Lelah itu nikmat.
Bagaimana mungkin?
Logikanya bagaimana?
Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat.
Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.
Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis.
Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.
Jika anda orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa.
Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.
Lelah dalam Mencari Nafkah
Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar:
“Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”
Rasulullah saw menjawab:
“Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah.
Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah.
Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).
Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah.
Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.
Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki.
“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”
Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.
Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa.
Syaratnya bekerja dan lelah.
Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?
Kelelahan Mendidik Anak
Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.
Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?”
Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”
Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah.
Betapa berat dan sangat melelahkan.
Harta saja tidak cukup.
Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak.
Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan.
Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.
Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah.
Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt.
Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.
Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”
Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An-Najm: 39-41).
Dari berbagai sumber
Gambar diambil dari sini




jadi tambah semangat bekerja mengejar berkah nih… thanks bunda
Subhanallah,,,
Cerita ini membuata saya malu karena sering mengeluh ketika lelah bekerja,,,
mudah-mudahaan kedepannya diberi keikhlasan dalam mencari nafkah,,,
Subhanallah,,,,
cerita ini membuat saya malu karena sering mengeluh ketika lelah bekerja,,,
Mudah-mudahan di beri ke ikhlasan…
Subhanallah Indah sekali rasanya kalau kita bisa memaknai setiap episode hidup kita, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW “Sungguh ajaib setiap urusan orang beriman. Jika diberi nikmat mereka bersyukur, dan itu baik baginya. Jika diberi ujian mereka bersabar, dan itu baik baginya.”
Subhanalloh ,kesibukan ,bekerja keras ,lelah merupakan hiburan supaya kita tak bosan hidup di dunia,jangan lupa dunia hanya sementara kita punya kehidupao abadi di akherat kelak
semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua ya bunda
saya sangat setuju banget bunda dengan artikel tersebut. tks ya
Subhanalloh artikel yang menarik bun
susungguhnya tidak ada lelah jika kita selalu mensyukuri nikmat
Saya suka dengan artikel anda, moga update teruus
lelah karena lillah indah ya bund…
udah lama ga berkunjung ke rumah bunda yang satu ini…
apakabar bun?
anda memiliki referensi hadits yang bagus, mantap
[...] Sumber Like this:LikeBe the first to like this post. [...]
Wah. asyik juga membaca tulisan ini. apalagi yang poin lelah mencari nafkah. Dulu waktu masih kuliah ga kepikiran ke arah situ, karena tiap bulan masih dapet subsidi dari orang tua. sekarang tiap kali “ngasih” uang belanja buat istri di rumah, jadi ada kesenangan tersendiri. THanks for the post.
memang bner lelah itu nikmat apalagi yg kita perbuat ini hal yg baik
kelelahan membawa berkah..
kelelahan anugrah yg luar biasa
Jadi bahan bakar di tengah kelelahan menjalani tugas dan peran saya sebagai seorang suami. Artikel Bunda meluruskan kembali haluan hidup saya yang sebelumnya berbelok menuju kehampaan dan kejenuhan. Karena hanya menjalani rutinitas tanpa sedikit pun memberikan ruang untuk memaknai tugas dan peran yang saya jalankan. Dan tulisan Bunda seperti oase yang menyegarkan. Be possitive!
lelah yg membawa nikmat. mantap artikelnya bun. ijin menyimak.
indahnya …
ternyata semua lelah yang kita rasakan (Insya Allah) bernilai ibadah
saya suka dengan kutipan hadist nya bun… 2 jempol buat bunda
Subhanallah… terima kasih bunda, jadi malu kalau mau mengeluh lelah :’)
Terharu aku baca ini bun…
Semoga para suami yang lelah mencari nafkah juga para ibu/istri yang lelah mengasuh anak tercerahkan dengan tulisan ini ya Bun…
Subhanallah… membaca ini, menjadikan kelelahan menjadi kebahagiaan bun…
menyesalnya aku, yang sering mengeluh pas lelah… mudah2an diberi keikhlasan..
salam sayang bun,, mmuahhh,,,
makasih hikmah tulisannya..
Reblogged this on RitaSTMIKPringsewu.
walopun kerja di luar sangat lelah, begitu pulang dan melihat rumah, istrri dan anak-anak, maka semua berubah menjadi kenikmatan yang tak terbeli. Apalagi jika niat kita kerja sambil beribadah, fa insya Alloh akan kita dapatkan kenikmatan dunia dan kenikmatan akhirat
Saleum,
Begitu indahnya Islam memberi apresiasi pada umatnya yang rajin berusaha dalam memenuhi hajat keluarganya. Namun betapa seringnya kita lupa mengucapkan Alhamdulillah pada Nya tatkala kelelahan itu kita rasakan, malah yang sering kita dengar ” Walah, capeknya badanku, dasar sifulan itu kasih kerjaan berat bener”. hahahaaa… gak bersyukur jadinya kita ya kan Bun?
saleum dmilano
Kelelahanpun menjadi sebuah amalan jika semua dilandaskan akan ridho-Nya ya Bund,
.
motivasi yang sangat menyejukkan sekali, makasih Bund