Sebagai orang tua baru, anak yang tidak pernah bisa akur dengan saudaranya dan saling menyerang dengan kata-kata adalah sangat mengerikan.
Pasti Anda bertanya-tanya kesalahan apa yang telah Anda lakukan hingga anak-anak Anda selalu ribut.

Namun sejumlah penelitian telah membuktikan, bahwa pertengkaran antar saudara ini baik untuk perkembangan mental dan emosional anak, dan juga meningkatkan kedewasaan dan kemampuan bersosialisasi.


Seperti diberitakan the guardian, Dr Claire Hughes, penulis buku Social Understanding and Social Lives, semakin kakak beradik merasa saudaranya sebagai pengganggu, semakin mereka belajar untuk mengontrol emosi dan bagaimana mereka bisa mempengaruhi emosi satu sama lain.

Hughes menambahkan, kakak beradik yang tidak akur, akan sering berargumentasi di mana anak tertua akan cenderung menjatuhkan adiknya. Namun mereka berdua akan mendapatkan pelajaran yang kompleks tentang komunikasi dan seluk-beluk pemilihan kata dan bahasa.

Tentu saja pertengkaran sengit ini tidak boleh dibiarkan sampai tahap destruktif.
Di sinilah anak-anak belajar bagaimana memahami diri mereka sendiri dan mengontrol emosi, karena kemampuan ini akan berguna sepanjang hidup mereka.

Tidak hanya dengan saudara, dalam kehidupan nyata mereka bisa saja berseteru dan terlibat konflik dengan teman sekolah, guru mereka, tetangga dan juga rekan kerja.
Oleh karena itu, kemampuan mengatasi konflik ini sangat penting bagi anak-anak.
Media yang paling baik, tentu di dalam keluarga dengan orang tua sebagai mediator.

Dorothy Rowe, seorang psikolog dan penulis My Dearest Enemy, My Dangerous Friend: Making and Breaking Sibling Bonds mengatakan bahwa orang tua tetap harus campur tangan dalam perselisihan di antara kakak beradik untuk menunjukkan cara berargumen yang baik, cara mengontrol emosi dan juga cara memaafkan serta berdamai kembali.

Konflik antar saudara itu baik, selama orang tua mampu menjalankan campur tangannya secara bijaksana.

Salam

Gambar diambil dari sini

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

30 responses »

  1. bener Bund karena justru dengan kejadian seperti itu adalah merupakan bumbu keharmonisan persaudaraan kita

  2. Ya memang benar karena secara tidak terpikirkan oleh kita, sebuah konflik itu terjadi karena kedekatan kita dengan saudara yang sangatlah kental :D

  3. pewarta27 says:

    Sore …
    Bener banget. masa kecil hingga remaja, tak terlatih bicara, tak terbiasa adu argumentasi, nyaris tak pernah ribut dengan siapapun, banyak mengalah … berlebihan malah. Akibatnya … tak mampu marah, akibatnya …
    nice posting.

  4. sarang semut says:

    Wah, aq banget tuh… Suka berantem sama saudara hehehehe

  5. Jefry says:

    Yups,, terima kasih ni atas penjelasan di atas…
    Menurut saya prinadi juga demikian namun konflik disini adalah konsflik dengan kadar yang ringan misal beberebut mainan dan bukan kadar yang sangat besar sebab bisa menimbulkan permusuhan antar sesama saudara

  6. wajar dan lumrah antar saudara bertengkar…asal ada batasnya aja yaaa…

  7. pertengkarang yang bersifat adu argumen baik jangan sampai berujung kontak fisik

  8. demoterasi says:

    “Konflik antar saudara itu baik, selama orang tua mampu menjalankan campur tangannya secara bijaksana”

    masalahnya kebanyakan orang tua tidak mampu menjalankan campur tangannya secara bijaksana, mereka lebih sibuk memikirkan pekerjaan dibandingkan dengan anak-anak mereka, apalagi orang tua yang tinggal dan bekerja di kota2 besar. Mereka selalu mempercayakan anak-anaknya kepada orang lain.

  9. YSalma says:

    berarti yang bermasalah kalau berkonflik sama orangtuanya ya Bund, hadew..

  10. Bumi says:

    Wah.. sy sudah terlalu sering ribut dengan kakak sy.. :(

  11. Yudhi Hendro says:

    Anak sulungku yg SMP sering kena protes adik2nya yang SD dan TK….gara2 kelamaan pakai komputer untuk online…… Kecil2 udah pinter protes, gimana kalo udah besar?

    Cuma ada 1 komputer di rumah, tapi yg makai lima orang, Bunda. Harus gantian……

    Akhirnya, mamanya yg harus turun tangan….

  12. ya kalo emang gak apa2 ya sudah, asal ga sampe kelewatan aja, apalagi sampe ada yang terluka….kadang sulit menjadi penengah seperti itu, saat kita membela adiknya, nanti kakaknya malah menganggap kita pilih kasih, jadi kadang suka bingung kalo menghadapi persoalan seperti itu :(

  13. Benar juga asal tidak ngotot2an, hehehe…
    Mungkin harus diajarkan juga untuk dapat menangkap & memahami lawan diskusinya.

    Salam hangat

  14. memang baik,, asal jangan berkepanjangan aja :)

  15. saiful ihsan says:

    konflik yang terjadi antar saudara itu dah menjadi bagian umum bun,di satu sisi ada rasa iri atau cemburu dari saudara yang lain yang menyebabkan terjadi nya konflik.begitu juga yang bunda tuliskan di artikel ini.

  16. post nya persis bgt kaya kehidupan aku dulu sewaktu aku kecil bun…
    saya suka konflik sama saudara.
    tapii skrg alhamdulilah ada hikmahnya,
    info yg bagus… :)

  17. prih says:

    Pembelajaran nyata dalam pengelolaan konflik ya Uni, menarik dan aplikatif dalam keluarga. Trimakasih Uni. Salam

  18. Imelda says:

    asal masih dalam batas wajar kayaknya bagus ya bun.
    Tapi yang lebih penting kesadaran bahwa mereka bersaudara itu yg perlu ditanamkan. Ada kasus seorang teman yang adiknya membunuh kakaknya dalam sebuah pertengkaran. Sudah dewasa loh….Kok bisa?

  19. xlonzsukses says:

    hhaha,,,,tiap hari klo ga konflik maka rumah itu ga seru,,,,

  20. Nh Her says:

    Yang namanya hidup serumah …
    itu ya pasti akan ada banyak sekali friksi …

    dan memang orang tua lah yang harus mengambil posisi (selalu) di tengah … dan harus adil dalam menentukan penyelesaiannya …

    Salam saya Bunda Ly

  21. ~Amela~ says:

    setuju.. malah jadi kenangan manis dan bikin kangen lho bund..
    malah secara tidak langsung bikin akrab.. karena kita bisa lebih mengerti karakter saudara kita..

    ya bener banget tuh Mel :)
    anak2 bunda jg gituh,
    kalau salah satu gak ada pasti nanyain,
    pdhal kalau pas ngumpul, yaaaa gitu deh saling ngejailin :P
    salam

  22. Setuju bunda apa kata mu,iya sebenarnya setiap konflik itu maksdnya baik juga dan mesti ada solusinya juga dong bunda heheheee ………… Btw jngan lupa ya bunda,kunjungi blognya ane xixixi ( ngarep.com ) hihihi :) salam kenal ya bun


    salam kenal juga, Ikhsan
    terimakasih sudah singgah disini :)

    salam

  23. i like it ! :D

    memang ya konflik/pertengkaran itu menunjang mental agar lebih berani dalam artian berani di dalam suatu hal baik !

    contohnya aja aku sendiri klo belum gangguin kaka ga seru deh di rumah hihihihi :P

    hahaha….Dea ketauan nih ya jail…. :P
    anak2 bunda jg gituh,
    pdhal yg satu dah kerja , satunya lagi kuliah ,
    tapi….teteeeeep aja saling jail tuh :)
    salam

    • hihihihi :P iya bund !!
      hal itu juga bisa mendekatkan diri kita kepada adik ataupun kakak agar lebih akrab !! dan juga si adik ataupun si kakak tidak canggung untuk sharing dmna nanti mereka mempunyai masalah ! :D

  24. faisal says:

    Ijin promosi ya:
    Temen2, situs social media indonesia NGONOO bagi-bagi hadiah samsung galaxy dan lain-lain. Caranya gampang, hanya memberikan referal terhadap situs ngonoo. Semakin banyak referal yang di dapat semakin besar peluang mendapatkan hadiah. Hanya klik melalui :

    http://goo.gl/jRlG4

    lalu register… :)

  25. Yang paling serba salah,ketika anak rebutan mainan.
    Salam bunda.

    kalau rebutam mainan, bisa diberikan solusi utk bergantian,
    dan berikan juga waktunya , berapa lama tiap anak boleh memainkannya :)
    salam

  26. LJ says:

    ya Mam.. semoga aku juga bisa belajar dari anak-anak tentang cara mengatasi konflik.

    yudha tuh sendirian, gak pernah berantem klo di rumah.
    tapi di sekolah, ampun deh.. gangguin temennya mulu, gak bisa diem.

    hahahaa…. Yudha nya jail ya Mak?
    seneng gangguin, mungkin krn dirumah gak ada yg digangguin
    ( abis ada tante yg punya bor, tang dll…jd tacut duluan deh …) :P :D
    mamih aja takut…hiiii…serem n galak… :P
    salam

  27. Nchie Hanie says:

    Iya bun..
    Melihat anak-anak bertengkar suka lucu..
    Beberapa menit juga baikkan lagi..

    Di rumah juga Olive bertengkar terus tuh sama ade sepupunya, rebutan mainan mulu hmmm..fusiiing lagi pada liburan tuh..

    hahahaaa…memang gitu Nchie :)
    nanti kalau mereka sudah besar2,
    malah menjadi kenangan manis tak terlupakan :)
    salam

  28. Nchie Hanie says:

    komen hilang..

    gak hilang kok Nchie sayang :)
    dah ada tuh …….
    salam

  29. rizalean says:

    campur tangan bijaksana itu gimana prinsipnya bund? diriku sih masih pake aturan kolot, anak yang tua ngalah… jarak usia anakku 8 tahun, memang gak ideal…

    prinsipnya tetap melihat permasalahannya …
    melihat siapa yg mulai duluan, dan biasanya bila diberikan pengertian,
    maka malah anak2 ini akan saling mau memaafkan :)
    siapa bilang tdk ideal dgn jarak 8thn?
    berapapun jarak usia anak2 kita, yang penting kita sepakat tetap memperlakukan mereka dgn adil, dlm artian sesuai dgn umur anak,
    kan gak mungkin, kalau misalnya anak yg lebih besar,tdk mau mengajak adiknya yg jauh lebih kecil utk bermain,
    malah biasanya anak yg lbh besar ,suka melindungi adiknya yg jarak usianya cukup jauh,dan mereka merasa bertanggung jawab pd adiknya :)
    kembali lg dgn cara kita memberikan pemahaman, bahwa mereka sebaiknya saling melindungi dan menyayangi
    salam

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s