gambar pinjam dari Google

Kita  memiliki impian dalam hidup .Berbagai usaha kita lakukan untuk mencapainya.
Semua waktu dan pikiran mungkin kita gunakan untuk menggapainya.Namun di saat ternyata kita gagal, kekecewaan yang mendalam akan menaungi kita.

Saat itu kita mungkin dalam keadaan lupa.
Bahwa setiap hal kecil di dalam hidup kita juga berarti.


Banyak yang kehilangan kita  saat kita mulai absen makan malam di rumah.
Ada yang merindukan kita, saat kita tak lagi membacakan dongeng dan mengucapkan selamat malam padanya.

Ada yang memikirkan kita, saat seharusnya kita sudah berbaring di sisinya.
Kita mungkin pernah membuat suatu kesalahan dalam meraih impian kita.
Sampai akhirnya kita gagal.
Itu bukan masalah besar.
Karena kita masih bisa mencoba lagi.

Namun yang terpenting adalah kita selalu melakukan segala sesuatu dengan didasari cinta.

Siapkan secangkir kopi untuknya dengan cinta.
Bacakan dongeng untuk si kecil dengan penuh cinta.
Tinggalkan pekerjaan sebentar , dan segeralah berbaring di sampingnya, dengan penuh cinta.
Siapkan makan pagi untuk keluarga  dengan cinta.
Tinggalkan pesan untuk si dia, katakan betapa kita mencintainya.
Lalu coba kita hitung, berapa hal yang kita lakukan dengan penuh cinta dalam sehari.

Dan lihat hasilnya yang menakjubkan.
Karena setiap hal kecil yang telah kita lakukan, adalah hal besar di masa depan kita.

Salam

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

32 responses »

Comment navigation

  1. Hi, Bun!
    Pertanyaan ku kemarenan itu sungguh, l!

    Maren Kitatau
    23 April 2011 at 23:14
    Kenapa kita Indonesia ini kerap merasa minder mengatakan cinta?
    Apa seolah-olah kata cinta itu telah sering mepet ke dosa?
    Atau karena leluhur kita kebanyakan “kawin paksa”?

    Perah ku demokan kata itu kpd Istri,
    “Ma, aku semakin cintapd-mu”
    Ehh dia ngomel, “kuno!” katanya sambil manyun!

    Walau kujelaskan tapi dia tak mau hiraukan.
    Kukatakan lagi besok-besoknya,
    Ehh, diketawain juga, “gombal!”, katanya.

    Mungkin ada enam kali aku diketawain terus-terusan. Bun!
    Mungkin kali yg ketujuh saat yg tepat kukatakanlah pd-nya:
    “Ma! Aku kuno pada mu!”; Ehh, dia malah senyum.

    Lalu, “Ma! Aku gombal pada mu!”; Dia senyum juga.
    Sekarang kami tidak lagi canggung berkata cinta.
    Sesekali kelu. Ini suatu latihan menuju cipun bagiku.

    Salam Damai!

  2. whhuuuaaaaaa……selalu siap untuk segera melaksanakan tips dari bunda…

    hiks, jd keinget, dah berapa lama ya nggak nulis pesen buat anak2 dalam bekal sekolahnya….
    dah berapa lama ya nggak ngucapin selamat tidur ke anak1 dan ke2 gara2 selalu ketiduran saat ngelonin anak ke3…

    arrgghhh………
    semoga mereka memaafkan aku….

    makasih ya buuuunnnn :)
    peluk erat dariku selalu

Comment navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s