Tulisan ini terinspirasi setelah saya membaca artikel Oom NH18 disini.
Only if you accept yourself, you can accept others. Only if you love yourself, you can love others. Only if you forgive yourself, you can forgive others.
Kita tidak bisa memberikan sesuatu yang kita sendiri tidak miliki.
Sebagai contoh jika ada orang yang minta uang pada kita, kita bisa memberikannya jika kita punya, tapi jika kita tak punya, apa juga yang mau diberikan.
Oleh karena itu, kita juga tidak mungkin bisa menerima orang lain (yang pastinya memiliki banyak perbedaan dengan kita) jika kita tidak dapat menerima diri kita sendiri.
Apa Anda benci pada diri Anda sendiri?
Atau Anda menemukan orang yang begitu?
Setiap orang perlu menerima dan mensyukuri keberadaan dirinya sendiri.
Kita tidak bisa memilih ingin menjadi siapa atau berkarakter seperti apa saat kita dilahirkan.
Oleh karena kita tidak punya pilihan itulah, maka bukankah sebaiknya jika kita terima saja keberadaan diri kita.
Menyesali keadaan diri adalah sesuatu yang sia-sia dan amat disayangkan.
Jika kita tidak dipenuhi dengan cinta, maka kita juga tidak bisa memberi cinta bagi orang lain.
Hanya orang yang merasa dicintai, yang mampu mengasihi orang lain juga.
Apa Anda menaruh benci pada seseorang saat ini?
Anda sulit mengasihi dia karena dia memiliki kepribadian yang ‘aneh’ menurut Anda.
Namun, sadarilah bahwa diri kita juga tidak sempurna.
Bisa saja orang lain yang kita kenal juga menganggap kita ini ‘aneh’.
Meski kita berbeda satu dengan lainnya, namun ingatlah kita sama-sama manusia yang memiliki kepribadian.
Jadi mari saling menghargai perbedaan, dengan begitu kita bisa saling mengasihi.
Apa kebencian Anda membuat Anda tidak dapat memaafkan orang lain?
Usut punya usut, orang yang tidak mau memaafkan orang lain adalah orang yang juga tidak mau memaafkan diri sendiri.
Tidak mau memaafkan diri karena apa?
Karena telah membiarkan dirinya disakiti.
Karena begitu bodoh, kok mau-maunya dibodohi, dipermainkan, atau yang lain.
Dan banyak alasan lainnya lagi.
Kita sering diajar untuk memaafkan kesalahan orang lain.
Namun, hari ini kita belajar bahwa kita harus terlebih dulu memaafkan diri kita, kelemahan kita, keterbatasan kita, dan kecerobohan kita, untuk dapat memaafkan kelemahan orang lain.
Terimalah diri kita, maka kita dapat menerima orang lain.
Cintailah diri kita, maka kita dapat mencintai orang lain.
Maafkanlah diri kita, maka kita dapat memaafkan orang lain.
Maka damai dan kebahagiaan akan menetap di hati Anda.
Salam





[...] kamu merasa demikian, coba telusuri dan cari tahu apa penyebabnya dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut dibawah [...]
andai semua orang seperti ini ya bunda..
wah dapet pelajaran berharga ni dari bunda
kayanya semua orang perlu baca postingan bunda ini deh
thanks y bun…
bunda juga ingin seperti ini,Rully
yuk, sama2 belajar mengarah kesana
salam
wah betul juga ya bund ^_^ eno baru menyadarinya setelah membaca postingan bunda ini…. Alhamdulillah lagi2 eno mendapat ilmu yang bermanfaat melalui tulisan2 bunda ^_^
Love U Bunda
terimakasih banyak juga Mbak Eno,
utk apresiasinya pd tulisan ini
love u always……..
salam
Benci termasuk dari akar permasalahan putusnya silaturrahim.
Salam kenal…
Diam2 sy sering baca blog bunda,Subhanallah…betapa banyak pencerahan dr bunda.
Salam hormat untuk bunda,mudah2an sy bs spt bunda yg bijak.
Jujur saya benar2 benci seseorang…sampai panas ke ubun – ubun kepala…
BENCI = benar2 cinta….
Untunglah, saya jarang meras benci (banget) kepada seseorang…
Paling banter ya jengkel sesaat.
Kita memang manusia tak sempurna padahal kita adalah sebaik-baik bentuk makhluk yang diciptakan oleh Tuhan (fii ahsani taqwiim)
Tapi ya itu tadi, sifat manusia yang gemar menghitung yang belum ada daripada mensyukuri yang sudah dimiliki. Jika tetangganya punya sepeda motor baru, yang lain langsung mriang badannya.
Padahal jika tubuh kita pendek harus disyukuri karena kalau membuat celana gak perlu kain banyak-banyak. Jika tubuh kita tinggi ya harus bersyukur karena kalau memasang bohlam gak perlu ancik-ancik kursi.
Soal benci-membenci memang manusiawi. Yang perlu kita sadari adalah kita membencipun harus karena Allah. Kita jangan membenci manusianya tetapi membenci kelakuannya.
Ada orang yang bilang : “Saya membencimu bukan karena engaku telah menipuku tetapi aku membencimu karena aku telah kehilangan kepercayaan kepadamu ”
Soal memaafkan, sebaiknya kita tak pelit untuk memaafkan kesalahan orang lain karena itu merupakan akhlak yang mulia dan Allah akan memuliakan manusia yang tak pelit memberi maaf.
Semoga kita mampu dan mau menjadi manusia yang selalu bersyukur dan bersabar.
Terima kasih atas pencerahannya.
salam hangat dari Surabaya
Bunda, bagaimana cara mencintai diri sendiri?
selalu mensyukuri apa yg ada pd diri kita,
selalu melihat sisi positif pd diri kita , kalau bisa kembangkan , agar bisa bermanfaat bagi orang lain.
lihatlah betapa banyak orang yg serba kekurangan, maka kita akan tau, betapa beruntungnya kita diciptakan olehNYA.
sehingga mudah sekali utk berbagi pd sesama
salam
Kalau orang nyakiti aku, aku bisa memaafkan tapi kalo orang nyakiti orang tuaku rasanya nyesek banget …
duh, kok ya ada yg tega nyakitin orang tua ,
kualat banget mestinya
salam
Kebencian hanya merugikan diri sendiri Bunda, menguras kasih sayang yang dimiliki. Benci membuat kita melihat sesuatu dengan negatif dan melupakan sisi positif yang ada padanya. Saya setuju sama Bunda, kalau kita benci dengan sesuatu atau seseorang, pasti ada yang salah dengan diri kita. Disitulah diperlukan kebijaksanaan dalam bersikap, jangan biarkan rasa benci yang mengendalikan emosi kita. Tapi, saya sendiri masih belajar untuk lebih ikhlas & sabar Bunda
ya memang Sya, kebencian lebih banyak membawa dampak negatif pd diri kita dan sekitar kita,
lagi pula , gak ada untungnya memelihara terus sebuah kebencian.
dengan memaafkan, hidup menajdi lebih enteng dan mengembirakan ,khan ?:)
salam
bener bunda, kebencian menghambat kita untuk berkembang, maka dari itu lepaskan kebencian dan perbanyak berbuat kebaikan dengan memberi.
kebencian hanya membuat wajah kita berkerut juga hati kita kotor ya Mas Boy
salam
Aih… mantap betul tulisan ini Bunda…
Saya setuju sekali.
Kita hanya bisa memberi, sesuatu yang kita miliki…
Terima kasih Bunda, saya suka sekali dengan tulisan ini
Ini perlu dicatat baik-baik…
duh, terimakasih Nyiak………
seneng rasanya Inyiak suka tulisan ini
salam
saya tidak benci sama siapapun
alhamdulillah, bagus banget
salam
nah bun, yg benci sama diri sendiri tuh yg kadang ngga sadar, tidak merasa…bawah sadar sih…
padahal itu penting…
penting banget Mbah, kasihan jg cuma bisa membenci saja ya
salam
Berawal dari diri sendiri, pada saat kita tidak mampu menghargai yang ada didiri kita, pada saat yang bersamaan perasaan kebencian dalam diri kita tumbuh subur. Dan tumbuhlah kita menjadi manusia yang mencintai kebencian dan jika sudah seperti itu, monggo kelaut saja.
ngeri banget hidup kayak gitu,
mencintai kebencian? hiii……..serem……..
salam
I Hate You, but I Love You; gimana nih bunda?
kayaknya itu sih Slankers ya ,Mas Aldy
salam
terima kasih bunda atas semangatnya untuk memaafkan diri sendiri, dengan begitu akan ada semangat untuk berubah menjadi lebih baik
sama2, terimakasih Ibnu, dgn memaafkan diri sendiri,
kita akan lebih mudah jg memaafkan orang lain
salam
Memberikan maaf kepada diri itu sebuah perjuangan yang luar biasa Bunda, tidak mudah hal itu, terima kasih banyak Bunda, saya sangat menikmati hal ini
benar sekali, setidaknya hrs belajar juga untuk hal ini
salam
Kemarahan hanya akan mampu dihentikan oleh kesabaran, jangan membuat marah baru, karena akan membuat benci baru begitu ya Bunda
dan, dengan kebencian baru, makin tdk bisa menikmati hidup,
kita memang hanya mampu memberikan apa yg kita punya saja ya Budi
salam
duh…duh….
*
kata katanya sangat menohok dan menikam ke ulu hati Bunda…tsah…
setuju sekali…
berusaha untuk berjiwa besar dan memaafkan kesalahan orang lain…
karena menyimpan kebencian itu melelahkan….
*mudah mudahan aku bisa seperti itu Bunda
betul,Bi
menyimpan dendam dan benci ,bikin capek sendiri.
gak mau akh!
amin, ikut mengaminkan doamu, Bibi sayang……
salam
Betul Bunda… rasanya kita harus bsia berdamai dengan diri sendiri, baru bisa memberikan sesuatu ke orang lain… Insyallah ya bunda, kalo hatinya semanis madu, yang keluar dan dibagi ke orang lain juga madu…
Bunda saya ngiler sama rendangnya Uni Ysalma, wkakakakaka*gak nyambung!
bunda jg ngiler sama rendangnya Salma , Prima
pasti rasanya mak nyuss abizz……
salam
baik bunda, semoga kami bisa belajar memaafkan diri dan orang lain, agar tumbuh rasa kasih kepada sesama..
betul Bli, agar mudah pula kita mengasihi sesama
salam
Apa pun saya baca, masih tetap dengan sifatku yang memalukan ini.KENAPA YA?
wah, kok segitunya sih Faiz?
ada apa? terimalah dan cintailah apa adanya dirimu,
sehingga Faiz jg bisa memberikan cinta dgn mudah pula
salam
lebih melihat pada masalah persoalan pribadi seseorang, tidak bicara tentang berpasangan. banyak orang yang merasa minder pada hal-hal kecil di bagian tubuhnya dan pada bagian sifat manusiawinya. Kalau tidak pandai bersyukur, berakibat bisa membenci diri sendiri, tanpa disadari, terlihat dengan sering tidak bersemangat, sering stress, tidak percaya diri, atau kalau berhasil melawan semua kekurangannya, bisa jadi bersifat arogan. dengan maksud menutupi kekurangan dirinya…
Kebencian pada diri sendiri, terlalu samar untuk diperjelas, karena saling menutupi, antara sifat satu dengan lainnya.
salam Bunda ^_^..kepanjangan komentarnya…masih berkanjut sih…tapi nanti dikira…ini postingan artikel atau komentar..
lho, gak apa apa kok Arya



bunda malah seneng, khan memang kolom komentar disini, tempatnya utk berbagi dan menuangkan pemikiran yg alhamdulilah, bisa jg menambah ilmu dan wawasan bagi bunda
atau sahabat2 lain yg berkunjung yg ikut membaca kolom komentar.
Memang benar Arya, kadang kebencian pd diri sendiri krn tdk pede , bisa jg menyebabkan seseorang jd begitu arogan , atau juga malah depresi ya.
Mungkin ini lebih pd ketidak selarasan psikis jadinya
terimakasih banyak Arya krn telah berbagi melalui komentarnya
salam
bunda….
kebencian tidak menyelesaikan masalah, bahkan menambah musuh.
musuh satu lebih banyak daripada teman yang banyak, terasa sedikit
salam
iya dong, setuju banget tuh dgnmu, Ari
salam