Dari Abu Hurairah ra berkata: bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

“Allah swt berfirman :

“Semua amal anak Adam adalah baginya kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu bagi-KU dan AKU sendiri yang akan membalasnya”

Syariat Islam yang mulia ini telah memberikan kelapangan dan kemudahan bagi ummat manusia.
Tidaklah Allah swt membebankan suatu kewajiban kepada seseorang melainkan dengan memperhatikan kemampuannya.

Allah swt berfirman:

“Tidaklah Allah membebankan kepada seseorang kecuali menurut kemampuannya” (QS. Al Baqarah: 286)

Demikian pula ibadah puasa yang disyari’atkan kepada kita.
Apabila seseorang justru dikhawatirkan tertimpa bahaya dengan melakukan puasa maka dia diperbolehkan bahkan lebih utama untuk tidak berpuasa ketika itu, seperti orang yang sedang sakit dan bepergian jauh.

Allah swt berfirman:

” Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al Baqarah: 185)

Puasa Adalah Ibadah

Ibadah memiliki pengertian yang amat luas dan jelas yaitu, “Segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah swt, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang nampak maupun yang tersembunyi.”

Dan puasa termasuk di antaranya, puasa adalah amalan yang dicintai Allah swt , buktinya Allah swt mewajibkan puasa kepada hamba-hambaNYA.

Allah swt berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).

Ibadah hanya untuk Allah swt semata

Allah swt berfirman :

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah maka janganlah kamu menyeru disamping Allah sesuatupun” (QS. Al Jin: 18).

Apalah artinya kita berpuasa menahan lapar dan dahaga jika kesyirikan masih melekat dalam hati, ucapan dan amalan.

Ingat firman Allah swt :

“Sungguh telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada orang-orang sebelummu. Sungguh jika kamu berbuat syirik niscaya lenyaplah seluruh amalmu dan benar-benar kamu akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).

Syarat Diterimanya Ibadah

Suatu amalan akan diterima di sisi Allah swt apabila memenuhi dua syarat:  ikhlash dan benar.

Allah swt berfirman :

“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal sholeh dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Rabbnya”  (QS. Al Kahfi: 110).

Barangsiapa yang niatnya tidak ikhlash karena Allah swt semata maka ibadahnya tidak diterima.

Rasulullah saw bersabda:

Allah  swt berfirman:

“AKU  adalah Dzat yang tidak membutuhkan sekutu, barangsiapa mengerjakan suatu amal yang dicampuri kesyirikan kepada-KU maka AKU tinggalkan dia beserta kesyirikannya itu.’” (HR. Muslim)

Barangsiapa yang beramal tidak sesuai tuntunan Nabi saw maka ibadahnya tidak diterima.
Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka tertolak” (HR. Muslim).

Jadi kedua syarat ini harus terpenuhi, apabila salah satu saja tidak terpenuhi maka ibadah itu tidak akan diterima oleh Allah swt.

Tujuan Puasa

Tujuan dari puasa bukanlah sekedar mengekang tubuh dalam rangka menahan haus dan lapar serta kesulitan, akan tetapi tujuannya adalah menundukkan jiwa dengan meninggalkan sesuatu yang dicintai demi meraih keridhoan Dzat yang dicintai.
Adapun perkara dicintai yang ditinggalkan adalah makan, minum dan jima’, inilah nafsu syahwat.
Adapun sesuatu yang dicintai yang dicari keridhoan-Nya adalah Allah swt.
Maka kita harus senantiasa menghadirkan niat ini bahwa kita meninggalkan pembatal-pembatal puasa ini demi mencari keridhoan Allah swt semata.

Puasa Menghimpun 3 Macam Sabar

Puasa adalah ibadah yang paling utama karena ketiga macam sabar terhimpun di dalamnya, yaitu:
– Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah swt.
– Sabar dalam menahan diri dari terjerumus dalam maksiat kepada-NYA.
– Sabar dalam menghadapi takdir Allah swt yang terasa menyakitkan.

Juga karena Allah swt menyandarkan ganjaran puasa kepada Diri-NYA sendiri, Allah swt menjanjikan balasan puasa dari sisiNYA.
Puasa merupakan rahasia antara Rabb dan hambaNYA, sehingga ia menjadi amanat paling agung yang harus dijaga.

Salam

Gambar diambil dari sini

Referensi : Al-Qur’an, Hadits, voa-islam

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

2 responses »

  1. dea says:

    happy ramahan bunda :)


    sama2 Dea……
    selamat menikmati indahnya Ramadhan :)
    salam

  2. fashion says:

    Islam itu Indah ya Bunda, selamat menunaikan ibadah Puasa.


    untuk kita yang mau memahami, begitulah adanya , Islam memang indah :)

    sama2, selamat menikmati indahnya ramadhan Wulan :)
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s