Kalau anda diminta datang ke psikiater oleh teman anda, kira-kira apa jawaban anda ?
Bisa saja anda bilang : ”Ngapain ke psikiater, emang gue gila ?” .
Mungkin juga : ”Kok loe nyuruh-nyuruh gue ke psikiater sih, emang gue bakal jadi lebih baik kalau ke sana?”.
Ada juga yang mengatakan : ”Gue tahu gue butuh psikiater, tapi gue takut ketergantungan ama obat-obatnya”.
Buat sebagian besar orang Indonesia, ke psikiater mungkin adalah sesuatu yang harusnya dijauhi dalam kehidupan selama menjadi manusia.
Dengan stigma yang masih melekat kuat terhadap gangguan jiwa dan profesinya termasuk psikiater, maka agak sulit membuat orang sadar berobat ke psikiater walaupun jelas-jelas mengalami gangguan kejiwaan.
Walaupun kesadaran akan perlunya konsultasi ke psikiater makin meningkat, tetapi kondisi ini baru berada pada komunitas tertentu saja , misalnya pada penyintas kanker, guna mendampingi mereka dan mengarahkan agar mampu mengelola rasa sakit juga dampak psikis ( stress, down, tidak percaya diri, depresi dan lain lain) yang dialami setelah menerima diagnosis kanker pada pasien tersebut.
Ketika didampingi dan bisa berbagi dengan psikiaternya , penyintas kanker lebih bisa kuat dan tegar menghadapi keadaannya , juga mampu mengelola berbagai jenis emosi yang mengikuti tingkat kanker tertentu.
Dan , biasanya setelah mendapatkan manfaat dari pendampingan psikiater, banyak pasien kanker yang sembuh lebih cepat. Jadi, pengobatan psikis yang baik akan sangat mendukung pengobatan fisik yang hasilnya diharapkan lebih baik pula.
Sebagian masih memandang gangguan jiwa itu adalah sesuatu yang baik sendiri dan cukup hanya dengan pasrah pengobatannya.
Di bawah ini, saya akan sedikit menguraikan apa yang dilakukan psikiater kepada pasiennya :
1. Membiarkan pasien menceritakan keluhannya dan latar belakang sakitnya.
Pasien yang telah datang menemui psikiater biasanya akan menanyakan keluhan utama yang membuat pasien datang menemuinya.
Psikiater biasanya akan membiarkan pasien menceritakan keluhan dan latar belakang dari sakitnya itu.
Terkadang pasien kebingungan untuk memulai pembicaraan, pada kondisi ini biasanya psikiater bisa membantu mengarahkan pasien dalam menceritakan apa yang menjadi keluhan dan latar belakangnya.
2. Menanyakan informasi tambahan terkait keluhan sakitnya dan melakukan pemeriksaan fisik
Setelah membiarkan pasien bercerita, maka selanjutnya pasien akan ditanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya ditanyakan untuk melengkapi riwayat perjalan penyakit pasien, sehingga psikiater dapat mengarahkan kepada suatu diagnosis tertentu.
Informasi ini sangat penting dan bisa didapatkan langsung dari pasien atau keluarganya.
Pemeriksaan fisik dilakukan juga kepada pasien dengan gangguan kejiwaan.
3. Menerangkan kepada pasien tentang sebab/pemicu dari sakitnya
Walaupun sampai saat ini kebanyakan gangguan kejiwaan belum ditemukan sebabnya, tetapi psikiater biasanya akan menerangkan apa yang terjadi di dalam otak berkaitan dengan sakit yang diderita.
Psikiater juga akan menerangkan bagaimana kondisi biopsikososial sangat berpengaruh terhadap kondisi sakit yang diderita.
Konsep biopsikososial ini yang biasanya akan menjadi dasar informasi tentang sakit yang diderita pasien.
4. Merencanakan terapi
Psikiater selanjutnya akan merencakan apa yang akan dilakukannya berkaitan dengan kondisi yang dialami pasien.
Terapi bisa berupa obat psikofarmaka dan juga pelaksanaan psikoterapi yang terdiri dari beberapa sesi.
Kondisi ini sangat tergantung keadaan pasien.
Setiap pasien adalah unik dan memiliki pendekatan yang berbeda-beda.
Psikiater juga akan mempersilakan pasien bertanya tentang apa yang telah diterangkannya termasuk dalam hubungan dengan obat yang digunakan.
5. Memberikan kesimpulan dan kesempatan bertanya
Psikiater akan memberikan kesimpulan tentang kondisi pasien dan kesempatan bertanya tentang hal-hal yang dialami pasien berkaitan dengan kondisinya.
Setelah semuanya sudah jelas maka psikiater akan menutup wawancara dan mengatur jadwal pertemuan selanjutnya.
Tentunya apa yang dituliskan di atas kadang tidak sama untuk setiap psikiater.
Cara pendekatan psikiater masing-masing memang beda dan tentunya beradaptasi dengan kondisi pasien saat itu.
Jika misalnya pasien yang diajak sedang dalam kondisi akut dan mengalami kegelisahan yang sangat, tentunya proses wawancara akan bisa ditunda dan proses terapi lebih dikedepankan.
Begitu juga bila mendapatkan pasien yang lebih banyak diam, maka keluarga bisa membantu dalam wawancara.
Namun pada intinya, apa yang ditanyakan sesuai dengan informasi di atas.
Waktu yang digunakan psikiater dalam praktek juga beragam.
Kondisi ini berbeda untuk tiap pelayanan.
Semoga bermanfaat
Wallahualam………………..
Salam
Gambar diambil dari sini






Terasa pentingnya peran psikiater ya Bun, dimana pasien dapat menceritakan keluhan dan latar belakang sakitnya kepada orang yang tepat…..
Semoga cepat sembuh ya Bun dan selalulah tersenyum….
Bun, psikiater untuk penyitas kanker beda ya dng psikiater gangguan jiwa krn persoalan hidup yg lain?
bunda kurang tau juga ,Evi sayang
mungkin bisa ditanyakan ke rumkit bersangkutan yaa……
salam
kebetulan temen juga lagi kena musibah kena kanker std 4…
kadang sungkan untuk bertanya, tp mereka pasti butuh berbagi..
TFS, bunda
bunda ikut prihatin Hilsya ….
berbagi dgn support group juga sangat banyak membantu Hilsya
semoga Allah swt segera mengangkat kanker temannya Hilsya , aamiin
salam
iya ke psikiater cenderung buat orang gila ya…. saya juga belum pernah nih….
waduh…ini mesti gak baca artikelnya yaaa…………
komennya gak nyambung blasss ….xixixxi
salam
Urusan dengan psikiater kayaknya belum memasyarakat Bun, padahal banyak kasus yg mestinya justru disitu solusinya…
bener banget Pak Guru…..
karena anggapan masyarakat yg keliru ttg psikiater ini ya ….sayang sekali
salam
Bun kayaknya jawaban aku hampir sama deh sama pertanyaan di atas..
Ngapain ke psikiater?? aku baik2 saja kok..hhee..
Tapi di pikir2 memang perlu juga dengan catatan memang bener2 perlu ya contohnya kaya sakit itu..
Bundaaa..dah sembuhkah?
Semoga Bunda selalu di beri kesehatan..
Amin..
Salam Peluk dan Cium Bun..
bener banget Nchie sayang , karena banyak dr kita yg belum mengerti, dan lantas beranggapan bahwa orang yg pergi mengunjungi psikiater adalah orang gila
padahal banyak sekali penyakit jiwa yg tak disadari , semisal depresi ataupun stress……..
Alhamdulillah, berkat doa dr Nchieku sayang yg cantik

bunda masih semangat utk terus berjuang melawan nya
tks banyak utk doanya Nchie cantik
Semoga Nchie, Papa Olive dan Olive selalu sehat ,aamiin
salam
paling tidak psikiater bs menjadi terman bicara dikala kanker sedang menggila n kita serasa tidak tahan merasakan sakit nya…
Namun… kekuatan dari dalam diri kita adalah yg utama sebagai kekuatan melawan kanker itu sendiri…
Jangan pernah menyerah ya Un…
pastinya dear Teppy ……..


kita berdua akan selalu hand in hand menghadapi si kanker ini
keep on fighting till the end….
cause we r the champion my friend…
*peluuuk*
salam
selamat sore, Mamih sayang..
kadang komen2an sama Lina Lung juga efeknya lumayan ya Mam..
tambah lagi klo paktuo dan Inon ikutan.. bikin nyengir sepanjang hari.
selamat siang, eMakku sayang
lumayan banget Mak…
jadi bisa ketawa ketiwi … heheee
salam
hayooo ngomongin apa…, kita perlu ikutan juga kayaknya nih bunda mamih…
he…he…udah bunda …mamih juga..
hahahaa….saking cintahnya bunda Monda sama mamih ….

( ge er banget si bunda)
salam
info psikiaternya dong bun. apakah hasilnya akan di share kepada keluarga terdekat? misalnya si pasien butuh dukungan atau semacamnya
kebetulan bunda disediakan psikiater oleh rumkit tempat bunda berobat , Lidya

dan, memang hasilnya harus dibagikan pd keluarga inti tentunya
salam