kepada Allah, berkhalwat denganNya dan memutuskan (segala) kesibukan dengan makhluk, hanya menyibukkan diri kepada Allah semata.”

Beliau juga menyebutkan diantara tujuan i’tikaf adalah:  agar supaya kita bertafakkur (memikirkan) untuk selalu meraih segala yang mendatangkan ridha Allah dan segala yang mendekatkan diri kepadaNya, dan mendapatkan kedamaian bersama Allah sebagai persiapan kita menghadapi kesepian di alam kubur kelak.

2. Makna I’tikaf

Yaitu berdiam (tinggal) di atas sesuatu. Dan dapat dikatakan bagi orang-orang yang tinggal di masjid dan menegakkan ibadah di dalamnya sebagai mu’takif  (orang yang sedang i’tikaf).

3. Disyari’atkannya I’tikaf dan Waktunya

Disunnahkan pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainnya sepanjang tahun. Telah shahih bahwa Nabi Muhammad saw beri’tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Syawwal. (HR. Bukhari dan Muslim).

”  Dan yang lebih afdhal lagi adalah pada akhir bulan Ramadhan, karena Nabi saw beri’tikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah Ta’ala mewafatkan beliau ”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Seseorang yang berniat i’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hendaklah memulai i’tikafnya pada hari keduapuluh Ramadhan sebelum matahari terbenam, jadi malam pertamanya adalah malam keduapuluh satu Ramadhan.

4. Hendaklah I’tikaf Dilakukan di Masjid.

Hendaklah i’tikaf dilakukan di masjid sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“…dan janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Ayat tersebut juga dalil atas diharamkannya jima’ dan segala pendahuluannya –seperti mencium dan meraba dengan syahwat- bagi orang yang i’tikaf.

5. Wanita Boleh Ber i’tikaf di Masjid

Wanita diperbolehkan i’tikaf di masjid bersama suaminya atau sendirian, sebagaimana dikatakan Aisyah –radhiallahu anha :

“Bahwasanya Nabi saw beri’tikaf sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sehingga Allah mewafatkan beliau, kemudian isteri-isteri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

6. Tidak Keluar dari Masjid Kecuali Seperlunya

Hendaklah orang yang i’tikaf tidak keluar dari masjid selama i’tikaf kecuali seperlunya, sebagaimana dikatakan Aisyah –radhiallahu anha:

“Yang sunnah bagi orang i’tikaf adalah tidak keluar kecuali untuk perkara yang mengharuskannya keluar.” (HR. Al-Baihaqi dengan sanad sahih)

Keluar dari masjid ketika i’tikaf ada tiga macam:

a). Keluar untuk suatu perkara yang merupakan keharusan seperti, buang air besar dan kecil, berwudhu dan mandi wajib atau lainnya seperti makan dan minum, ini adalah boleh apabila tidak memungkinkan dilakukan di dalam masjid.

b). Keluar untuk perkara ketaatan seperti, menjenguk orang sakit dan mengantarkan jenazah, hal ini tidak boleh dilakukan kecuali apabila dia telah berniat dan mensyaratkannya di awal i’tikaf

c). Keluar untuk perkara yang menafikan i’tikaf seperti, untuk jual beli, jima’ dan bercumbu dengan isterinya dan semacam itu, hal ini tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan i’tikaf dan menafikan maksud dari i’tikaf.

Tidak ada kepastian mengenai kapan datangnya Lailatul Qadar, suatu malam yang dikisahkan dalam Al-Qur’an “lebih baik dari seribu bulan”. Ada Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, menyebutkan bahwa Nabi pernah ditanya tentang Lailatul Qadar. Beliau menjawab: “Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan.” (HR Abu Dawud).

Namun menurut hadits lainnya yang diriwayatkan Aisyah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan:


”Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan ”.
(HR. Bukhari)

Diantara hikmah tidak diberitahukannya tanggal yang pasti tentang Lailatul Qadar adalah untuk memotivasi umat agar terus beribadah, mencari rahmat dan ridha Allah kapan saja dan dimana saja, tanpa harus terpaku pada satu hari saja.

Go to fullsize image

Jika malam Lailatul Qadar ini diberitahukan tanggal kepastiannya, maka orang akan beribadah sebanyak-banyaknya hanya pada tanggal tersebut dan tidak giat lagi beribadah ketika tanggal tersebut sudah lewat.

Umat Islam hanya ditunjukkan tanda-tanda kehadirannya. Di antara tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar adalah:

1. Pada hari itu matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim.

2. Pada malam harinya langit nampak bersih, tidak nampak awan sedikit pun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas. Hal ini berdasarkan riwayat, Imam Ahmad.

Dalam Mu’jam at- Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.”

Amalan-amalan untuk Mendapatkan Lailatul Qadar :

Para ulama kita mengajarkan, agar mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar, maka hendaknya kita memperbanyak ibadah selama bulan Ramadhan, diantaranya:

1. Senantiasa shalat fardhu lima waktu berjama’ah.
2. Mendirikan shalat malam atau qiyamul lail (shalat tarawih, tahajud, dll)
3. Membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya dengan tartil.
4. Memperbanyak dzikir, istighfar dan berdoa.
5. Memperbanyak membaca:

” Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah ”.


Salam

Sumber: KH. A. Nuril Huda ( Ketua PP NU )

Gambar diambil dari sini

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

10 responses »

  1. Panama says:

    Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana hadits dari Ibnu Umar radhiyallohu’anhuma bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,”Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim).

  2. Zulhaq says:

    betapa indahnya menjalani perjalanan rohani, perjalana spritual yang biasa di sebut i’tikaf ini. segala kesibukan dunia, godaan dunia terlupakan dan benar2 tertinggalkan. yang di lakukan hanyalah mendekatkan diri terhadap sang pemberi kehidupan. segalanya diserahkan dalam ibadah yang khusuk serta ikhlas. aktifitas yang paling banyak adalah berdzikir, karena sesungguhnya dzikir dengan menyebut asmaNYA, adalah sangat ampuh mensucikan hati yang telah hitam berkarat. mampu mendekatkan sang hamba pada dzat_NYA yang maha suci…

    Perjalanan rohani ini begitu sakral, maka sangatlah di tuntut hati yang tenang dengan jiwa yang menag. tentu dengan memohon ridhonya :)

    saya merindukan perjalanan ini bunda, tak terasa dah 4 tahunan saya nggak pernah melakukannya lagi. dan yang belum pernah sama sekali adalah pada saat 10 hari terakhir bulan ramadhan. semoga saya akan menunaikan perjalanan ini lagi, karena dosa lahir maupun dosa bathin telah tertumpuk dengan tebalnya dalam hati ini…

    Astaghfirullah hal adziim…
    minta ampun aku akan alllah, sesungguhnya allah maha pengampun lagi penyayang. minta ampun aku, sekalian dosaku, dosa lahir dan dosa bathin :)
    ======================================
    hiks…………….hiks…………teringat semua salah dan dosa yg dibuat dulu
    maupun sekarang, bunda merasa sangat terhina dihadapanNYA…………
    diri ini masih kurang mensyukuri segala nikmatNYA……………
    semoga jiwa ini dapat menjadi jiwa2 yg tenang menuju ridhaNYA………….hiks…….hiks………
    ya Rabb, mudahkanlah hambaMU ini utk dapat meraih ridha dan ampunanMu, amin
    Semoga ramadhan ini i’tikaf kita diridhai dan dimudahkanNYA, amin.
    Salam.

  3. Pakde Cholik says:

    Bagi para pekerja yang aturan kantor atau instansinya akan sulit untuk melakukan i’tikaf. Bagi pensiunan seperti saya yang nganggur terkendala oleh rayuan iblis, jadi ,malas. Huh, godaan dan rintangan ada-ada saja.
    Janji Tuhan malahan dikalahkan oleh rayuan setan ya, gile bener nich.
    Salam dari Surabaya
    ==============================
    Kalau ibu2 lain lagi PakDhe,
    mereka sibuk dgn segala tetek rembelnya
    penganan utk ber hari raya ……….
    weleh……..weleh………godaan memang terlalu kuat ya…………….
    Salam.

  4. bibit m says:

    Betapa sulitnya i’tikaf ketika puasa tinggal 10 hr lagi. Justru saat2 itu kita lg dikejar urusan dunia, hrs beres sblm lebaran. Trs bgmn donk! Bisakah brg 1 ato 2 hr kita sempatkan?
    Wah … tdk bs juga! Ya udah … rajinlah sholat berjamaah, baca Qur’an setiap ada kesempatan (5-10 mnt hbs sholat fardlu), sholat malam jalankan, dan … hindari ngrumpi, ganti dgn dzikir!
    ====================================
    Solusi yang cerdik ya Mas Bibit………..
    paling tidak ada kegiatan yg semakin mendekatkan diri padaNYA
    Salam.

  5. Afif says:

    Smoga kita salah satu yg mndapatkan keutamaan lailatulqadar.. amin

    ===============================
    Amin, semoga Allah swt memudahkan ya Mas Afif………………..
    Salam.

  6. dedekusn says:

    Assalamu’alaikum bunda..apakabarnya?
    Maafkan saya bunda dari segala dosa dan khilaf, Semoga ibadah kita dibulan suci ini mendapat ridha dan pahalaAllah SWT.Amin
    ==========================================
    Walailkumsalam, Mas Dedekusn…………….pa kabar…….?????
    MasyaAllah, dah lammaaaaaaa….rasanya ………nggak ketemu ya………..kejutan bln ramadhan nih………
    alhamdulillah, sehat2 kan ya Mas ………:D :D
    duu…hhh senangnya…………….dengar kabar dr sahabat lama……..:D :D
    Selamat berpuasa ya Mas.
    mohon maaf lahir bathin…………
    Salam.

  7. kawanlama95 says:

    wah terima kasih di ingatkat, lagi pilah-pilah neeh masjid mana untuk dijadikan tempat itikaf. sekalian bund cari masjidnya atuh yang ada itikaf 10 hari
    ===============================
    Kalau saya paling di masjid dekat rumah saja Mas……….
    bisa i’tikaf sama2 dgn teman2 dan tetangga………….
    Salam.

  8. Ricky says:

    Assalamualaikum wr.wb.
    Artikel yang sangat pas dalam menjalani bulan puasa bun, i’tikaf bisa dilakukan untuk ketenangan hati juga ya.
    =====================================
    betul, karena dlm i’tikaf kita banyak merenungi dan
    mendekatkan diri hanya pada NYA semata..
    Salam.

  9. wah bunda, terimakasih atas info ini… hem semoga Ramadhan kali ini bisa ikut i’tikaf. Tahun lalu tidak sempat karena kesibukan… bunda i’tikaf juga toch ?
    ================================
    InsyaAllah, biasanya di masjid dekat rumah……….
    duuu…hhh rasanya nikmat sekali………
    Salam.

  10. aslkmwrwb,
    pertamaxxxxx :)
    =============================
    walaikumsalam wa rohmatullah wa barokatuh.
    Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s