“Hidup itu layaknya gema, apa yang kita teriakkan akan kembali sama persis pada kita…”

 

Pada suatu hari, seorang anak berjalan-jalan dengan ayahnya hingga ke atas bukit.

Di sana ia dapat melihat seluruh pemandangan indah di bawah.

Karena terlalu bersemangat, ia berjalan meninggalkan ayahnya yang masih ada di belakangnya.

Ia pun berhenti dan menoleh ke arah ayahnya. “Ayah…” teriaknya.

Kemudian ada suara yang juga memanggil “Ayah…”

Ia terdiam dan berpikir, mungkin di sini ada anak kecil yang sedang tersesat.

Ia pun bergegas turun menjemput ayahnya, menarik tangan sang ayah untuk lekas naik ke atas.

Ayahnya pun bingung, “ada apa nak?” tanya sang ayah.

Sang anak menjelaskan bahwa sepertinya ada anak kecil yang sedang tersesat di bukit itu.

“Di mana kamu melihatnya?” tanya sang ayah lagi.

“Tidak ayah aku tidak melihatnya, tetapi saat aku berteriak tadi, ada yang memanggil ayahnya juga,” jelasnya.

Sang ayahpun tertawa kecil.

Ia pun berteriak dengan keras, “Ayah sayang kamu nak!”, beberapa detik kemudian ada suara yang sama mengatakan hal yang serupa.

Si anak semakin bingung. “Siapa kamu?” teriaknya, suara itu pun bertanya kembali padanya, “siapa kamu?”

Merasa kesal ia mengambil sebuah batu dan melemparnya.

Sang ayah kemudian tersenyum dengan bijak dan mulai bertutur. “Anakku, itu bukan orang yang sedang tersesat atau hantu. Tetapi itu adalah gema suaramu dan suara ayah.

Saat kita berteriak tadi, suara itu akan kembali kepada kita.

Demikian juga hidup.

Saat kita berbuat sesuatu, hal itu akan kembali pada kita.

Untuk itulah kita diharapkan berbuat kebajikan dan kebijakan sebanyak-banyaknya.

Salam

About these ads

About bundadontworry

Ibu rumah tangga dengan 2 anak

37 responses »

Comment navigation

  1. maminx says:

    Ya ya hidup layaknya gema, bener banget :D

    apa kita buat , itu yg kita dpt hasilnya
    salam

  2. kangmas ian says:

    yup betul bunda..semua yang kita kerjakan, balasannya akan kembali juga pada kita :) entah itu kapan tapi pasti karena Alloh mencatatnya ^^

    siapa yang menanam, dia yg akan menuai apa yg ditanamnya ya Ian
    salam

  3. An says:

    maka gemakanlah kebaikan ..
    apa kabar bunda??

    kebaikan tiap saat dlm kehidupan kita ya An :)
    apa kabar An?
    semoga selalu sehat.
    kabar bunda baik berkat doamu ,An :)
    salam

  4. TuSuda says:

    baik bunda, semoga kita selalu bisa menggemakan kebaikan dan kebajikan setiap saat…

    karena apa kita tabur, itu pula yg kita tuai ya Bli dokter :)
    salam

  5. betul … betul … betul …
    sama halnya, siapa yang menanam maka dia jualah yng memetik hasilnya …
    dia yang berbuat maka dia pula yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya …

    Salam BURUNG HANTU

    sapapun memang hrs bertanggiung jawab terhadap apapun yg diperbuat ya Burhan :)
    salam

  6. sempulur says:

    Betul bunda… bahkan seperti jika kita nasehatkan tentang kesabaran, maka kesabaran kita juga akan diuji…..

    kesabaran akan selalu diuji, agar lebih mantap kedudukannya di hati kita ya :)
    salam

Comment navigation

Terimakasih banyak sahabat tersayang, untuk apresiasinya melalui komentar dibawah ini .........

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s