Anda di masa kini mungkin menilai kalau Anda terlalu dewasa untuk melakukan hal-hal yang dianggap terlalu “masa lalu” a.k.a childish.

Padahal, percayalah, Anda justru bisa mengembalikan warna-warni hidup dengan mengenang tingkah polah semasa kecil yang sudah tak pernah terpikirkan!

Coba sesaat biarkan diri Anda menengok ke belakang, lalu bersiaplah untuk tersenyum dan teriak dalam hati, “What a wonderful life I can have!”

“Memandang sesuatu sebagai…peluang.”

Yang terjadi sekarang: Anda tak punya waktu bersenang-senang, bahkan beristirahat sekalipun, akibat terlalu sibuk dengan segala tumpukan deadline plus berbagai project yang mendesak.
Dari sana, stres dan frustasi perlahan-lahan mendekat.
STOP! Coba ingat Anda 15 atau 20 tahun yang lalu…

Betapa mudahnya Anda merasa bahagia!
Meski hampir setiap hari ada saja tugas sekolah yang harus diselesaikan, harus bangun lebih awal, harus berurusan dengan matematika yang menyebalkan, tapi Anda tetap excited, kan?
Ya, paling tidak Anda tetap pergi ke sekolah dengan semangat simply karena ingin bertemu teman-teman.

Nah, coba tumbuhkan lagi semangat Anda seperti di masa itu.
Anggaplah setiap hari dan setiap pekerjaan sebagai sebuah peluang menuju petualangan baru.
Mulai dari titik ini, awali hari Anda dengan semangat dan buat setiap saatnya selalu berlalu menyenangkan…Tanpa bosan!

“Hidupkan rasa ingin tahu.”

Selalu menerima mentah-mentah semua perintah senior, mengiyakan semua ajakan teman ke tempat yang itu-itu saja, sampai melewatkan berbagai macam kesempatan baru karena telah merasa “aman” dengan kondisi Anda yang sekarang?

Well, jika Anda menganggukkan kepala, maka wajar saja jika rutinitas Anda terasa datar.
Ingat, waktu kecil dulu Anda kerap dibuat ternganga pada hal-hal baru dan mendadak jadi banyak bertanya.
Sedangkan sekarang, hitung berapa banyak kejadian dalam hidup yang terlewatkan.
Come on dear, bring back your enthusiasm! Anda bisa menemukan pengalaman hidup yang setingkat lebih baik dengan banyak bertanya.

“Tak semua hal perlu dipusingkan.”

Bicara fakta, semakin dewasa, pilihan yang Anda hadapi memang semakin rumit dan penting.
Meyakinkan diri untuk beralih profesi, atau mengakhiri hubungan dengan si dia pasti tak semudah memilih antara strawberry atau chocolate ice cream.
Tapi, bayangkan Anda semasa kecil yang selalu berpikir simpel. Sebenarnya, semua keputusan besar pun bisa diambil tanpa perlu menguras pikiran dan menciptakan drama kok.
Pilih sesuatu yang membuat Anda lebih bahagia.
As simple as that.
Saat muncul keraguan?
Singkirkan jauh dari kepala!

“Egois? Kadang Anda membutuhkannya!”

Bisa menolong orang lain memang melegakan hati, tapi ingat, Anda tak perlu melakukannya setiap saat!
Dengan kata lain, Anda tak harus selalu available untuk orang lain.
Sesekali, utamakan dulu kebahagiaan Anda, baru setelahnya meringankan beban orang lain.
Coba pikir, sewaktu kecil Anda juga tak selalu sharing mainan dengan sahabat, kan?

“Keluar dari aturan yang ada? Itu wajar!”

Terbiasa makan siang di balik meja?
Habiskan waktu lunch di restoran terdekat yang belum pernah Anda coba.
Percaya deh, melanggar rutinitas dan aturan pribadi sesekali waktu justru akan membuat Anda merasa lebih “nakal” – dan lebih hidup!

“Love is all around.”

Tak perlu bersikap bak seorang drama queen hanya karena bertengkar hebat dengan si dia.
Wanita selalu punya manuver lain yang bisa mengalihkan diri dari kesedihan yang berlarut-larut.
Remember, just like when you were young, you are surrounded by love!

Jangan biarkan pikiran Anda menyempit dengan mendefinisikan kebahagiaan itu hanya datang dari si dia.
Dunia ini luas, sweety.
Ini berarti tak cuma satu cinta saja yang ada di dalamnya.
We tell you, there’s….A LOT!

“Menangis sebentar, lalu tersenyum kembali.”

Ingatkah Anda, semasa kecil, Anda bisa menangis meronta-ronta dalam sekejap kembali membersitkan senyuman?
Maka, kenapa kini perlu menyesal berbulan-bulan ketika sesuatu berjalan jauh dari rencana.
Moral of the story, Anda tidak perlu lama-lama bersedih.
Cukup rasakan kekecewaannya, lalu bangkit untuk fokus menata sesuatu yang baru… yang lebih besar, dan menjanjikan!

“Bangga pada diri sendiri.”

Rajin introspeksi diri memang hal yang positif.
Tapi, jangan sampai lupa untuk memberi applaus dan reward pada diri Anda saat memang berhasil meraih satu kemajuan–even the smallest one!
Balita saja bisa tertawa dan bertepuk tangan dengan gembira saat berhasil jalan untuk pertama kalinya.
So, why can’t you?

Salam

Gambar diambil dari sini

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

32 responses »

Comment navigation

  1. Hello Bund, inspiratif bgd artikelnya :)

  2. Bener, Bunda. Kayak anak kecil yg walau pun diomelin tapi tetap riang gembira, kayak Kirana diomelin mamanya tapi tetap saja periang. Nurun papanya kali ya? (hayah)
    Salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s