Berarak sajak pujangga..
lalu terdiam..
entah menghayati atau sekedar berlalu
menikmati remang2nya malam ini
menghitung kisah kisah indah
sejenak jari jariku bermain
meliku menari dibawah sinar lampu
seperti kala itu,

ketika kau mainkan jemari tanganmu
dalam hamparan asa dan fatamorgana
ketika itu kunikmati sentuhanmu..
kunikmati dendanganmu..

lalu kuterlelap dan aku tak lagi tahu
akankah aku kembali kan bersua
bercinta dan bercanda..
kini usia tlah membawaku dewasa
dan aku slalu terlelap dengan caraku sendiri
tanpa belaianmu, tanpa sentuhanmu..
meski senyum cintamu kian mengembang
ketika kudatang membawa asa itu
asa dan mimpi mimpi yang selalu kau dendangkan..
ayah bunda…
aku kan kembali hanya untukmu

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

24 responses »

  1. advertiyha says:

    Ayah Ibu, tak akan cukup sepanjang waktu untuk mengenang kebaikan mereka..
    selalu tak sebanding yang kita beri dengan kasih sayang ayah ibu yang murni dari hati

    Semoga ayah ibu kita diberkahi kesehatan dan kebahagiaan ya bun.. :)
    salam sayang,, mmuahh

  2. Budi Arnaya says:

    Belakangan ini Bunda saya sering berpuisi ria…apakah itu ungkapan hati yang mendalam :( yang jelas puisi deretan kata dalam segudang makna ya Bunda

  3. Yayats38 says:

    Mau minta diajarin lagi bikin puisi ah ama Bunda n Bnd Bkt .. lupa :D
    biar mengalir kayak puisinya bunda ini ..
    Trims Bun
    Salam

  4. apik puisinya mbak
    Jadi ingin membuat “12 Blogger Berpuisi Bareng “, setelah sukses dengan “12 Blogger ngeTIP Bareng”

    salam hangat dari Surabaya

  5. teringat masa kecil ku yang selalu di sayang ayah bunda jadi kangen sekarang

  6. sunarno2010 says:

    ayahku dah lama tiada, ibuku baru kemaren sakit kakinya

  7. mengharu biru bunda,,,hiks-hiks…i love u papa mama…

  8. Abi Sabila says:

    Sempat khawatir, dua mimpi kemarin berturut-turut tentang Bapak, ini tidak biasanya. Alhamdulillah, setelah telepon Bapak Ibu baik-baik saja. Ya Allah, jagalah mereka berdua, sayangilah mereka seperti mereka selalu menyayangiku. Amin.

  9. riez says:

    Tuhan panjangkanlah umur ayah dan bunda karena darah dagingnya ini belum membalas banyak jasanya

  10. Bunda rynari says:

    Syahdu mengharu Uni Ly, Salam

  11. pa Tuo says:

    Like this… [jempol]

  12. Aryo Seno says:

    Lama tak mampir, sekarang mampir ke rumah bunda hehehehe

  13. kerenn banget bun sajaknya jadi inget orang tua ni

  14. Sajak yang membangkitkan rindu… (halagh)

    Momennya berdekatan dengan hari ibu nih.. bentar lagi… Pas :)

  15. Nchie says:

    Hiks..JAdi Inget Bapak-Bapakku..

  16. nh18 says:

    (inget Bapak)

    salam saya bunda ly

  17. Dewifatma says:

    Jadi kangen sama masa kecil dulu……

  18. Lidya says:

    pagi bunda, lagi bersajak2 ya bun

  19. maminx says:

    semakin dewasa ya bunda. semoga keberkahan selalu bersama bunda dan keluarga tercinta, amin..

  20. LJ says:

    pagi Maammm.. peluk cium.. mmwwaahh..!

  21. Sajak bunda bagus….mengalir dan menyentuh….saya menikmatinya. :)

    salam sastra
    blognoerhikmat

  22. ayah bunda i lope yuuu pulll…

  23. Evi says:

    Ayah ibuku tersayang, kedewasaan ini membawaku ke jalan2 yg dulu pernah engkau tempuh. Jalan licin berisi air matamu, kecewamu dan kepahitanmu. Tapi pada setiap ujung kulihat taman2 imdah, tempat melarnya bunga2 yg tumbuh dari cintamu. Bunda aku kembali.

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s