Ketika seseorang diberitahu bahwa ia positif menderita kanker, sejumlah pertanyaan muncul dalam benaknya:
“Apakah saya akan segera mati?,
“Bagaimana nasib anak-anak saya?”,
“Bagaimana dengan biaya pengobatannya?”

Menurut Sali Rahadi Asih, MPsi, dari lembaga konsultasi psikologi, reaksi-reaksi yang timbul setelah mendengar diagnosis kanker dari dokter merupakan hal yang normal.
“Ada yang menanggapinya dengan positif, seperti merasa ini adalah teguran dari Tuhan, namun tak sedikit yang menjadi putus asa, stress, down,  sedih, atau takut. Ini semua hal yang wajar,” paparnya.

Reaksi yang timbul merupakan akibat dari situasi tak terduga yang kita hadapi.
Siapa pun tak akan menduga atau bahkan tak ingin  terkena kanker.
Situasi tersebut membutuhkan penyesuaian diri dari pasien.
Misal, adanya perubahan gaya hidup, melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, hingga perlu disiplin minum obat.

Bila kita didiagnosis mengidap kanker, tentu ini bisa mengubah hidup.
Bukan hanya kehidupan sehari-hari yang akan berubah, hubungan dengan orang lain, serta pandangan hidup pun akan terpengaruh.
Namun, dampak tersebut tidak harus negatif.

Dengan sikap hidup positif, pasien kanker bisa menjadi termotivasi untuk terus menikmati hidup.

Sikap hidup positif yang dimaksud antara lain mensyukuri setiap hal, memiliki tujuan, berencana untuk mencapai tujuan, serta yakin dan mampu mengalahkan kanker.

Jangan berkecil hati jika pada awalnya  merasa sangat sulit melakukan semua “teori” tersebut.
Yang terpenting, jika menemui masalah, cobalah membuka diri atau bahkan berbagi dengan orang lain.
Seperti dengan keluarga ,sahabat dan kerabat.

Cara pasien menanggapi diagnosis kanker juga berbeda-beda.
Ada yang justru menjadi bersemangat untuk mencari tahu tentang penyakitnya.
Mereka penasaran dengan apa yang terjadi dalam tubuhnya.
Atau, bahkan ada yang tak ingin diketahui oleh siapapun karena alasan alasan yang masuk akal, misalnya tak ingin” capek”  untuk selalu harus berulang ulang menceritakan apa dan bagaimana ia bisa mengidap kanker, atau pengobatan apa yang dipilihnya, bahkan hingga sekedar mendengarkan saran saran pengobatan, karena toh pada dasarnya tak ada seorangpun di dunia ini yang ingin terkena kanker.
Karena, bisa jadi ini akan menambah beban baru bagi diri pasien sendiri.

Pada umumnya pasien berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan untuk mendapatkan kedamaian hati.
Dukungan dari orang orang terdekat didalam keluarga,  biasanya mampu menambah energi kekuatan untuk melawan kankernya.
Pasien juga sebaiknya memiliki komunikasi cerdas yang lancar dengan orang-orang terdekatnya.
Bertemu dengan suport group (sesama penyintas kanker) juga sangat membantu untuk saling berbagi dan mendukung sehingga dukungan emosi terpenuhi.
Dengan demikian, hidup bersama kanker tidak hanya mungkin terjadi, tapi juga bisa dijalani secara penuh.

Salam

Gambar diambil dari sini

Saya beruntung sekali dianugerahi support group, keluarga dan sahabat sahabat yang selalu dan terus menerus mendukung saya setelah diagnosis kanker tulang rawan ( Chondro sarkoma) yang saya alami.

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

26 responses »

  1. [...] Beliau berpesan kepada siapapun … termasuk mereka yang mengidap penyakit kanker untuk selalu BEPIKIRAN POSITIF.   Tahun ini Beliau malah sudah menerbitkan Buku karyanya yang kedua.  Berisi tulisan-tulisan [...]

  2. Dessy Listyarini says:

    Dear Applausr
    Maaf sebelumnya kalau saya mengirim private message, tapi saya merasa perlu untuk memberitahukan beberapa informasi. Saya sedang tidak dalam rangka menjual produk tertentu, hanya ingin sharing sesuai dengan pengalaman yang saya alami.
    Berhubungan dengan kanker, sel kanker bertahan di dalam tubuh kurang lebih selama 7 tahun, setelah 7 tahun itu penderita baru akan merasakan gejala-gejala keberadaannya. Gejala bisa berupa sakit, benjolan dll sesuai dengan jenis kankernya.
    Penyebab kanker disebabkan oleh dua hal, defisiensi/kekurangan nutrisi dan toxicity/keracunan, maka pengobatannya adalah memenuhi kekurangan nutrisi dan detoksifikasi utk pengeluaran racunnya.

    Kanker dan penyakit kronis lainnya seperti diabetes dll tidak dapat ditangani dengan instan(meneguk satu jenis produk kemudian akan sembuh) jika mengharapkan kesembuhan secara total, cured 100%. Saya berpengalaman merawat pasien kanker, tidak banyak tetapi intensif, memang selama ini belum ada pengobatan total, operasi, kemoterapi dll bukanlah cara utk mengobati kanker. Kalaupun gejala berkurang hal itu hanya bersifat sementara, suatu saat akan kembali lagi.
    Yang saya tau, semua membutuhkan proses, memang tidak sebentar namun terpuaskan dengan hasil yang sesuai dengan harapan.

    Saya mengetahui sebuah klinik yang tidak menjual produk tertentu, tetapi menawarkan sebuah metode untuk siapa saja yang membutuhkan perawatan secara intensif. Memakai metode modifikasi dari Gerson therapy (bisa goggle), sebuah metode yang menyembuhkan penyakit kronis secara total dan Gerson institute sudah berdiri sejak 1977 di San Diego, sudah terbukti sejak lama dan saya heran mengapa di Indonesia banyak yang tidak mengetahui hal ini. Saya rasa metode ini belum dikenal di Indonesia, dan sepengetahuan saya hanya ada 1 klinik di Indonesia yang memakai metode ini, diasuh oleh dr. Hassan Pedersen. Untuk profil klinik selengkapnya bisa merujuk ke link berikut http://hadeyazah.org/oasis/.

    Semoga bisa membantu,

  3. ded says:

    Menuliskan pengalaman-pengalaman cara hidup berdampingan dg kanker sangat bermanfaat buat sesama. Berarti bunda telah menanam bibit yg berkualitas, smg akan tumbuh bauah2 yg manis…… :-)

  4. Mr.doy says:

    bagi para penderita kanker terus semangat, jangan myerah.,.,.,.,

  5. melly says:

    Tetap semangat ya bunda…
    karena saya tau gimana rasanya di diagnosis punya penyakit yg mengerikan itu :)

    keep positif thinking..

  6. chocoVanilla says:

    Dan BundoLy adalah wanita paling positif yang pernah aku kenal. Selalu semangat dan ceria. Love you, BundoLy…..

  7. irma says:

    benar sekali bunda, di balik semua cobaan pasti ada hikmahnya , mungkin buat yang sudah di diagnosis kanker harus positif dalam menjalani hidup supaya lebih bermanfaat lagi,walau memang ada beberapa, mungkin banyak yang sulit menerimanya.

  8. Pakde Cholik says:

    Berfikir positif-berikhtiar sungguh2-berdoa;;;> hasilnya tawakal.
    Semoga Allah swt memberikan yang terbaik mbak.
    Be strong
    Salam sayang selalu

  9. teppy says:

    selalu optimis n semangat agr hidup kita berjalan seperti biasa…
    jangan pernah marah n meembenci s kanker yg menyukai tubuh kita… namun terus bertekat tuk mengalah kan nya…
    kita harus menang melawan kanker karena

    “we are the champion”

    terus semangat Uni ku… :-*

  10. Orin says:

    Berpikir dan bersikap positif memang harus selalu dilakukan ya Bun. Pssttt…Bun kalo beliin Ngai buryam, Orin jg mau dunk *halah* hihihihi

  11. dea says:

    fikiran buruk memang harus di buang jauh2 .. !

  12. Selalu berprasangka baik ya Bun :) TFS…

  13. Dukungan keluarga sangat berarti bagi pasien yang baru saja didiagnosis kanker.

  14. yustha tt says:

    Ngai emang sok gaul gitu Put… ;)

    Bunda, Tt yakin dengan semua artikel Bunda yang penuh semangat dan nasehat, maka begitulah sebenarnya Bunda. Bunda pun pasti bisa menjalani dengan ikhlas dan semangat. Apalagi dukungan keluarga dan sahabat Bunda luar biasa besar. Bener Bun, pikiran positif itu besaaar sekali pengaruhnya bagi jiwa & raga kita. Ah, jadi pengen ikut pulang pas puasa biar bisa peluk Bunda, Bundo, dan Putri.. :)

  15. vibrianta says:

    pikiran yang positip akan membuahkan hal-hal yang positif pula bunda, tetap yakin pasti akan teratasi

  16. vizon says:

    Yang patut kita khawatirkan bukan masalah kematiannya ya Bunda, tapi seberapa banyak kebaikan yang sudah kita tebar di muka bumi ini.. Nabi Muhammad pernah berkata, meski besok akan kiamat, terus sajalah tanam pohon hari ini.. :-)

    Terima kasih sharingnya, Bunda..
    Insya Allah kita selalu berpikir dan bertindak positif ya Bunda.. :-)

  17. Lidya says:

    berfikiran positif hal yg paling utama untukmelawan kangker ya bun

  18. jellyherbal says:

    terimakasih atas sharingnya…
    kita harus percaya bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya…

  19. nh18 says:

    Bunda Ly …
    Mind management untuk selalu berorientasi positif memang harus senantiasa difokuskan

    Dukungan support group juga tidak bisa dianggap remeh

    Love you Bunda Ly

    Salam saya

  20. Evi says:

    Pagi Bunda…Ya, tetap positif bagaimanapun situasi hidup yg kita hadapi ya..Disinilah kita akan benar-benar diuji, apakah sikap positif itu cuma slogan yg suka kita dengungkan atau terpatri dalam perangai kita. Salam penuh kecerahan Bunda :)

  21. Ngai says:

    Pagi, mamih sayang..

    sarapan bubur pagi ini, Mam..?
    siapa mamang yg jualan namanya aquwh lupa lagi..
    bilangin klo aquwh ke japos, suruh jualan lagi gituwh.

    klo aquwh ke sana bulan puasa, tetep kudu jualan
    pokoknya aquwh kudu makan bubur japos lagi.

    #pagi2ngerusuhbuburayam.

  22. mimi says:

    inspiratif dan menyejukkan posting ini bun…krn wlw mimi lom prnh cek, tp dikeluarga punya riwayat kanker.
    setidaknya bs mentramkan batin mimi.
    mks bunda <3

  23. Applausr says:

    memang butuh kebesaran hati bagi yang menghadapinya…. tapi sulit itu melakukan semua theory diatas… sedih rasanya… hiks…

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s