Merebus adalah teknik memasak yang lebih menguntungkan dibandingkan menggoreng, membakar, atau memanggang.

Hal ini disebabkan energi panas dapat lebih meresap ke bahan makanan sehingga dapat melepas racun atau zat yang kurang menguntungkan lainnya agar makanan aman dikonsumsi.

Dengan teknik ini, manusia purba menyadari bahwa beragam hewan dan tanaman lebih banyak bisa dikonsumsi.

Tulang hewan, misalnya, belum tentu bisa dimakan jika hanya dibakar.

Merebus makanan ternyata juga dapat menciptakan sensasi rasa baru.

Butiran sereal, misalnya, jika direbus akan mengeluarkan butiran kanji sehingga menciptakan efek mengentalkan.

Memanaskan beberapa jenis makanan sekaligus juga akan menyebabkan masing-masing bahan kehilangan kandungannya, dan pada saat yang sama sarinya akan bercampur sehingga menciptakan rasa baru yang unik.

Berdasarkan sebuah data kuno, orang primitif telah mengonsumsi sup dan sejenis bubur.

Pada zaman Neolitikum, sup telah dikonsumsi di daerah Mediterania.

Setelah Kekaisaran Romawi runtuh, sup bertahan di Kekaisaran Bizantium yang berpusat di Konstantinopel.

Berkat runtuhnya Kekaisaran Ottoman di Turki pada 1454, tradisi menyantap sup di Asia Tengah ditularkan kepada masyarakat Eropa.

Tak seperti di Eropa Barat, orang Turki tidak membatasi mengonsumsi sup pada momen khusus atau saat menyantap hidangan tertentu saja.

Air rebusan kemudian berkembang menjadi air kaldu, berhubung orang pada zaman itu mulai terbiasa merebus daging yang disajikan di mangkuk besar dan disantap beramai-ramai dengan menghirup langsung dari mangkuk.

Sementara kelas menengah di Eropa cukup hanya menghirup air kaldu, kalangan bangsawan telah menambahkan daging atau sayuran ke dalam air kaldu.

Sebelum sendok ditemukan, isi daging dan sayuran diambil langsung dengan tangan dari mangkuk dan lama-kelamaan menggunakan pisau untuk mengambilnya.

 

Baru pada abad ke-14 sendok ditemukan sebagai media untuk mengambil kuah dan ampas sup sehingga sup tidak tumpah mengotori baju, mengingat saat itu model baju Eropa berupa atasan dengan kerah renda yang besar dan mengembang kaku.


Bentuk awal sendok yang tidak nyaman dipakai–sehingga tetap mengotori baju–pun berubah dengan gagang yang lebih panjang dan ceruk sendok diperbesar yang mampu mengurangi kemungkinan sup tumpah ke baju.

Salam

referensi : food and beverage.

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

60 responses »

Comment navigation

  1. 'Ne says:

    salam Bunda :-)
    semoga selalu sehat..
    wah Bunda ini bener2 deh banyak banget pengetahuannya hehe..
    jadi makan makanan yang direbus itu lebih sehat ya..

    bener ‘Ne dengan mengurangi gorengan,
    insyaallah kita akan lebih sehat.
    dan, ttg pengetahuan ini, kebetulan dulu bunda sempat dpt pelajaran food and beverage :)
    salam

  2. nchie says:

    jadi nambah lagi pengetahuan bun..
    iya nih udah lama ga makan soup,hhmm jadi ngileeeer..
    ahh jadi laper nih..

    ayo atuh bikin sop cepetan,
    nti bunda dibagi ya Nchie …. (maunya gratisan aja ) :D
    salam

  3. marsudiyanto says:

    Nanas dan Ikan Asinpun punya sejarah panjang Bun… :D

    aku duduk manis , mendengarkan sejarahnya dr Pak Guru :P
    salam

  4. multibrand says:

    Hmmmm …. santapan yang lezat.

    multibrand.blogspot.com

    juga menyehatkan ya Harry :)
    salam

  5. idana says:

    huuaaaa….bunda..udah lama aku ngak makan soup, jadi kangen
    kangen soup ayam bikinan sendiri..walau rasanya rada2 tapi tetap enak hehehe

    bunda ikutan dong, nyobain sop ayam buatan Idana :)
    salam

  6. Bunda kalo memasak makanan dg dikukus gmn?? aku dengar lebih baik dr direbus bun, krn kalo direbus sari2 makanan akan hilang bersama rebusan airnya, beda dg dikukus, kalo dikukus sari2 makanan tidak hilang. Itu aja sih bun yg aku tau, hehehe… salam sayang

    memang benar, ada beberapa bahan makanan, yg lebih baik bila dikukus, namun bilapun hrs direbus , maka kita masih mendapatkan kaldunya yg padat gizi, semisal, ayam atau daging.
    utk sayuran , memang lebih baik dikukus :)
    salam

  7. achoey says:

    Saya penyuka sup, dan bunda telah menceritakan sejarahnya.
    Makasih ya bunda :)

    sama2, terimakasih juga A.
    semoga ada yg bermanfaat :)
    salam

  8. Mbah Jiwo says:

    Jadi pengen makan, rebus mi ah..

    laper Mbah ? :D
    salam

  9. Mood says:

    Saya suka sop kambing hangat Bund, nikmat kalo disantap saat hujan. Eh gak nyambung ya sama postingannya, he he..
    Btw thank inponya Bund.
    Salam saya.. .

    nyambung juga kok, Mood.
    krn di negeri kita juga khan banyak jenis sop, antara lain ya sop kambing yg lezat ini :)
    salam

  10. purwanto says:

    pantesan Bund… seluruh isi rumah saya gemar banget mengkonsumsi sup, istri saya pun paling sering masak sup, rupa2nya memang sudah warisan dari sononya ya…

    benar sekali, Pur,
    lagi pula sop memang menyehatkan, selain segar dan enak tentunya :)
    salam

  11. Manusia memang mau serba Cepat,dan siap saji, tetapi tekinik bunda sangat bagus..dulu mau makan buah nanas harus menunggu minimal 3 bulan lha ..sekarang apapun buah di beri zat kimia karbit 2 hari matang..

    hehehe….makin maju sebuah peradaban, makin memudahkan kita ya :)
    salam

  12. anna says:

    sendoknya gede amat yak bun?
    lebih besar sendok daripada mangkuknya dong :)

    saya jadi pengen nge-sup nih..

    kebayang sop bikinan Mbak Anna , pasti lezat (ngiler) :D
    salam

  13. He he he he

    Bunda kook dapeeeet aja, kebetulan Hani suka lho Bund sup ayam, sup daging, campur sayur, pokoknya sup yangamsih panas gitu di makan saat hujan-hujan, hm……..

    Bahaya…..lapar lagi……

    Salam sayang Bunda :)

    cocok banget ya Hani sayang…………….
    dengan cuaca yg sekarang , makan yg hangat2 seperti sop :)
    (peluk sayang)
    salam

  14. andinoeg says:

    mantab, jadi tahu sejarahnya

  15. Vhe Agam says:

    Asslm..,

    Bunda…, saya pencinta Sop, baca tulisan bunda jadi pengen makan Sop (ngiler mode: on hehe)

    Salam Kenal ya Bunda, Ijin tempel linknya di Blog saya :)

  16. aku suka artikel ini, kare aku suka sop. hehe…
    salam kenal bunda…mampir ya?

  17. Ade Truna says:

    jadi pengen sup ceker ayam… *kuliner dalam sejarah :)

  18. rephi says:

    waahhh..pengetahuan baru ini bunda… hihihhi… jadi pengen maem sup tomyam saya haahha
    pasti kalo dianalogikan banyak makna yang terkandung didalam sebuah “peristiwa atau perilaku”, misalnya “merebus” atau “semangkuk sup” misalnya ada alesannya kenapa sih harus direbus beberapa menit, kenapa sayuran dimasukan belakangan setelah daging atau kentang. dan lain sebagainya. kayak filosofi gitu bun…

    kereen tulisannya bun.. salaaamm ^_____^

  19. Rubiyanto says:

    wah baru tahu nih bunda, sup juga punya sejarah …
    Wah untuk sendok ditemukan ya, kalau ngga ngaduk kopi pake apa?
    kalau makan kan masih mending bisa pake tangan.

  20. wah, baru sekarang tahu sejarahnya sup dan sendok hihi..
    salam kenal dari djogja, Bunda..

  21. an says:

    jalan panjang manusia dalam memahami sebuah makanan..
    nice post bunda :D

    kalo orang indonesia sejarahnya bermula dari makan pakai tangan dan berpiringkan daun pisang :mrgreen:

  22. mida says:

    Tales of Desperaux kalo ga salah bercerita tentang kemuraman sebuah kerajaan… yang ternyata bermula dari dilarangnya memasak dan memakan sup di kerajaan itu, hehe… dongeng yang aneh tapi keren…
    Semangkuk sup yang dimasak penuh cinta bisa menghangatkan hati ya Bunda… ^_^

  23. sedjatee says:

    sebuah pencerahan baru tentang sup
    selama ini menyukai sup tanpa tahu sejarahnya
    ternyata ada fakta yang begitu panjang
    thanks infonya… salam sukses…

    sedj

  24. Aldy says:

    Bunda Lily….
    Sedang liburan kemana?

  25. lozz akbar says:

    Wah pas baca posting ini tengah malam, waduh jadi laper jadinya..

  26. dedekusn says:

    Saya baru tau sejarahnya bunda, nuhun infonya, saya sangat menyukai sup, apalagi kalau bunda Lily yg buat :D

  27. kanvasmaya says:

    sup sup sup..
    kesukaan orang rumah itu bunda.. hehehe

  28. deady says:

    hohoho
    sup emang gampang membuatnya sih ya
    tinggal siapin air terus cemplungin aja bahan beserta bumbunya. Bukan begitu, bun?

  29. Kayaknya mirip sejarah masakan cap cay dan acar ya mbak. Kejadian atau kegiatan sepele bisa membuat sejarah.
    Waktu di India- Anna Marie-PRT saya sering membuatkann tommato soup. Sup tomat yang anget2 sedep itu dihidangkan dalam cangkir, kami tinggal menikmatinya sedikit demi sedikit seperti minum kopi. Enak banget.

    Lain kali kalau kopdar kita hidangkan makanan ala barat ya biar suasananya agak lain.
    (dolar Hongkong yg dipakai mbayari

    Salam hangat dari Andhok

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s