Pasien dengan penyakit yang sulit disembuhkan seperti kanker sangat membutuhkan dukungan, karena mereka bukan hanya menderita secara fisik tetapi juga mental dan spiritual.
Namun seringkali kita bingung bagaimana cara memberikan dukungan yang tepat.

Jangan pernah memperlihatkan rasa jenuh dalam membantu penyitas kanker ‘merebut’ kehidupannya kembali
Dukungan dari orang-orang terdekat, terutama untuk menumbuhkan semangat sangat dibutuhkan oleh pasien kanker.
“Menerima diagnosis kanker akan menyebabkan mental seseorang down dan stress.
Padahal kondisi ini bisa memicu sel-sel kanker tumbuh dengan cepat sehingga potensi untuk sembuh berkurang,” kata Dete Aliah, pendiri Care for Cancer Foundatioan.
Pendampingan, menurut Dete, juga dibutuhkan oleh keluarga penderita kanker.
“Mereka butuh disemangati bahwa meski menderita kanker bukan berarti hidupnya telah selesai.
Sebagai orang terdekat kita juga jangan mengisolasi pasien dan menganggapnya sebagai orang sakit,” paparnya.
Pasien kanker harus diajak untuk tetap terlibat dalam aktivitas sosial sehari-hari.
Ajak mereka untuk menekuni hobi dan hal-hal lain yang disukainya.
Ini bisa menjadi semacam terapi healing.
Kegiatan yang bersifat rileksasi dan meditatif bisa menurunkan rasa frustasi dan stress akibat kanker.
Pengalaman saya, hanya rasa pasrah dan sholat bisa membuat saya tenang.
Sholat buat saya menjadi cara menenangkan jiwa.
Beberapa teman yang didiagnosis kanker mendapatkannya melalui meditasi.
Atau kombinasi keduanya.
Kita harus mengingatkan pasien kanker untuk tetap mengontrol penyakitnya.
Banyak orang yang tidak berobat ke dokter dan memilih pengobatan alternatif.
Hal ini tak mengapa, sepanjang si penyintas kanker sendiri merasa yakin dan nyaman dengan cara pengobatan yang dipilihnya.
Bukankah keyakinan sudah merupakan sebagian dari kesembuhan itu sendiri?
Yang terpenting adalah terus menerus menjaga semangat untuk mendapatkan kesembuhan, tidak mengherankan kadang si penyintas kanker sudah merasa capek dan bosan dengan keadaannya, mereka merasa depresi bahkan down , disinilah peran keluarga inti dan support group sangat dibutuhkan untuk kembali memompakan semangat pada mereka.
Jangan pernah merasa bosan ‘menemani’ mereka, karena sebenarnya mereka sendiripun sudah merasa sangat tersiksa dengan sakitnya juga perubahan yang pasti terjadi dalam kehidupannya juga lingkungan keluarga inti, kadang membuat mereka merasa bersalah.
Jadi, jauhi rasa jenuh dalam mendampingi mereka untuk dapat ‘merebut’ kehidupan mereka kembali……………
Sikap seperti inilah umumnya yang diharapkan oleh penyintas kanker sebagai suatu dukungan yang paling tepat.
Salam
Gambar diambil dari sini






dan inon hanya bisa memberikan dukungan melalui tulisan,,dan doa ,,
semoga bisa menguatkan ya mammm
#pelukk
Bunda….. cuma mau PELUK dari jauh!
Dukungan dari orang-orang terdekat, memang diperlukan untuk menumbuhkan semangat pasien kanker, tapi keinginan terus menerus dari si pasien itu sendiri untuk mendapatkan kesembuhan justeru mempunyai pengaruh yang jauh lebih tinggi.
mamih bunda, dengan membaginya di sini insya Allah jadi penambah semangat, dan bisa berkawan dengan rasa sakit dan meletakkannya sesaat,
walaupun mereka menolak ditemani kita harus ikut menemani terus ya bun untuk menambah semangatnya
Assalamualaikum, SEMANGAT TERUS BUN . . . .)) yakinlah akan Kekuasaan Allah, Kasih sayngNYA yg kita rasakan dan kita nikmati selama ini. Hidup BERARTI tidak tergantung panjangnya umur, tetapi bagaimana mengisi Hidup Bermanfaat bagi orang banyak. Semoga apa yg bunda alami menjadi nilai IBADAH dihadapan Allah SWT. aamiin. doa dari temanmu.
dukungan teman terdekat dan keluarga adalah obat yg paling mujarab
dukungan moral akan memberikan semangat sehingga kekuatan dan kesembuhan akan semakin besar
salam dari pamekasan madura, semoga bunda bersama keluarga senantiasa dalam lindungan-Nya
bundaaaaaaaaaaaaaaaaa….. hiks…. gimana keadaannya…. semoga sehat-sehat selalu… doa Oyen menyertai ya Bun…
Allah menciptakan rasa sakit bukannya tanpa maksud, bagi seorang muslim itulah peluang ujian kesabaran dan menggugurkan dosa… yang membedakan di mata Allah bukanlah siapa yang sehat dan siapa yang sakit, tapi siapa dengan kondisi apapun tetap mensadarkan hidupnya dan tetap taat kepadaNya… itu sudah dicontohkan oleh Nabi Ayyub as…
semangat ya Bun
setuju sekali… Un… seperti yg kita alami n rasakan…